PROLOG

35 7 0
                                        

"Rezya ini aku, hihihi"

Cekikikan itu sontak membuat gadis yang tengah berbaring terkejut. Ia membulatkan matanya sambil terengah-engah.

Dia bangun dari tidur nya, tangannya menekan keras dada kirinya. Matanya berkaca kaca hingga cairan bening pun menetes membasahi pipi.

Ia mulai menangis tak karuan, begitu pilu yang terdengar dari tangisan nya.

Tak lama, pintu pun terbuka mempelihatkan seorang pria masuk kedalam. Tetapi dia membeku, menatap lurus ke arah gadis itu.

"Rezya" panggil nya lirih.

Gadis itu mendongakkan kepala nya, sambil memperlihatkan tangisan pilunya itu. Ia langsung menghampiri gadis itu, dengan raut wajah yang tampak tak percaya.

"syukurlah kamu sudah siuman" peluknya erat, merasa bahagia. Tak sadar, cairan bening menetes dipipinya. Ia segera mengusap dengan cepat, seolah tak ingin gadis itu mengetahuinya.

*
|
|
|
|
|

Hening, pelukan nya membuat rezya terdiam. Tatkala ia masih menitih kan air mata, tatapan nya kosong, sendu yang tergambar jelas di netra matanya.

"Rezz" panggil nya lembut melepas pelukan.

"Bunda.. silvia.. rakha.. kak re-"

"udah rezz"

"Lupain yaa" ujar nya tak tega, sambil mengusap pipi rezya dengan lembut.

Pintu terbuka, tampak dokter mulai masuk berbarengan dengan dua suster dibelakang nya.

"Dua tahun lama nya kamu berbaring, syukurlah sekarang kamu sudah siuman rez" ujar nya, hendak mulai memeriksa rezya.

"Rezz, aku keluar sebentar ya"

"al" rezya menggeleng, dengan mata nya yang tampak sendu itu.

"Gapapa rez, aku gak akan kemana mana" senyum nya, sembari mengusap lembut puncak kepala rezya. Ia pun beranjak pergi, meninggal rezya bersama dokter dan perawat yang ada.

*
|
|
|
|
|

20 menit lamanya, akhirnya pintu itupun terbuka, di iringi dokter dan suster yang keluar dari runga rawat rezya. Algozy beranjak dari duduk nya dan mengampiri sang dokter.

"Dok, bagaimana keadaan rezya"

"Dia memang sudah siuman, tapi dia belum pulih sepenuhnya, jadi dia harus di rawat hingga pulih total" ujar dokter itu.

"Baik dok, saya mohon lakukan semua cara agar dia bisa kembali seperti dulu" algozy memohon, matanya berkaca-kaca, hatinya pun rasanya tak kuat.

"Tentu saja, kami akan membuat rezya pulih total" ujar dokter itu, sambil menepuk pundak algozy.

"Terima kasih dok"

"Ohh iyaa, karna dia sudah lama bebaring mungkin dia akan sulit untuk berjalan kembali, jadi dia harus melakukan kontrol untuk bisa melemaskan tulang tulang nya itu agar dapat berjalan seperti sedia kala" seloroh dokter itu menjelaskan.

PAINFUL REMINISCENCE [HIATUS]Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora