Prolog

91 8 2
                                        

Pagi ini untuk pertama kalinya Syasa  melangkahkan kakinya di SMA pelita harapan. Hari ini adalah awal ia masuk sekolah baru sekaligus awal ia melaksanakan MOS. Ia nampak memakai pakaian hitam putih, rambut di kuncir dua, dan topi kerucut.

Suara para senior pun mulai terdengar di telingga. Dengan langkah malas ia berjalan menuju lapangan depan. Ia tak mau jika nanti ia terlambat, bisa-bisa ia langsung di kenal buruk di mata seniornya. Apalagi kakak OSIS nya galak-galak dan sekarang ia harus di bina oleh cowok yang pernah mengisi hatinya.

"Semuanya tolong baris yang rapi..." Ucap sesorang cowok dengan nada sedikit keras.

Mendengar haluan tersebut, semua siswa baru langsung baris dengan sangat rapi. Sialnya Syasa baris di bagian yang paling belakang, hingga membuatnya tak dapat melihat wajah tampan pria yang di sebut mantannya itu.

Upacara pembukaan MOS telah di mulai. Awalnya banyak murid yang bersemangat, ketika sampai di tengah acara, banyak siswa yang tak kuat dan pingsan.

Syasa terlihat tak kuat, namun ia tetap menahannya. Lama-kelamaan ia merasakan  pusing, dan pandangannya semakin kabur. Hingga ia terjatuh, seketika ada tangan pria yang sigap menangkapnya dengan kuat. Orang tersebut tak henti-hentinya memanggil nama syasa. Sayangnya, Syasa sudah tak kuat dan hilang kesadaran. Dengan cepat pria tersebut membawa Syasa ke UKS.

Sesampainya di UKS pria tersebut menjatuhkan secara pelahan Syasa di ranjang UKS. Ia menatap Syasa yang tak berdaya dengan menyungging senyum di wajahnya. Kemudian ia mencoba memegang punggung tangan Syasa secara perlahan agar Syasa tak menyadari.

Merasa ada tangan yang menyentuh punggung tangannya, ia mulai menggembalikan kesadarannya. Ia melihat pria yang masih di cintainya duduk di dekat ranjangnya. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini ia pura-pura masih hilang kesadaran dan memejamkan matanya. Namun ia masih bisa mendengar suara pria tersebut dengan jelas.

"Gue sayang lo sa..." Ungkap sang pria sambil mencium punggung tanggan syasa.

Tanpa Syasa sadari, ia mengeluarkan air mata dengan perlahan setelah mendengarkan ucapan pria tersebut.

Pria itu mulai beranjak pergi dari ruang UKS. Dengan sigap Syasa memegang pergelangan pria itu.

"Kenapa lo pergi?..." Tanyanya sambil memegang pergelangan tangan Syasa yang mampu membuat pria tersebut menghentikan langkahnya.
"Lo dah bangun..." Ungkapnya mengalihkan pembicaraan.
"Kenapa lo pergi?..." Tanyanya kembali.
"Gue nggak mau nganggu lo..." Jawabnya cuek.
"Lo bilang lo sayang sama gue, tapi kenapa lo malah pergi?..." Tanyanya dengan kalimat berbeda namun masih memiliki makna yang sama.
"Get well soon ya..." Pria itu melepas pegangan Syasa dengan lembut.
Kini terlihat punggung pria tersebut yang mulai menjauhi ruang UKS.

Syasa sudah terlihat sangat pasrah. Ia menumpahkan semua air mata yang sedari tadi di tahannya.

"Kalo lo sayang... Kenapa lo malah pergi. Kalo lo udah melupakan, ya jangan ngasih harapan." Batinnya dalam hati dengan terus-terusan mengusap air matanya.

***
Guys...
Gimana ceritanya?... Bagus nggak?...

Hayooo... Siapa yang masih sayang mantan...

Pokoknya update terus ya...😊

Love exTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang