18

4.7K 524 36
                                    


Ost : D'Paspor - Rasa yang Tertinggal

**

Reza terlihat melompat kecil saat mendengar suara musik mengalun kuat di aula tempat biasa adanya wisuda. Penyambutan mahasiswa baru memperlihatkan jurusan seni meramaikan acara, salah satunya (Namakamu) yang dance di depan saat ini.

Semua laki-laki termasuk mahasiswa baru berteriak kesenangan saat disuguhkan wanita cantik menari dengan lihai. Reza memang terpesona melihat (Namakamu) yang menari, auranya terlihat mempesona.

Iqbaal yang berada di samping Reza hanya dapat menghembuskan napasnya berulang kali untuk menetralkan rasa panas di dadanya.

"Sabar... sabar.. itu hanya pertunjukkan untuk kepentingan kampus. Iya, hanya kepentingan kampus.. ," gumam Iqbaal terlebih untuk dirinya sendiri. Iqbaal terlihat mengusap dadanya dengan rahangnya yang mengeras.

Reza yang sejak tadi melompat-lompat pun berhenti sebentar, dan memiringkan tubuhnya menghadap Iqbaal yang ada di sisinyaa.

" Lo tadi bilang apa ?" tanya Reza dengan suaranya yang keras. Suara musik tarian itu sangat keras, sehingga suara untuk berbicara juga sedikit dibesarkan bahkan berteriak.

"Jangan liatin pacar gue,"ucap Iqbaal.

"Ha? Makan? Emang lo belum makan? " teriak Reza.

Iqbaal menatap Reza heran. Reza juga mengerutkan dahinya tetapi badannya masih bergoyang mengikuti irama.

"Siapa bilang makan? Gue bilang jangan lihatin pacar gue! " ucap Iqbaal dengan sedikit keras.

"Ooh.. pancake. Jadi, lo mau makan pancake? Oke, setelah acaranya selesai." Reza bahkan menyenggol pelan bahu Iqbaal lalu kembali melompat.

Iqbaal memberantaki rambutnya dengan kasar, lalu dengan kuat memukul kepala Reza dari belakang. Reza mengaduh kesakitan, ia menatap Iqbaal yang terlihat menatap datar ke arah panggung.

"Lo kan yang mukul kepala gue?" tanya Reza yang sedikit berteriak sembari mengusap kepalanya.

Iqbaal berpura-pura mengangkat kedua bahunya dengan wajah polosnya, ia menunjuk ke arah belakang Reza dengan jempol. "M a b a, " eja Iqbaal tanpa suara.

Reza dengan cepat menatap arah belakangnya. Seorang gadis cantik yang tersenyum melihat Reza, dan Reza menyipitkan matanya tanda ia tidak senang.

Iqbaal yang melihat itu hanya menggeleng dengan senyum kecilnya.

"Bego." Lalu kembali mendengus tidak senang dengan laki-laki di sekelilingnya – yang terlihat memuja (Namakamu).

**

Iqbaal tersenyum melihat (Namakamu) terlihat membawa banyak tas. Dengan cepat, Iqbaal berlari kecil menghampiri (Namakamu). (Namakamu) yang melihat kekasihnya belari menghampiri dirinya pun juga ikut tersenyum, pasalnya sejak pagi ia belum menyapa manja kekasihnya itu.

Iqbaal dengan lembut menarik (Namakamu) ke dalam pelukannya, ia mengecup kilat puncak rambut kekasihnya, lalu memeluknya dengan gemas. (Namakamu) yang berada di pelukan Iqbaal hanya dapat memejamkan matanya sembari menghidu aroma aftershave Iqbaal, aroma kerinduannya.

"Kangen banget," bisik Iqbaal dengan suara beratnya.

(Namakamu) melepaskan pelukannya dengan Iqbaal, Iqbaal yang tidak rela pun hanya dapat melepaskannya dengan bibirnya yang mengerucut imut. "Aku bau, soalnya keringatan dari --- IQBAAL!" terdengar teriakan (Namakamu) saat Iqbaal menggendongnya ala bridal style.

Tatapan iri di sekitar mereka pun tampak sekali, bahkan menjerit kecil saat melihat Iqbaal tertawa melihat kekasihnya memekik.

"IQBAAL! TURUNIN! " teriak (Namakamu) di dalam gendongan Iqbaal.

Mrs. Happy EndingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang