Page 6

3 1 0
                                                  


" Na, kalian itu Friendzone ya? "

Nala yang sedang membuat gambar seekor singa dengan latar belakang sabana pun menghentikan kegiatanya.

" Siapa? "

" Lo sama Gara "

Ratih mengamati Nala lamat lamat.

" Hahahaha " Sungguh Nala merasa geli dengan pertanyaan yang dilontarkan teman barunya ini. " Ya ampun, enggak! Kita tuh cuma temenan Ra " Jelas Nala.

Gadis itu menggeleng-gelengkan kepalanya. Terus melanjutkan kegiatan menggambarnya.

" Apa Gara ya yang bertepuk sebelah tangan? " Lirih Ratih lebih kepada dirinya sendiri.

Namun Nala masih mengkap dengan jelas. Gadis itu elirik ratih dari sudut matanya Ratih sedang mengetuk-ngetuk dagu dengan ibu jarinya.

" Lo kenapa sih Ra penasaran banget sama hubungan gue dan Ocean? Lo suka Ocean? "

" Enggak Na bukan itu " Jawab Ratih cepat.

Sungguh Ratih memang tidak memiliki perasaan lebih pada Ocean.

" Terus? "

" Gue tuh heran Na, Gara tuh kalo sama lo kayak perhatian banget gitu! "

Nala mengangguk " Kita sahabatan udah dari kecil Ra "

" Nah, lo tuh tanggapannya ya kayak biasa aja. Tapi kalo gue lihat lagi, lo tuh juga perhatian banget sama Gara. Ini gambar pasti buat Gara "

Nala mencerna baik-baik penjelasan Ratih.

Kemudian menatap pada buku gambar didepannya, tangannya meraba gambar singa yang masih belum rapi disana.

" Ah Ratih, gue jadi bingung "

Nala meletakkan pensil yang dibawanya begitu saja.

" Ini menurut gue sih Na, sebenernya kalian tuh saling suka tapi nggak sadar karena sejak awal status kalian udah sahabat "

" Serius Ra? " Tanya Nala memastikan.

Ratih mengangguk.

Setelah dipikir, omongan ratih cukup rasional juga.

Mereka saling khawatir satu sama lain, saling menjaga dan saling memberi pehatian.

Nala tersenyum, tidak buruk juga jika seperti itu. Apalagi jika memang mereka akan menjadi pasangan seumur hidup.

Dengan semua sikap baik yang akan Gara berikan padanya, sepertinya Nala akan menjadi wanita paling bahagia.

" Cie sekarang senyum-senyum gitu " Seloroh Ratih, merusak semua lamunan Nala.

" Not bad! Itu terdengar sangat baik sekarang! "

***

Sebuah cermin besar menampilkan sosok Nala di dalamnya. Gadis itu sedang memastikan tampilan dirinya telah oke dan menggunakan setelan yang tepat. Sesekali tersungging senyum dibibirnya.

Sejak kapan dia harus memperhatikan penampilannya jika bertemu dengan Gara.

Nyatanya perkataan Ratih mempengaruhinya.

Memikirkan nama Gara saja sudah membuatnya berdebar.

Menjelang Sore gadis itu pergi kerumah gara dengan membawa dua buku gambar. Rencananya dia ingin menyerahkan gambarnya untuk membant Gara menyelesaikan tugas kesenian.

UnfinishedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang