Bab. 1 (Biang Onar)

43.8K 569 12
                                        

Hari Senin adalah hari yang paling menyebalkan bagi seorang Axevier Alzeean. Dia adalah anak tunggal dari pemilik Andromeda High School. Jadi statusnya itu dia salah gunakan untuk menindas orang lain.

"Axe, ini sudah terakhir kalinya gue ingetin. Jangan telat, jangan telat, jangan telat! Lo ini ngerti bahasa manusia nggak sih?" teriak seorang siswi berkacamata.

Dia adalah ketua OSIS di Andromeda School. Kedisplinannya membuat semua murid menjadi tidak nyaman sehingga dia banyak musuh di sekolah tersebut.

Anzella Viorelly siswi berprestasi di sekolah itu. Dia mendapatkan bea siswa untuk bertahan di sekolah elit tersebut. Terlahir dari keluarga sederhana membuat Anzella sering diejek teman sebayanya. Akibat dari itu, dia tidak mempunyai teman di sekolah tersebut.

Axevier Alzeean menatap benci gadis yang ada di depannya. Dia selalu muak karena terus diatur. "Heh, cupu. Lo nggak takut sama gue? Sikap lo ini bisa ngebuat lo di DO."

"Yakin gue di DO, yang ada lo sendiri yang akan kena marah sama bokap lo. Pak Elang sudah menegaskan untuk menindak tegas murid yang bikin onar di sekolah. Termasuk lo ini biang onar dan biang rusuh!" seru Anzella tidak takut.

Axevier menggeram kesal, dia tidak bisa berkutik saat ketua OSIS l-nya itu menyebutkan nama Papanya. Hal itu digunakan Anzella untuk memberikan hukuman pada Axevier.

"Sebagai hukuman karena lo udah telat, haru ini lo bersihin toilet cowok. Ingat harus sampai bersih, kalau lo ngelanggar siap-siap gue aduin lo sama, Pak Elang," ucap Anzella tegas, dia tidak takut sama sekali dengan sikap badung Axe.

Axevier mengepalkan kedua tangannya, dia sangat membenci Anzella. "Tunggu pembalasan gue cewek cupu. Jangan harap lo bisa seenaknya setelah nyebut nama bokap gue. Ingat gue bisa lakuin hal buruk juga sama lo. Jadi berhati-hatilah."

"Cih, lo pikir gue takut? Nggak ada dalam kamus, seorang Anzella kalah sama cowok manja kayak lo! Berdiri angkuh cuma karena anak pemilik sekolah? Norak, nggak gentleman lo!" cibir Anzella pedas.

Axevier beranjak pergi dari halaman sekolah. Dia menuju ke kantin untuk mencari orang lain agar menggantikan hukumannya membersihkan toilet.

Sesampainya di kantin, Axevier duduk di kursi. Dia memesan minuman untuk menghilangkan dahaganya. "Sial si cupu. Nggak ada takutnya dia sama gue. Kira-kira apa kelemahan cewek itu ya? Apa yang harus gue lakuin buat ngebales perbuatannya? Sialan banget selalu ngancem gue pake nama Papa!"

Sejenak melamun datanglah sahabat-sahabat Axevier. Mereka duduk sambil menghibur kapten basketnya itu."Axe, pagi-pagi dah badmood. Kenapa? Dapet hukuman lagi dari Bu Ketos?" tanya Bagas.

"Cariin gue anak yang mau bersihin toilet. Kalau mereka nggak mau gebukin aja biar nurut! Enak aja mau ngehukum gue!" ucap Axe pada Bagas.

"Axe, Axe, harusnya lo kasih pelajaran aja sama Ketos cupu itu. Biasanya juga lo main sat set, Brow. Lah, ini tumben lembek gini? Ayolah tunjukkan kekuasan lo di sekolah ini. Masa iya prince of school jadi bulan-bulanan sang Ketos!" sahut Bagas jadi kompor.

Axevier langsung memberi tatapan maut pada Bagas yang memang suka menggodanya. Parahnya lagi, Axe selalu terprovokasi dan melakukan hal buruk.

"Pulang sekolah temenin gue buat ngasih pelajaran sama si cupu. Nggak bisa di biarin emang." Axe mendengus kesal. Dia berdiri untuk mengawasi pengganti hukumannya.

Ketiga teman Axe pun ikut ke toilet. Di sana sudah ada Anzella yang sedang berdiri sambil membaca buku. Gadis itu sudah tahu kalau hukumannya akan disepelekan.

"Akhirnya datang juga Tuan Muda Axevier yang terhormat. Daripada nongkrong nggak jelas di kantin, lebih baik selesaikan hukuman tadi. Ohh, atau jangan-jangan lo beneran nggak paham bahasa manusia ya! Keknya lo perlu terapi biar waras dikit!" seru Anzella ketus tanpa takut sedikitpun.

Kedua tangan Axe mengepal, dia berjalan cepat menghampiri gadis yang ada di depannya. "Lo jadi cewek berisik banget. Wajah jelek lo ini nggak pantes buat ngatain gue. Lo itu bukan level gue, anjing. Jadi stop berisik! Kalau nggak, lo akan tau akibatnya!"

Brakkk!

Axevier menendang keras pintu toilet. Dia pergi dan mengabaikan hukumannya. Anzella hanya menarik napasnya dalam-dalam. Dia harus bisa sabar demi bea siswanya agar terus berjalan.

Di Andromeda High School sangat menghargai siswa yang berprestasi. Salah satunya adalah Anzella, dia mendapatkan perhatian khusus dari pemilik sekolah yaitu Elang Pradipta ayah dari si kapten basket Axevier.

Axevier yang dikenal badung dan liar itu seringkali berulah di dalam maupun luar sekolah. Anzella mendapatkan tugas khusus untuk menertibkan Axevier agar menjadi siswa yang baik. Karena tidak ada yang berani menghadapi anak itu selain Anzella.

Selain badung, Axevier juga terkenal playboy. Dia sering bergonta-ganti pacar hanya karena bosan. Sungguh perbandingan yang sangat jauh dengan karakter sang Ayah sewaktu muda dulu.

Bel pulang sekolah berbunyi, Anzella bersiap untuk pulang. Dia memasukkan bukunya dan segera keluar dari kelas. Gadis itu berjalan melewati koridor.

Setelah pulang sekolah, Anzella harus bekerja partime di sebuah kafe. Dia terpaksa melakukan itu karena Anzella sebatang kara. Sudah setahun ibunya meninggal dunia. Jadi, dia harus mencari nafkah untuk dirinya sendiri.

Anzella sudah di depan pintu keluar koridor. Tiba-tiba, kejadian buruk terjadi. Seseorang dari atas menumpahkan air bekas cucian piring hingga mengguyur Anzella yang sedang berjalan.

Gadis itu terkejut dan basah kuyup. Dia mendongak ke atas kemudian melihat Axe yang sedang tersenyum sinis padanya.

"Mampus lo cupu. Semakin lo berani ngelawan gue semakin lo nyesel dan bakalan ngemis maaf sama gue! Emang cewek jelek kayak lo pantes sama air comberan. Bye cupu!" seru Axevier dari lantai atas.

Anzella tidak menjawab, dia mengambil ember tadi dan langsung berlari mengejar Axevier. Tak lama kemudian, dia sampai juga di atas. Tanpa basa-basi, Anzella menutup kepala Axe dengan ember tadi.

"Dasar cowok gila, lo pikir gue bakal diem aja gitu? Jangan mimpi di siang bolong, gue nggak akan biarin lo nindas gue seenak jidat!" teriak Anzella lantang.

Axevier langsung melempar ember tadi, dia ingin menghajar Anzella tapi ditahan oleh teman-temannya.

"Lo ngelawan gue terus dasar sinting! Sini gue habisin lo sekarang!" Axe mengepalkan kedua tangannya.

"Axe, stop! Ingat gimana pun juga dia cewek, Bro. Lo mau jadi pecundang beneran, berani sama cewek!" tegur Leo sambil menahan Axe yang sudah terpancing emosi.

"Tunggu pembalasan gue! Awas lo!" Axevier semakin benci dengan sikap Anzella yang tidak mau kalah. Dia hampir frustasi karena tidak bisa menaklukkan ketua OSISnya itu.

Anzella berdecak kesal. Dia harus mandi dulu karena tubuhnya bau dan kotor."Dasar anak Dajjal. Ibunya ngidam apa sih dulu, punya anak bikin amit-amit. Gue sumpahin lo jadi jones! Bikin kesel aja!"

Axevier Where stories live. Discover now