• P R O L O G •

445 128 179
                                        

Aku lebih suka melihat foto karena tidak akan berubah walaupun yang ada didalam foto itu sudah berubah.
__________________________

Di sebuah ranjang rumah sakit seorang gadis sedang terbaring lemah. Ia mengalami koma hampir dua tahun lamanya semenjak kejadian itu. Dan hari ini pihak dokter menyuruh seseorang yang telah membawa gadis tersebut ke rumah sakit untuk membicarakan sesuatu. Yap... seseorang tersebut adalah Salva dia yang membuat gadis yang dihadapannya koma dan sekaligus yang membawanya ke rumah sakit sebelum orang tua gadis tersebut menetahuinya.

"Lo harus bangun, lo gaboleh kayak gini terus...gue kangen sama lo. Lo kayaknya suka banget gitu tidur terus dua tahun dan semuanya disini khawatir." ucap Salva kepada gadis tersebut sambil mengelus tangan gadis itu.Tangan yang selalu menolong disaat ia jatuh.

Tiba - tiba pintu dibuka betapa terkejutnya Salva ketika mengetahui siapa yang membuka pintu tersebut.

"Kamu!!! Kenapa kamu kesini hah? Kan sudah tante bilang jangan lagi kesini." dan ternyata adalah ibu dari gadis tersebut.

"Tante Salva, Salva bisa jelasin semuanya. Salva minta maaf udah buat semuanya sedih, Salva kesini hanya ingin menemui dokter untuk membahas sesuatu tentang anak tante."

"Yasudah sana temui dokter, Tante ikut tante hanya ingin memastikan."

"Tante tidak percaya pada Salva, Salva ini sahabatnya ."

"Apa kamu bilang? Sahabat? Apa ada seorang sahabat mencelakai sahabatnya sendiri dengan tangannya sendiri. Itu yang kamu bilang sahabat."

"Tante Salva bisa jelasin, Salva gatau kalo semuanya jadi kayak gini."

"Sekarang kamu segera pergi dari hadapan tante...PERGI!!!"

Salva hanya pasrah mungkin benar penyesalan datang hanya di akhir. Inilah akhir dari penyesalan yang telah dilakukan oleh seorang Salva. Ia memutuskan untuk menemui dokter dengan air mata yang masih menetes deras.

***

Salva telah sampai di depan ruangan dokter semoga baik - baik saja ucapnya dalam hati dan akhirnya ia membuka pintu ruangan tersebut.

"Selamat siang dok." ucap Salva dengan ramah.

"Oh...nona Salva?" Balas dokter tersebut dengan tersenyum ramah.

"Iya...ada apa dok dengan kondisi teman saya?" tanya Salva khawatir

"Pihak rumah sakit meminta kamu menandatangi surat ini." Dokter tersebut memberikan surat ke pada Salva, ia merasa heran lalu mulai membaca surat.

Melepas alat - alat yang dipasang? tanya Salva didalam hati.

"Maksut dokter saya disuruh menandatangi surat ini agar bisa melepas alat - alat yang terpasang di tubuh teman saya selama ini?"

"Betul, sekali."

Salva menggeleng - gelengkan kepala tanda ia tidak setuju, "Tidak, teman saya masih hidup dokter. Jangan di lepas dia nanti tidak bisa cepat sadar."

"Untuk itu nak Salva, temanmu itu jika terus dibuat sadar sudah tidak bisa dan kini pihak dokter ingin melepas alat - alat bantu tersebut. Jika terus dipasang malah nambah temanmu itu tambah sakit."

"Tidak dok, teman saya itu kuat di akan segera bangun dok percaya pada saya." Ucap Salva dengan deraian air mata.

"Tapi---" balasan dokter tersebut terpotong oleh ucapan Salva, "Beri waktu teman saya satu minggu dok, kalau tak terjadi apa - apa setelah itu saya akan kesini kembali menemui anda." Permintaan Salva diangguki oleh dokter tersebut.

Lalu Salva tersenyum getir dan ingin menuju ke rumahnya sementara ada seseorang yang sedang berdiri dibalik pintu mendengar percakapan Salva dan dokter tersebut. Ia adalah Ibu dari gadis yang sedang koma.

***

Setelah sampai di rumah lamanya, ia langsung berjalan gontai ke kamarnya yang berada di atas. Ia membuka kamarnya wangi lavender kamarnya masih terasa, bahkan barang - barangnya masih tertata rapi dan bersih disana karena Bi Inah pembantunya sangat telaten dalam membersihkan kamarnya setiap hari.

Lalu mata Salva tertuju pada sebuah bingkai foto diatas meja belajarnya dan meraihnya. Setetes air mata menetes lagi - lagi dan ia segera menghapusnya.

"Lo harus kuat ya...maafin gue udah buat lo koma kayak gini." ucapnya sambil melihat sebuah foto.

Didalam foto tersebut terdapat dua orang perempuan yang satu Salva dan satunya temannya. Dan sekarang temannya itu sedang ada di rumah sakit sedang koma.

"Maafin gue...mungkin maaf gue gak berarti sama apa yang udah gue lakuin, lo punya satu minggu buat sadar..."

"O iya lo belum tau dua minggu lagi gue tunangan, sama seseorang dan gue harap setelah sadar lo mau nerima kenyataannya."

"Non baru pulang ke Jakarta atuh...kok sudah nangis aja. Kasian air matanya mubadzir kalo dibuang - buang." ucap Bi Inah dengan memberikan segelas susu hangat pada Salva.

"Oh...mungkin karena sahabatnya non yang dulu itu ya non...kalo bibi boleh tau emang apa penyebabnya sih non. Sampai setelah kejadian itu non tinggal di Jerman."

"Saya yang nyebabin teman saya koma bi." Mendengar ucapan Salva Bi Inah terkejut dan Salva mulai menceritakan kejadian dua tahun lalu yang menimpanya.

●●●

To be continue...don't forget for like and coments.
Author balik lagi...😗 penasaran gak😂 siapa yang koma itu?

® 2018 dragonX_ullya

SALFAREWhere stories live. Discover now