9

3.4K 470 15
                                    

Kini, semua mengetahui bahwa Sherly dan Iqbaal telah menjadi sepasang kekasih. Kedua panutan sekolah ini menjadi pasangan yang sangat diiri-iri,'kan banyak yang telah menebak mereka akan menjadi pasangan yang sempurna, pasangan yang akan menjadi sejarah di sekolah mereka ini.

Tapi, mereka sama sekali tidak mengetahui di balik kisah sebelum Iqbaal dan Sherly menjadi sepasang kekasih. (Namakamu) mengulas senyumnya saat melihat Sherly bahagia bahkan ia sudah tertawa bersama teman-teman segerombolannya. Bagi (Namakamu), itu sudah cukup untuk merasakan kebahagiaan.

Saat (Namakamu) membalikkan posisi tubuhnya, ia terkejut melihat Iqbaal telah berada di dekat dengannya. (Namakamu) membolakan kedua matanya, sangking terkejutnya ia memundurkan dirinya yang berada di dekat Iqbaal, tetapi itu membuat keseimbangannya hampir hilang jika Iqbaal tidak benar-benar menangkapnya.

Iqbaal melingkarkan salah satu tangannya di pinggang (Namakamu), dekat .. sangat dekat hingga mereka yang melihatnya itu adalah mereka akan berciuman.

Iqbaal menatap kedua mata indah (Namakamu) dengan lembut Iqbaal mendirikan (Namakamu).

Dengan cepat pula, (Namakamu) melepaskan lingkaran tangan Iqbaal dan mulai menjaga jarak dari Iqbaal. Iqbaal yang melihat (Namakamu) – yang menjauh darinya pun hanya dapat menatap (Namakamu).

"A.. ada apa ?" tanya (Namakamu) dengan suara yang terdengar gugup

Iqbaal menatap (Namakamu) dengan tatapannya yang sendu, " Lo dari mana? Gue tadi datang ke rumah dan lo udah pergi. Gue telepon juga nggak ada lo angkat," ucap Iqbaal membuka pembicaraannya dengan suara beratnya.

Iqbaal benar-benar mencari (Namakamu) bahkan ia telah menunggu lama (Namakamu) di depan rumah. Tapi, yang ia tunggu tidak kunjung datang bahkan ketika Iqbaal meneleponnya pun tetap tidak ada jawaban sama sekali.

(Namakamu) mencoba melirik ke arah Sherly, gadis itu melihat ke arah mereka. (Namakamu) menghembuskan napasnya yang berat.

"Gue ada piket pagi jadi gue harus datang pagi-pagi. Soal panggilan lo tadi itu... sorry baterai gue low – gue nggak sempat nge-cas," balas (Namakamu) dengan suaranya yang ia coba sedatar mungkin.

Iqbaal masih menatap (Namakamu) dengan tatapan sendunya, ia benar-benar tahu jika (Namakamu) itu menjauh darinya, sangat jauh hingga sulit untuk dijangkau oleh dirinya.

"Lo pergi dengan siapa ?" Kini suaranya terdengar sangat berat.

(Namakamu) kembali melirik ke arah Sherly, Sherly benar-benar marah terlihat wajahnya yang sudah memberengut kesal. (Namakamu) tidak ingin Sherly sedih kembali karena dirinya.

"Gue pergi sama Bryan. Lo kenal Bryan,'kan ? Jadi, lebih baik lo jangan di sini. Gue pergi,"

(Namakamu) pergi meninggalkan Iqbaal dengan segala perasaannya yang masih menyimpan emosi. Iqbaal melihat kepergian (Namakamu) yang sama sekali tidak mau melihat ke arahnya, Iqbaal mengacak rambutnya dengan kesal.

Sherly bersedekap dada dengan tatapannya mengikuti ke mana (Namakamu) berjalan, lalu ia mengalihkan tatapannya kepada Iqbaal yang tampak kesal terlihat penampilannya yang berantakan.

"Gue bakal buat (Namakamu) benar-benar menjauh dari kehidupan Iqbaal, gue bersumpah!" ucap Sherly dengan penuh kepastian.

**

(Namakamu) mencoba berjalan secepat yang ia bisa, ia ingin menumpahkan air matanya sekarang tapi tidak tahu harus di mana. Ia ingin menangis, ingin sekali menangis. Kedua matanya terlihat dipenuhi oleh airmata.

"(Namakamu).."

Terdengar suara panggilan entah darimana asalnya, tapi (Namakamu) tidak mau menanggapinya. Ia terus berjalan secepat yang ia bisa, tidak peduli dengan orang-orang yang ia tabrak saat ini.

"(Namakamu)...."

Kini (Namakamu) terhenti karena tarik 'kan kuat di bahunya – membuat (Namakamu) akhirnya berhenti dan menghadap ke arah pemanggil namanya.

"Izzatil.." lirih (Namakamu) dengan sangat pelan.

Pertahanannya kini tidak dapat lagi ia bendung, airmatanya jatuh begitu saja tanpa ia sadari. Izzati sebagai sahabatnya yang selalu ada di mana pun dia berada – hanya dapat memeluk (Namakamu) dengan erat.

"Maaf, gue baru ada disaat lo lagi butuh bahu," bisik Izzatil dengan pelan.

(Namakamu) mengeluarkan tangisannya di pelukkan sahabatnya.

'Kembali ke rumah ku yang nyaman.'

**

"Gue udah bilang dari awal tentang Sherly – dan lo masih mau membahagiakan perempuan nggak tau diri itu ? Ini antara bego sama bodoh," ucap Izzatil dengan kesal.

(Namakamu) hanya tersenyum masam mendengar ucapan Izzatil, ia pantas juga dimarahi oleh Izzatil.

Izzatil menghela napas dengan pelan, ia memeluk bahu sahabatnya sembari mengusapnya dengan lembut. "Ada kalanya roda itu berputar. Terkadang kita di atas, terkadang kita di bawah. Tapi, itu bukan suatu hal yang perlu kita tanya-tanya, namun disyukuri," Izzatil melirik (Namakamu) " Lo mau lepas dari Iqbaal?"

(Namakamu) terdiam, ia benar-benar terdiam.

"Lo benar-benar yakin mau lepas dari Iqbaal ?" tanya Izzatil dengan memastikan.

(Namakamu) menganggukkan kepalanya dengan pasti setelah ia memikirkan segalanya pertimbangan.

"Pacarin setiap anggota basket. Gue mau lo jadi 'pemain cinta'."

"Maksud lo apa ? Lo kira—"

"Sakiti hati Iqbaal dan dia akan jauhi lo. Gue mau lo jadi bad girl yang berpacaran hanya untuk kesenangan dan putus karena bosan. Gue mau lo nggak lemah kayak gini, (Namakamu). Gue mau lo bebas dari kepolosan dan kebaikan hati lo yang keterlaluan. Everything can changes,"

Izzatil menatap (Namakamu) dengan tatapan sedihnya. Ia benar-benar tidak tahu lagi harus bagaimana untuk membuat (Namakamu), sahabatnya – untuk tidak dijatuhkan oleh orang-orang jahat.

"Anggap bad girl lo sebagai pertahanan hidup lo."

(Namakamu) menatap Izzatil dengan lemah, " Cuma lo yang gue andalkan saat ini, Za. Kalau lo benar-benar ingin gue menjadi seperti yang lo mau, gue akan lakuin. Tapi, tuntun gue, Za," ucap (Namakamu) dengan tetesan airmatanya yang kembali jatuh.

Izzatil hanya kembali memeluk (Namakamu), ia pun bertekad untuk dapat menghancurkan Sherly dengan tangannya sendiri.

"Gue akan selalu ada di samping lo, (Namakamu)."

**

Bersambung..

P.S : Vote dan Komentar. Hanya itu gaji seorang Author.

Mrs. Happy EndingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang