Pertemuan adalah takdir.
Begitupula dengan perpisahan.
Tapi ternyata tak selamanya perpisahan merupakan akhir.
Karena siapa yang tahu jika akan ada jembatan yang menjadi jalan untuk melanjutkan cerita yang belum berakhir ini.
Kalian percaya tentang takdir? Apapun bisa terjadi kalau memang hal itu telah ditakdirkan, bukan?
Begitu pula dengan pertemuan kami. Dan perpisahan kami.
Dia datang seakan untuk membantuku keluar dari cinta gila yang tak kunjung terbalas. Cinta yang benar-benar membutakanku bahkan membuatku seperti tak memiliki malu sedikitpun hanya karena mencintai seseorang yang tak mencintaiku.
Dia baik. Sangat baik. Aku bahkan baru sadar dia mudah sekali disukai orang lain karena kebaikannya.
Dia tukang gombal. Dan sebenarnya aku selalu merasa geli ketika dia melontarkan kata-kata romantisnya.
Dia perhatian. Menanyakan kabarku dan menanyakan kegiatanku setiap harinya. Tapi aku, si cuek ini, justru jarang menanyakan kembali kabar dan kegiatannya.
Aku ingat, dia pernah marah karena salah satu murid dari kelas lain mengaku-ngaku sebagai kekasihku saat itu. Aku bahkan masih ingat bagaimana dia terlihat kesal dan aku yang terkesan tak peduli padanya.
Tidak, aku sebenarnya peduli. Bahkan aku ingin tertawa sekaligus kasihan saat melihatnya begitu kesal. Tapi aku adalah perempuan yang memiliki kadar gengsi cukup tinggi.
Kalian pernah tidak? Saat kekasih kalian memberikan makanan, pasti ada salah satu dari teman kalian yang akan memintanya.
Aku mengalaminya. Bahkan sampai makanan pemberiannya hanya tersisa sedikit untukku. Tahu tidak dia bilang apa?
Dia bilang. "Kamu gak kebagian? Mau aku belikan lagi?"
Lucu. Aku suka.
Sayangnya, hubungan kami hanya berlangsung 1 tahun. Aku tak bisa memberikan alasannya. Pendapat setiap orang berbeda. Aku takut jika aku tulis alasannya di sini, akan ada nama yang terlihat buruk.
Biar aku, dia, orang-orang terdekatku, dan Tuhan yang mengetahuinya. Yang jelas, mungkin memang saat itu sudah seharusnya kami berpisah.
Tapi Demi Tuhan. Aku tidak sama sekali melebih-lebihkan ini. Bahkan aku berani berkata, siapapun perempuan yang kelak akan bersamanya, pasti perempuan itu akan bahagia.
Ya, setidaknya perempuan itu kelak akan mendapat perhatian dan perlakuan istimewa darinya.
Dan kini, sudah bertahun-tahun berlalu. Jarang sekali untuk kami bertemu karena kesibukan dan jarak yang jauh.
Aku membuat cerita ini dengan tujuan sebagai salah satu rekam jejak hidupku. Yang kelak bisa aku baca ulang untuk mengenang kisah cinta, persahabatan, dan yang lainnya.
Aku, dia, bahkan semua orang yang ada di cerita ini, kini masih meneruskan hidup kami.
Aku dan dia mungkin sudah tak bersama.
Aku dan teman-temanku mungkin sudah berpisah.
Tapi, cerita ini belum berakhir.
Karena akan ada banyak hal yang bisa terjadi kapanpun, apapun itu, dimanapun dan tentunya atas takdir yang telah dibuat oleh Sang Kuasa.
//
MEMPERSEMBAHKAN!!!
Shelma Karina
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Galang Airlangga
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
//
Actually, intinya masih sama ini tuh. Masih ceritanya Galang sama Shelma.
Walaupun aku ganti judulnya, ini masih nyambung juga kok.
Konsep cerita ini tuh aku gak nuntut selesain ceritanya kapan bahkan aku gak tau cerita ini akan selesai kapan, berapa chapter, dan gimana endingnya nanti. Aku mau sok-sokan nulis sesuai takdir aja gitu. PAHAM GAK LO?
Bahasa yang gampangnya sih, aku mau kasih cerita ke kalian yang ngasih tau kalau misalnya mati sekalipun gak mengakhiri semuanya. Jadi orang-orang ini masih menjalani hidupnya, masing-masing hidupnya masih berjalan. MAKANNYA AKU BUAT JUDULNYA CERITA INI BELUM BERAKHIR.
gituloh...
Dan di atas itu, aku sengaja ga kasih spesifik wajahnya. Kalau katanya style gambarin sifat seseorang, ya, kalian bisa liat sendirilah mereka kayak gimana.
Aku akan revisi beberapa doang. Mungkin kalau yang udah pernah baca akan nemuin yang ga beda jauh. Tapi kalau yang belum baca, HAI! SEMOGA SUKA YA!
• Published on February, 2019 • • Republished on June 23, 2020 •