---
Sebuah pertemuan tak terduga dengan Meera membuat Aqil merasakan hal yang asing dalam hatinya, rasa strawberry katanya.
Aqil mengumumkan cintanya kepada Meera dihadapan semua orang, mengabarkan bahwa perasaan yang dia punya tak bisa lagi dipenda...
Lia menatap laptop yang masih bersih, tangannya kaku diatas keyboard, ia menghela nafas panjang dan mengeluarkannya dengan cepat. Lia merasa bingung memulai dengan kata apa untuk menuliskan apa yang dia rasakan. Tidak lama ia tersenyum, ia sudah mendapatkan sebuah kata untuk memulai yang akan dia mulai. Tangannya menari dengan lincah diatas keyboard. Duduknya nyaman di kursi belajarnya.
***
>>>Almeera Ashadiya Khairani<<<
Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.
Matahari telah bangun dari tidurnya, begitupun Meera yang sudah mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Meera sedikit berlari menuju ruang makan yang terletak di lantai satu.
Di sana sudah terlihat setumpuk menu sarapan yang siap untuk dimakan dengan beberapa pelayan yang siap berdiri menjadi patung setiap waktu makan. Salah satu pelayan menarik kursi, mempersilahkan Meera duduk, tidak harus diperintah Meera duduk dengan tenang.
Meera paling benci situasi saat ini, dia tidak pernah suka dengan aktivitas paginya ketika sarapan, dia selalu sendiri. Kedua orang tua Meera selalu sibuk dengan urusan pekerjaan, sedangkan abangnya lebih memilih tinggal disebuah apartement dibandingkan dirumah dengan keluarga.
Meera menatap kosong makanan didepannya, begitu banyak makanan enak, namun tidak ada selera untuk memakannya.
Meera mengalihkan pandangannya keseluruh rungan memperhatikan semua pelayan yang berdiri disamping kanan dan kiri, kemudian menatap kembali makanan yang ada dihadapannya. Tanpa pikir panjang ia mengambil beberapa lembar roti, meletakkannya diatas piring dan mengoleskan selai coklat diatas roti tadi.
***
>>>Arkaan Nuriel Erizally<<<
Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.
Arka telah siap untuk berangkat ke sekolah. Dia pun berpamitan kepada kedua orangtuanya yang sedang sarapan diruang makan.
"Ma, Pa aku berangkat dulu ya."Kata Arka sambil menyalami orangtuanya secara bergantian.
"Gak makan dulu Bang ?." Tanya Tina yang tengah duduk melahap sarapannya.
"Nanti aja di sekolah Ma.''Jawab Arka sambil meninggalkan ruang makan.