42. Murid Ban-tok-ci-bun

2.2K 52 0
                                    

Ji Bun berlutut dan menyembah tanpa bersuara, hakikatnya memang, dia sendiri tidak tahu apa yang harus dia lakukan untuk mengiringi upacara ini. Lalu berkatalah Ban Yong-siang lebih lanjut dengan nada kereng berwibawa. "Perguruan kita adalah Ban-tok-ci-bun (perguruan selaksa racun). Berdiri dan berkembang demi kesejahteraan manusia, hidup rukun saling membantu, membela yang benar menindas kelaliman, membantu yang lemah menumpas yang kuat dan jahat, takkan berbuat salah dan tidak menuntut kegaiban. Dapatkah kau mematuhinya?"

"Hamba bersumpah akan patuh dan taat!"

"Dengarkan tata tertib!"

"Tecu siap mendengarkan."

"Pertama dilarang berbuat jahat dan cabul, kedua dilarang mencuri atau merampok, ketiga dilarang membunuh tanpa berdosa, keempat dilarang membantu kejahatan atau kelaliman. Dapatkah kau mematuhi semua ini?"

Ji Bun mengiakan.

"Nah, sekarang dengarkan peraturan hukum. Mendurhakai perguruan dan leluhur, hukumnya mati. Mengajarkan ilmu beracun secara semena-mena dihukum gantung. Yang membocorkan rahasia perguruan dihukum mati. Berbuat kejahatan dan melanggar perikeadilan dihukum mati. Dapatkah kau mematuhi semua ini?"

Ji Bun mengangguk dan menyatakan patuh.

"Nah, sekarang kau boleh berdiri, nak."

Ji Bun berdiri lalu menghadapi Ban Yu-siong dan memberi hormat.

"Tidak perlu banyak adat, berdirilah!" wajah orang tua itu sekarang kelihatan welas asih penuh kasih sayang, sorot matanya yang tajam tadi telah lenyap, katanya sambil menuding bangku batu di sebelahnya: "Duduklah, kuingin bicara dengan kau."

"Terima kasih," ucap Ji Bun sambil duduk.

"Tuturkan riwajat dan asal usulmu."

"Tecu Ji Bun, keturunan Jit-sing-pang Pangcu Ji Ing-hong, anak tunggal dan mewarisi ajaran keluarga, tidak pernah berguru pada aliran lain."

"Baiklah, nak, dengarkan dengan cermat. Perguruan kita bernama Ban-tok-ci-bun, cikal-bakal kita adalah Kwi-kian-jiu yang tersohor sejak ratusan tahun hingga sekarang. Beliau bernama Le Bong. Perguruan kita diwariskan dari satu generasi kepada generasi yang lebih muda, setiap generasi , hanya menerima seorang murid, inilah peraturan yang diwariskan oleh cikal bakal kita dan pantang dilanggar, oleh karena itu ada larangan barang siapa yang melanggar aturan dan sembarangan mengajarkan ilmu beracun kepada orang lain, harus dihukum mati."

"Pernahkah Suthayco berkelana di Kang-ouw?"

"Sudah enam puluh tahun aku menyepi diatas gunung."

"Lalu generasi yang lalu ......"

"Cosuya (Cikal bakal) kita mewariskan aturan cara untuk mendapatkan murid, ini boleh dibilang sebagai rahasia perguruan kita pula. Pada dua ratus tahun yang lalu Cosuya secara tidak disengaja menemukan gua rahasia yang tersembunyi di celah-cela Kiu-coan-ho ini, maka sejak itu beliau lantas bersemayam dan mengasingkan diri di sini. Setelah menggembleng diri selama 60 tahun, bukan saja ilmu silatnya mencapai puncak yang tiada taranya, yang lebih penting beliau berhasil menyelami ajaran Tok-keng yang paling mendalam. Tiba-tiba timbul nalarnya yang luhur, jika ilmu-ilmu ciptaannya sampai putus turunan dan lenyap terbawa mati, kan amat sayang, namun beliau sudah bersumpah untuk mengasingkan diri, tak mungkin melanggar sumpah untuk keluar mencari murid ......"

Sampai disini dia berhenti sebentar, lalu menyambung, "Oleh karena itu Cosuya mendapatkan akal secara untung-untungan bagi yang berjodoh mendapatkan rejeki, beliau mencatat semua ciptaan ilmunya pada dua buah kitab, pada jilid pertama diterangkan, bagi seorang yang menemukan buku itu harus mempelajarinya dengan tekun dan rajin. Dalam jangka 10 tahun, jika mencapai hasil, boleh kemari untuk angkat guru dan memperdalam pelajaran jilid kedua. Jilid pertama dan keterangannya itu oleh Cosuya dimasukkan ke dalam sebuah gelembung kulit terus dilempar ke sungai biar terbawa arus, kemungkinan memang buku itu tidak akan ditemukan orang dan akan lenyap tak keruan parannya. Namun cita-cita Cosuya ini memang hanya dipertaruhkan kepada orang-orang yang kebetulan punya jodoh saja ......"

Hati Budha Tangan Berbisa - Gu LongTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang