Jealous?

921 169 22
                                    

Jisoo's Point of View


"Jadi cewek tadi itu senior yang suka ngejar-ngejar lo?"

"Iya, Kak."

Mata gue mengikuti gerakan tangan Jonghyun yang nuangin air di gelas dan menaruhnya di depan gue.

"Populer juga ya lo,"

"Hehe," dia senyum malu-malu. "Nggak kok, Kak."

Gue menggigit bibir bawah gue, berpikir apakah gue harus benar benar nanyain pertanyaan yang mengganggu benak gue berapa hari ini.

"Lo..."

Jonghyun mengangkat kedua alisnya, menunggu kata-kata yang gue tahan.

"Kenapa lo nggak bilang aja kalo lo udah punya pacar?"

Pupil mata gue bergetar nunggu jawabannya dia. Gue berharap jawabannya bakal beda dari yang diucapin Minhyun malam itu. Tapi—

"Udah sih Kak. Tapi dia tetap nggak nyerah,"

—ternyata bener. Ngapain sih gue harus nanya pertanyaan bodoh kayak gini. Malah tambah sakit hati kan.

"Soalnya teman-teman kelas saya pada ember kalau saya cuma bohong doang. Emang kenyatannya gitu sih, saya nggak punya pacar. Jadi nggak bisa ngelak,"

Mata gue yang udah bulat bertambah bulat lagi ngedengar lanjutan kata-katanya. Loh, jadi ini yang benar siapa?

"Bohong," gue natap dia datar. "Kata Minhyun lo udah jadian,"

Alisnya Jonghyun mengernyit. "Kata Minhyun? Loh, kakak kapan ketemu Minhyun?"

"Berapa hari lalu di acara kampus sama Seongwoo. Lo waktu itu nggak bareng mereka, karena katanya lagi ngejemput pacar..."

Jonghyun ketawa, "Bohong tuh dia Kak. Jangan percaya,"

Ya gue juga berharap dia bohong dan lo yang bener.

"Kak,"

"Hah?" Lamunan gue akan siapa yang bener dan siapa yang bohong buyar seketika ketika Jonghyun manggil, dan entah sejak kapan dia ngeliatin gue sambil senyum menyeringai kayak sekarang ini.

"Kakak cemburu ya?" celetuknya.

"NGGAK!" bantah gue cepat.

Jonghyun cuma ketawa kecil lagi terus ngangguk dan nyendok nasi goreng-nya. Emang ketahuan banget ya kalau gue cemburu? Atau pertanyaan-pertanyaan gue sebelumnya nampakkin kalau gue cemburu? Ah, kenapa juga sih gue harus ngebantah sambil teriak gitu, kan jadi jelas banget.

"Kak, mie-nya udah ngembang tuh." Jonghyun nunjuk ke arah piring gue pakai garpu-nya.

Duh karena terlalu serius ngomong, gue sampai nelantarin ini mie. Nggak enak dimakan kalau udah ngembang gini.

"Mau saya pesanin lagi kak?" tawar Jonghyun. Gue menggeleng pelan. Lagipula gue juga udah nggak nafsu makan lagi gara-gara perbincangan tadi.

"Terus kakak nggak mau makan?"

"Udah nggak nafsu," jawab gue sekenanya.

Jonghyun ngeletakkin sendok dan garpunya terus natap gue. Tatapannya kok serius banget sih, gue kan jadi gugup.

"Terus kalau kakak sakit perut nanti, gimana?"

Gue cuma diam sambil natap dia balik. Mata-nya kok indah banget ya, kayak berkilau-kilau gitu. Lebih cantik daripada mata gue kayaknya.

"Makan ya Kak," Ekspresi Jonghyun melembut dan seulas senyum muncul gitu aja di wajahnya dia, "Saya pesanin lagi ya."

Jonghyun berdiri dari kursi-nya terus pergi ke mbak-mbak yang punya warung.

Waduh dek, jangan gini dong. Gue kan tambah baper jadinya.

===


Jonghyun's Point of View


"Jonghyun, gue mau jujur."

Kehadiran Minhyun yang tiba-tiba di samping, membuat gue terlonjak kaget. Kelinci milik Lab yang lagi gue kasih makan juga ikut kaget. Alhasil, dia lari lagi ke sudut kandangnya. Duh padahal gue pendekatan sama Kelinci ini itu hampir setengah jam, biar dia mau makan. Habisnya malu-malu banget, makan aja harus sama orang yang biasa ngerawat dia.

"Jujur apaan?" sahut gue agak kesel dikit. Gue masukin tangan gue ke dalam kandang dan berusaha meraih kelinci itu.

"Sebenarnya gue nguping pembicaraan lo sama Kak Jisoo waktu di Lab kimia itu,"

Gue langsung naruh wortel yang ada di tangan gue, terus ngelirik Minhyun nggak percaya. "Lo sejak kapan ada bakat nguping?"

"Nggak sengaja. Waktu itu gue mau ngecek keadaan lo yang kata anak-anak kena pecahan kaca, terus ngedengar kak Jisoo bilang kalau dia udah punya cowok. Terus pas pulang juga, gue nyusul lo ke Lab karena lo lama banget disana. Eh nggak tahunya, gue ngedengar lo ngungkapin perasaan ke dia. Gue juga kaget bro," ujar Minhyun panjang lebar.

Gue mendesah terus nyilangin kedua tangan di depan dada. "Terus kenapa lo baru jujur sekarang?"

"Yah... gue nggak bilang apa-apa. Takutnya lo malu lagi karena ketahuan ditolak orang,"

Gue ketawa ngedengar penjelasan Minhyun. "Kenapa gue harus malu sama lo? Kita itu udah 5 tahun sepiring sama sebantal, nggak ada yang perlu dimaluin."

Gue mengalihkan pandangan ke arah kandang lagi, dan ternyata wortel yang gue taruh disana udah nggak ada. Gue lihat ke bawah, tapi juga nggak ada. Gue nengok ke dalam kandang, dan ternyata tuh wortel udah dilahap sama Kelinci. Tinggal sisa berapa centi aja yang kelihatan di mulutnya dia. Bagus deh, gue nggak perlu susah-susah.

"Tapi bro, ada yang lebih penting!" seru Minhyun. Ekspresi-nya excited banget kayak si Seongwoo kalau mau ngasih gosip terbaru. Kebanyakan main sama dia nih anak.

"Apaan?" sahut gue malas.

"Waktu itu gue kan lagi nyantai tuh di kafe. Terus ternyata secara tak sengaja Kak Jisoo ada disana, duduk di belakang gue, tapi dia-nya nggak tau gue ada disana. Gue nguping pembicaraan dia sama temannya—"

"Nguping lagi kan lo," potong gue.

"Nggak sengaja elah. Nggak nguping juga, suara mereka juga bisa kedengaran jelas. Oke, intinya waktu itu gue ngedengar dia bilang....."

"Bilang apa?"

".....dia bilang kalau dia nggak pacaran udah berapa bulan. Kesimpulannya, waktu itu dia bohong sama lo."

Gue diam sejenak terus ngangguk, "Oh."

"Oh doang!?" seru Minhyun.

Gue menutup dan mengunci pintu kandang di sebelah gue. "Gue udah tau,"

"Tau darimana?"

"Dari Kak Seulgi dong," gue naruh kunci kecil kandang itu di dalam tas gue. Takutnya jatuh lagi kalau cuma gue taruh di saku. Terus gue dimarahin Kak Wendy.

Minhyun mengembuskan napas kesal. "Sia-sia dong gue ngejelasin panjang lebar tadi,"

"Haha, udah udah." Gue ngerangkul bahu Minhyun. "Lo udah makan belum? Gue traktir deh,"

"Traktir? Tumben lo. Dalam rangka apa?"

"Hm... dalam rangka melepas kejombloan gue beberapa hari lagi?"


===


Beberapa hari ini diriku lagi demam, makanya slow update



DEMAM WANNA ONE.

DEMAM GINGSULNYA WOOJIN :'D

Crush - Kim Jonghyun ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang