│0│Micin Berkedok Prolog

253 19 8
                                        

Anak lelaki itu berjalan santai sembari bersiul melewati koridor-koridor kelas yang cukup ramai sebab jam istirahat masih berlangsung. Para kaum hawa memandang takjub dirinya sementara para adam hanya mampu menghela nafas karena berani membandingkan diri mereka.

Dia menyeringai puas atas apa yang baru saja diperbuat. Bukan akibat pandangan-pandangan membosankan itu,  namun karena sesuatu yang lain menumbuhkan rasa senang membuncah dan terus mengukir senyumnya.

TAK!

Dan benar saja, sesuatu itu baru saja mengirim bumerang balik yang menghantam kepala jeniusnya.

Chaka berbalik sambil meringis merasakan botol susu plastik yang lemparannya menyerupai batuan meteor panas. Saat mencari sumbernya, dia menemukan kingkong betina sedang berdiri di pintu keluar kantin bersiap mengamuk serta menghancurkannya.

"Woi brokoli busuk!" Seru seseorang disusul teriakan membahana yang membuat orang-orang sekitar menutup telinga.

Gawat, bentar lagi gue tinggal nama nih. Batin Chaka mengingatkan.

Gadis itu tiba-tiba berlari menerjang Chaka yang seketika jatuh terduduk dengan kerah seragam ditarik kuat hingga mencekik lehernya.

"W-woi ap-apa-an nih?" dengan susah payah Chaka berucap yang dihadiahi tatapan laser tajam dari sang predator.

"Lo baru aja numpahin holy strawberry milk gue, dan lo tau artinya apa?" desisnya menahan hasrat membunuh. "Lo. Cari. Mati."

Tatapan Chaka membulat berusaha sekuat tenaga melepas cengkraman Quinnzy yang tidak main-main meski berbadan mini. Siswa-siswi lain yang menyaksikannnya hanya mampu melantunkan doa berharap Chaka bisa terbebas dari jeratan Quinnzy, tapi tidak sedikit juga yang menyumpahinya, salah sendiri mencari gara-gara dengan sosok beruang ganas.

"Okay-okay, susu lo bakal gue ganti tapi lepasin gue dulu." Cicit Chaka, akhirnya pasrah sendiri setelah mengingat motto hidupnya, "selamatkan dulu dirimu baru kemudian balaskan dendammu!" lagipula dia masih bisa mengusik gadis gila ini lain waktu.

Quinnzy mendelik antara percaya dan tidak pada percaya janji upil kambing ini, tapi selama susu strawberry mulianya bisa kembali utuh tidak masalah.

Dia pun melepaskan cengkramannya, Chaka yang sejak tadi lumayan sesak menghirup seluruh udara disekelilingnya sekaligus. Namun seakan belum puas Quinnzy menarik keras rambut coklat Chaka yang mengembang.

"Inget kalau lo nggak bawain sepuluh kotak susu strawberry dalam kurun waktu dua puluh empat jam, jangan harap lo masih bisa pake tangan lo buat nyatet dan ngitung algoritma..."

Peringatan terakhir yang diterima, Chaka nampak ingin protes tapi diurungkan. Dia tersenyum licik sekilas lantas mengangguk cepat agar jambakan dirambutnya segera lenyap.

Quinnzy bangkit dan berbalik ke kelas dengan mulut menggerutu sebab istirahat kali ini tidak mendapat jatah susu pink.

"Heran gue itu anak kok bisa kuat banget sih? Masa iya kekuatannya gara-gara setiap hari minum susu? Eh tapi dia cantik juga sih kalau lagi marah-marah, aish gue keknya geger otak deh makanya muji dia," gumam Chaka menyugar rambutnya hingga meninggalkan rontokan yang cukup banyak terselip dijemarinya.

KULDESAKStories to obsess over. Discover now