Suara-suara jeritanku, permohonanku, terasa tenggelam dalam keheningan yang memilukan. Tak seorang pun yang mendengar, tak seorang pun yang peduli.
Aku merasa lelah, terlalu lelah untuk terus bertahan. Sampai kapan ketakutan ini akan menguasiku?
Duduk terdiam di sudut kamar gelap, aku membiarkan diriku tenggelam dalam bayangan-bayangan yang menakutkan. Hanya ada satu bayangan yang menemaniku, buku cerita tua yang menjadi tempatku menghibur diri dan lari dari kenyataan.
Mereka bilang, setiap cerita memiliki akhir yang indah. Sama seperti buku cerita ini, dimana seorang gadis yang bernasib malang dan teragis pada akhirnya hidup bahagia, diselamatkan oleh sosok pangeran.
Oh tuhan, aku tak kuat. Aku takut. Aku iri dengan gadis di cerita ini, dia memiliki pangeran yang menyelamatkan.
Aku berpikir, kapan pangeranku akan datang? Kapan aku terbebas dari belunggu ketakutan ini?
YOU ARE READING
Gelombang emosi
Teen FictionAku anak haram, Aku tak diinginkan, aku tak seharusnya lahir. Darah kriminal, darah pembunuh. Mengalir di tubuhku. * Nama dia Azalia Clara. Gadis paling aktif di sekolah, terkenal dengan keceriaan dan keramahannya. Nama dia Azalia Clara, tak ada yan...
