Page 7

4 1 0
                                                  

Nala memutar bola matanya saat bertemu Arka di lorong kelas, mimpi apa dia semalam sampai ketemu salah satu penghuni kebun binatang.

Iya, Arka itu jahil suka sekali mengatai Gara sama Nala. Lebih parah kadang-kadang suka ngerjain saat bertemu Nala. Makanya Nala menyebutnya sebagai monyet, kelakuannya sudah mirip sun go kong.

Nala tidak akan memulai pertengkaran jika bukan Arka yang memulai.

Yang paling dia benci adalah saat dia sudah beradu dengan Arka dan Gara tidak ada setiap saat di sisinya.

" Hai pengikutnya manusia pasir "

Sapa Arka dengan wajah menjengkelkannya.

Serius Nala sangat ingin mencakar wajah itu.

" Apa lo monyet! " Seru Nala kesal.

Setelahnya dihiraukan begitu saja, Nala melanjutkan berjalan ketujuannya.

" Ya ampun! Oh my! " Arka berteriak.

Nala segera mengalihkan kembali atensinya pada Arka.

Sebuah ekspresi terkejut terpatri diwajahnya.

Bukan hanya Nala yang meperhatikannya beberapa manusia yang berada disana ikut dibuat penasaran dengan teriakan Arka.

" Nala, Rok lo bolong! " Lanjutnya lagi.

Nala yang panik setelah mendengar itu, lansung melihat bagian belakang roknya.

Tidak ada apa-apa, masih utuh!

" Bolong mana sih? " Tanya nya pada Arka.

" Ya kalau nggak bolong mana bisa di pakai "

Arka mengendikkan bahunya. Sialan lagi-lagi Arka mengerjainya.

Nala hanya mampu menahan amarahnya dengan mengepalkan tangannya. Ia tidak bisa berteriak marah karena ledakan tawa masa disana.

Sekarang bukan hanya ingin mencakar, Nala bahkan berniat melempar sepatunya kearah Arka.

Sudah dikuasai emosi, alam bawah sadarnya menuntun tangannya untuk melepas salah satu sepatunya. Berhasil langsung ia lempar begitu saja dan mengenai lengan bagian kiri Arka.

Lelaki itu mengaduh.

Tapi kemudian terlihat biasa saja. Tangannya meraih sepatu yang dilempar Nala tadi.

" Sepatu Cinderella " Katanya. Kemudia membawa sepatu itu dan diletakkannya di ventilasi diatas pintu kelas.

" Balikin Arka " Kata Nala dengan suara keras berusaha menjangkau sepatunya. Namun gagal total.

Tinggi Nala itu hanya 154, Kalah telak dengan Arka.

Gadis itu beberapa kali melompat namun gagal.

" Kan tadi sepatunya sudah dibuang "

" Dasar monyet gila! "

Anak-anak disana masih ramai memperhatikan mereka. Nala mencari sapu. Setelah di dapat ia coba gunakan untuk mengambil sepatunya.

Namun sangat susah.

Nala malu, siswa yang disana masih memperhatikan mereka.

Tanpa sadar gadis itu menangis karena malu. Arka yang melihat itu menjadi tidak tega dan mengambil kembali sepatu Nala.

" Na, gue minta maaf. Nih sepatu lo "

Gadis itu tidak menggubrisnya. Nala masih menyembunyikan kepala di dua lengannga dengan posisi terduduk.

UnfinishedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang