PROLOGUE

61 41 4
                                        

Kekuatan dan kekuasaan telah menggiring sedikit banyaknya manusia pada jurang kebutaan dunia yang fana; cinta, nafsu dan kebencian pun membawa selubung paradoks tanpa arah dan batas; mereka kian menabur kebencian pada yang menolak apa yang mereka percaya; memaki, mencekik, menikam, membunuh, semua dilakukannya.

Lantas bagaimana dengan dia yang terpisahkan dari huru-hara itu?
Ia yang tersusun atas banyaknya keping suratan cinta—oleh neraka.
Ialah Lyora—yang tak sedikitpun mampu menafsirkan dirinya sendiri; namun begitu lihai merangkai makna dan tafsiran atas 'mereka'. Ia yang tetap sunyi di tengah hancurnya harapan; ia yang tengah diselimuti oleh gelapnya alam sadar, saat itu; bak lentera temukan gelap nya; Arsenio—bersama segenap misteri yang dibawakan nya untuk dipecahkan oleh anak sang suratan neraka itu. Setidaknya, itu mampu untuk menunda angan ajalnya terwujud. Ia juga yang kian temukan celah di antara kekosongan dua bola mata teduh bak malam lelap itu, membuat Lyora jengkel menyadari kemungkinan ada orang lain yang 'terpisahkan' juga.

"I hate him, in a thousand reasons." -Lyora

Another POV:
“...I can't force her to love me. But I want to embrace all her darkness, dissolve, and drown in it. I want to see the world from 'her two eyes'." -Arsenio


______

Note:

Kalian bisa banget untuk screenshot bagian yang menurut kalian menarik/relate!
Juga kalian bisa untuk pasang di instastory dan tag akun ku biar teman-teman yang lain ikut baca cerita ini! ^^

Black Lily

Jangan lupa untuk vote di setiap chapternya ya!

Instagram: @/ysminnp1 dan @/vixen1_

BLACK LILYWhere stories live. Discover now