Part 14

18.3K 1.3K 32
                                    

Happy Reading~~~~

Mumpung lagi bagus moodnya... kkkk~~~



Jimin POV

Bahagia. Satu kata itulah yang menggambarkan aku sekarang. Aku sudah menemukan belahan hatiku. Separuh jiwaku. Wanitaku. Ibu dari anak-anakku. Cintaku. Kim Hyerin yang sebentar lagi akan berganti marga menjadi Park Hyerin. Membayangkannya saja aku sudah begitu bahagia. Setelah hal bodoh yang aku lakukan dulu, sungguh aku sudah berjanji pada diriku sendiri akan menjaga dan membahagiakan Hyerin juga kedua anakku.

Seokjin Hyung juga sudah mau memaafkanku dan memberi kesempatan padaku. Keluargaku sudah tentu mereka sangat senang begitu tau kalau aku sudah memberi mereka cucu yang cantik dan tampan. Kedua malaikat kecilku. Hyejin dan Minji.

Setelah Hyejin keluar dari rumah sakit nanti, aku akan melamar Hyerin secara resmi, aku tidak ingin dia pergi lagi dariku, aku tidak ingin ada yang menyakitinya. Aku ingin menjaganya, aku ingin membahagiakannya, aku ingin dia menyempurnakan hidupku.

Aku tersenyum melihat Hyerin yang tidur dipelukanku setelah aku memaksanya tidur di ranjang yang sama denganku, aku tidak ingin dia tidur di sofa itu walaupun nyaman tapi aku tidak bisa membiarkan wanitaku tidur di sofa. Wajahnya yang cantik mampu membuatku hanya melihat dirinya, sifatnya juga membuatku tak bisa menjauh darinya. Aku benar-benar telah jatuh di pelukan Hyerin.

Sebenarnya apa yang aku pikirkan dulu saat menyuruhnya pergi dariku? Benar-benar bodoh. Tapi aku bersyukur dia kembali padaku. Biarkan ini berlanjut untuk selamanya ya Tuhan. Biarkan dia terus di sampingku. Menemaniku. Aku tidak mampu hidup jika dia pergi lagi dariku apalagi jika alasannya adalah karena kebodohanku.

Aku menatap wajah tidurnya, damai dan tenang. Begitu polos dan cantik. Aku mengeratkan pelukanku di pinggangnya, aku mengecup kepalanya pelan dan penuh kasih sayang, walaupun dia sudah tidur tapi aku ingin dia merasakan kalau aku benar-benar mencintai dan menyayanginya.

**

Hyerin menggeliat di dalam pelukanku dan menyamankan kepalanya di dadaku. Aku mendengar pintu yang terbuka dan mencoba melepaskan pelukan Hyerin di pinggangku, aku tidak mau membuatnya terbangun. Jungkook datang dengan Soojung yang membawa sarapan, aku membalas salam Soojung dengan menganggukkan kepala dan memberi isyarat untuk diam sambil melirik ke arah Hyerin yang masih tidur.

Soojung duduk di sofa merah sambil menata makanan, sedangkan Jungkook mengambil tas yang aku simpan kemarin di lemari baju pasien. Aku menghampiri Hyejin dan mencium keningnya.

"hei jagoan, ayo bangun. Hari ini kita pulang." Bisikku pada Hyejin, dia merespon dengan menggeliat dan memajukan bibirnya. Sungguh amat lucu sekali, kalau begini barulah dia terlihat seperti anak kecil.

"ngh, ayah. Selamat pagi." Sapa Hyejin dengan suara khas anak kecil bangun tidur.

"pagi juga jagoan. Ssssttt jangan berisik ya, ibumu masih tidur." Bisikku lagi, Hyejin pun menganggukan kepalanya dan masih mengucek matanya.

Aku membantu Hyejin untuk turun dari ranjang dan menggosok giginya. Setelah siap barulah ia berganti pakaian. Tangannya sudah terbebas dari slang infus dan itu memudahkanku untuk membantunya memakai pakaiannya.

Hyejin menghampiri Hyerin yang masih terlelap, mengecup keningnya dan mencium pipi kiri Hyerin membuatnya menggeliat pelan.

Hyerin mengerjapkan matanya perlahan dan langsung duduk begitu melihat Hyejin yang berdiri di samping ranjang yang ditidurinya sambil tersenyum lebar. Hyerin menggendong Hyejin dan mencium puncak kepalanya sayang.

I'M SORRY, I LOVE YOU [TERBIT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang