BAB 1 : Parkiran dan Pertolongan

77 28 38
                                        

Halo semua! Selamat datang di cerita pertamaku. Semoga kalian suka, ya! Jangan lupa tinggalkan jejak melalui vote dan comment.

Happy Reading! ✨📖

-----

Lampu merkuri di area parkir SMA Taruna Bangsa mulai meredup, memberikan kesan kuning temaram yang mencekam. Shannoya Amerta Valenrose berdiri gelisah di trotoar parkiran, berkali-kali mengecek layar ponselnya. Aplikasi ojek online-nya masih menunjukkan status "Mencari Driver", sementara jemputan langganannya tak kunjung membalas pesan.

Parkiran ini selalu lebih sunyi dibanding gerbang depan. Hanya ada deretan mobil mewah dan motor sport yang terparkir rapi dalam keheningan yang janggal. Karena merasa sudah terlalu sore, Shannoya memutuskan berjalan kaki menuju halte depan. Namun, langkahnya mendadak terhenti.

Di balik salah satu pilar beton yang besar, seorang pria bertopi hitam dengan jaket gelap berdiri menghadang. Shannoya terkesiap, jantungnya seolah berhenti berdetak sesaat. Ia mengenali postur itu sosok yang sama yang berdiri mengawasi rumahnya di Bandung seminggu yang lalu.

Tanpa pikir panjang, Shannoya berbalik untuk lari. Namun, gerakannya kalah cepat. Baru saja ia melangkah dua tindak, tangannya keburu dicengkeram kasar. Sentakan kuat itu membuat tubuh Shannoya tertarik ke belakang hingga ia nyaris kehilangan keseimbangan.

"Lepasin! Gue bilang lepasin!" Shannoya meronta, tapi pria itu justru menariknya paksa menuju sebuah mobil hitam yang terparkir di pojok gelap.

"Diam, atau ayah kamu yang akan menanggung akibatnya," desis pria itu tepat di telinga Shannoya.

VROOOM!

Suara raungan mesin motor yang ganas tiba-tiba membelah kesunyian. Cahaya lampu LED putih menyambar tajam, menyilaukan mata pria bertopi itu. Sebuah motor sport hitam berhenti dengan teknik stoppie yang sempurna tepat di depan mereka.

Ravin Lucian Moreau turun dari motor bahkan sebelum mesinnya benar-benar mati. Ia melepaskan helmnya, menatap pria itu dengan tatapan yang sangat dingin. Sebagai Ketua OSIS sekaligus pemimpin yang disegani, aura Ravin selalu terasa menindas.

"Gue rasa dia udah bilang lepasin. Kuping lo bermasalah?" suara Ravin rendah, penuh otoritas yang berbahaya.

Pria bertopi itu menyeringai dan bersiul pendek. Dari balik pilar-pilar lain muncul tiga pria tegap lainnya. Semuanya membawa aura mengancam.

"Cuma anak sekolahan," ejek salah satu dari mereka sambil mengeluarkan pisau lipat.

"Anak sekolahan, kata lo?"

Abim Lucian Ravenholt muncul dari balik deretan mobil, berdiri tegak di samping Ravin seperti tembok baja. Narendra Aurelius Castellan dan Jayden Elio Montverde menutup jalan keluar dengan langkah tenang. Sementara itu, Agam Silas Montgomery berjalan santai dari arah belakang, beralih ke mode predator dalam hitungan detik.

"Enam lawan empat. Kurang seimbang buat kalian, Bang," celetuk Harsa Bellamy Ashborne yang tiba-tiba sudah berada di samping Shannoya.

Berbeda dengan yang lain, Harsa adalah satu-satunya yang mengenali gadis itu. Dengan gerakan cepat, Harsa menarik Shannoya menjauh.

"Sini, Noy. Mending lo sama gue dulu."

Pertarungan pecah seketika.

Ravin melayangkan tinju pertama tepat ke rahang pria bertopi itu. Di sisi lain, Abim menghajar dua orang sekaligus dengan kekuatan fisik luar biasa. Agam bergerak lincah menghindari pukulan, sementara Jayden memberikan tendangan memutar yang mengenai tepat di dada lawannya. Shannoya menyaksikan itu semua dengan tubuh gemetar di balik perlindungan Harsa.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 03 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RAVINOYA ( On Going )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang