Kaki jenjang itu melangkah cepat menyusuri lorong rumah sakit, matanya sesekali beralih pada ponsel yang di genggamnya. Sambil mendesah berat ia terus menyusuri dan meneliti nomor kamar yang tertempel di bilik pintu.
222
"Nah," ucapnya lega seraya membuka pintu.
Matanya langsung tertuju pada laki-laki yang sedang terpejam begitu tenang di atas brankar.
Ia mengikuti langkah kakinya yang membawa ke arah brankar, senyum tipis terbit di bibirnya.
Bintana Lazuardi.
Pemilik kaki jenjang dan senyum tipis juga manis yang sedang berada di samping brankar.
"Lang, bangun yuk, makan dulu!!"
Langit mengerang rendah, matanya perlahan terbuka dengan menatap Bintan. " Kamu kok ke sini? "
Bintan tersenyum lagi, " Gak apa-apa dong, gak boleh ya? "
"Bukan gitu, sayang. Emang kamu enggak sekolah?" tanya Langit yang dibalas tawa kecil dari Bintan.
"Ini hari minggu, Langit. Mentang-mentang enggak sekolah kamu jadi lupa hari, " jawab Bintan seraya mengambil mangkuk berisi sup di atas nakas.
Langit hanya terkekeh, "Iya besok sekolah kok, nanti kan udah boleh pulang. Aku tau kalo kamu kangen duduk sebangku sama aku,"
"JIJAY"
" Yes, Baby. Love you too."
Bintan melotot, debarannya tak terkendali.
Selalu seperti ini, Langit memang jahil. Selalu membuat Bintan sangat baper, meskipun sudah satu tahun lamanya bersama Langit, namun ia masih malu mendengar kata manis Langit.
Langit tertawa, "Kenapa Bintan sayang? Ada yang diskoan di dada kamu ya?" tanyanya dengan senyum jahil.
"Apasih, bacot !! "
Cup
Bintan mendadak kaku, ia meraba ragu pipi yang telah di kecup kekasihnya itu. Tersadar, ia menatap Langit,
"LANGIT ALENZO PRATAMA"
🐝🐝🐝
Bahagia itu sederhana ya
Menurutku, bahagiaku adalah
melihat wajah kesalmu karna satu
kecupan di pipi itu
Maaf, sayang hehe...
— Langit A Pratama
YOU ARE READING
Semesta
Teen FictionBintang butuh langit sebagai rumahnya. Langit butuh bintang sebagai penerangannya. Sempurna sudah kan? Lantas apalagi? Mereka saling membutuhkan dan melengkapi, namun apa kabar dengan angkasa yang juga membutuhkan langit dan bintang? Dan bagaiman...
