"Tok.. Tok.. Tok.." suara dari arah luar pintu yang sedari tadi berusaha membuat Dera terbangun.
"Hmm.. Iya mah" gumam Dera sambil mengambil sebuah handphone miliknya di balik bantal yang ia tiduri.
"Oh My God!! ya ampun tuhan mampus gue udah jam 8 lagi!.." Paniknya sambil berlarian ke arah kamar mandi dalam kamarnya.
"Mah.. Papa duluan yah, Papa bisa telat kalo masih nungguin Dera" ujar Papa Dera sambil mengambil kunci mobil pribadinya di atas meja makan
"tapi Pah.. Dera ke sekolahnya sama siapa dong? Dera kan gak tau bawa mobil sendiri, boro-boro bawa mobil naik motor aja masih takut!!" saut Mama Dera dengan raut wajah yang khawatir
"aduh Mah.. Dera suruh ojek online aja, Papa telat banget nih..! Siapa suruh anaknya tidurnya molor terus, bisa-bisa Papa di pecat gara-gara telat terus nungguin Dera.."
"Ya udah Mah, Papa berangkat dulu yah" ujarnya lagi sambil berjalan menuju arah garasi tempat mobil pribadinya diparkir.
"Buku IPA gue mana lagi ahhhkkk...!!" seru Dera dengan wajah panik sambil mengobrak-abrik seluruh isi meja di kamarnya.
"OMG" Pupil matanya tiba-tiba membesar, ia teringat bahwa semalam ia tak sengaja menjatuhkan bukunya saat bertemu seorang pria yang tak dikenalnya semalam di sebuah taman dekat kota
"Duhh..!! Gimana dong?? Masa iya gue mau balik kesana lagi?? Kalo gak ketemu gimana?? Mana gue udah telat banget lagi!! Paniknya dengan menepuk-nepuk jidatnya sendiri
"Ya ampun, teledor banget sih gue!! Huuuffffttt..." ia yang kini tidak berdaya lalu menghembuskan nafasnya berat sambil meninggalkan kamarnya yang berantakan dan segera menemui Mamanya
"Dera kamu naik ojek yah nak.. Papa kamu tadi buru-buru, dia ada rapat sama kliennya! Gak papa kan?" Katanya sambil mengelus-elus rambut anak semata wayangnya itu.
Yah Dera memang anak satu-satunya dikeluarga ini, tak heran jika dia selalu di manja oleh kedua orang tuanya. Tak heran pula jika apapun keinginan anaknya itu akan mereka turuti.
Dera hanya mendengar perkataan mamanya itu tanpa membalas sepatah kata, dipikirannya hanya ada rasa khawatir, yah khawatir jika bukunya tak ia temukan. mengingat bahwa hari ini adalah hari dimana tugas IPA yang di berikan oleh gurunya senin lalu akan diperiksa hari ini, sebenarnya bukan itu yang membuatnya khawatir tapi dia tak sengaja menaruh sesuatu di tengah lembaran bukunya. Yah sebuah foto dirinya bersama seorang pria yang tak lain adalah mantan kekasihnya yang bernama Geral Prasetya Nanda. Mereka menjalin hubungan hampir 2 tahun lamanya, dan hubungan itu kandas karna Geral berselingkuh dengan teman sekelas Dera, dan jelas saja hubungan Dera & Geral itu memburuk semenjak Dera tak sengaja memergoki kedua orang itu sedang bermesraan di taman kota.
Yah taman kota tempat ia bertemu seseorang yang tak dikenalnya semalam secara tak sengaja saat ia berlari usai memergoki Geral dengan selingkuhannya di taman kota.
Hatinya teriris jika mengingat kembali kejadian malam itu, ia hanya bisa menyimpan dalam-dalam rasa sakit itu, karna ia tak ingin membuang waktunya untuk memikirkan seseorang yang jelas menyakiti hatinya.
Sesampainya di gerbang masuk sekolahnya, tetap saja raut wajah Dera tampak murung dengan Lingkaran hitam bengkak menyelimuti area matanya, jelas saja karna semalam dia tak bisa menampik rasa kecewanya, ia menangis semalaman dan mengurung diri dikamar.
Tak jauh dari gerbang, tiba-tiba seseorang menahan lengan Dera dari arah belakang, langkahnya terhenti dan Dera pun menengok ke arah orang itu dan ternyata!! Yah dia Geral.. Seseorang yang membuat ia kecewa sampai tak mampu berkata-kata.
"Ra...!! Aku bisa jelasin semuanya.. Kasi kesempatan aku buat ngomong sama kamu, please!!" katanya sambil meyakinkan Dera, tapi tanpa sepatah kata, Dera yang hampir tak bisa menahan emosinya melepas genggaman Geral, ia berlari saat Geral berusaha mengejarnya. Disitulah Dera meyakini dirinya sendiri bahwa ia memilih untuk meninggalkan Geral yang di bencinya mulai saat itu.
"Loe pikir gue bego apa??" batin Dera.
Please vote & comment yah ❤
agar cerita selanjutnya lebih seru lagi😊
YOU ARE READING
Come Back
Teen Fiction💮Update seminggu sekali💮 Jangan lupa vote & comment pada saat yang bersamaan Dera dan cowok itu saling bertatapan secara tak sengaja, Dera yang sadar akan hal itu tiba-tiba melotot lalu cowok itu melengkungkan senyumnya yang di ikuti lesung pip...
