WARNING!!!
CERITA INI BELUM DI EDIT
MAAF KEUN JIKA ADA KATA, TITIK DAN KOMA YANG MASIH AMBURADUL.
With Love 😘
***
Jasmin tertunduk air matanya menetes, ia tidak sanggup lagi menahannya. Semua ini karena kedua orang tuanya, ia juga tidak mau terlahir sebagai anak haram, ia sudah menahan ini sedari kecil. Orang-orang sering mengejeknya – mengatainya anak pelakor. Anak dari hasil gelap kedua orang tuanya. Ia sudah muak, apalagi dengan rong-rongan orang ibunya kini.
"Apa tidak cukup aku terlahir dari hasil hubungan gelap kalian? Apa tidak cukup orang-orang mengataiku anak haram karena ibu sudah melahirkanku diluar pernikahan? Sekarang kalian ingin juga menghancurkan hidupku dengan menjodohkanku entah dengan lelaki mana. Pernikahanku batal juga karena kalian, kalian yang membuatku terlahir sebagai anak haram, kalian yang membuatku tidak diterima oleh keluarga tunanganku sendiri" Suara isakan Jasmin begitu pilu.
Pria yang sudah mulai dimakan usia di hadapan Jasmin menggaruk kepalanya, tidak tahu harus berkata apa sedang istrinya yang begitu syok mendengar ucapan sang anak sulung, memijit kepalanya yang tiba-tiba berdenyut.
"Aduh kepalaku" Gumaman Rahajeng membuat suami yang duduk di sampingnya mendekat.
"Honey, kau tidak apa?"
Ucapan lembut sang ayah membuat Jasmin muak, dulu ia berpikir tidak apa ia terlahir sebagai anak haram, toh sekarang keluarganya terlihat baik-baik saja dan Bahagia meski sesekali ada pertengkaran. Tapi batas toleransinya sudah diambang batas Ketika sang adik sudah lebih dahulu menikah, adik kembarnya yang terakhir juga sudah akan menyusul dan sekarang disaat itu malah pernikahannya yang tinggal menunggu bulan batal karena keluarga besar sang pria tidak merestui karena anak pelakor.
"Siapa yang mengataimu begitu?" Kini ucapan dan tatapan tajam sang ibu begitu menghunus, di sampingnya sang suami merengkuh bahunya menenangkan.
Suara isakan Jasmin membuat sang ibu kian meradang "Jadi gara-gara itu kamu tidak dinikah-nikahi? Dan sekarang malah ditinggalkan? Kurang ajar, seharusnya dari dulu kamu tinggalkan itu manusia, banyak laki-laki di luar sana yang pengen sama kamu. Anak-anak temen ibu banyak yang nanyak-nanyak kamu dulu, seharusnya tiap dia datang kesini ibu kasih minum racun tikus itu bajingan. Kurang ajar mempermainkan anak gadis orang, dia pikir dia siapa? Pangeran dubai? Pangeran Dubai aja mau sama anak ibu. Kamu sih, kenapa gak bilang dari dulu kalau keluarganya ngomongin kamu kayak gitu. Ini tinggal nunggu si bontot dilamar baru ngomong, ibu gak masalah sama usia kamu, yang ibu masalahkan hubungan kamu sama anak gak bener itu. Ibu udah curiga ada yang gak beres, masak berkali-kali kamu dilangkahi adik kamu dia masih diam aja. Biar ibu yang ngurus ini. Udah jangan nangis, buat ibu tambah kesel kamu"
Damian menghela napas, tidak biasanya sang istri tidak memeluk sang anak yang tengah menangis. Tangisan pilu sang anak sulung kian menjadi, Damian melepaskan sang istri dan mendekat kepada sang anak, mengelus kepalanya dan mengecup keningnya.
"Anak udah besar loh bu, bukannya ditenangin"
"Mas juga, bela-belain aja terus anaknya. Dia yang salah kok" Rengganis menatap Kembali anaknya "Udah lamakan mereka ngata-ngatain kamu anak haram? Mulut begitu kok dibiarin, ibu pernah ngajarin kamu ngemis-ngemis perhatian orang? Kalau memang mereka gak suka sama kamu tinggalin, banyak yang suka sama kamu"
"Ibu, Namanya anaknya juga usaha" Rengganis melirik sang suami tajam mendengar pembelaan itu.
"Orang kalau gak suka, ya tetap gak suka Walapun anak kita udah sesempurna itu. Ya orang kalau suka akan tetap suka, sejelek apapun kelakuan anak kita. Coba mas lihat, kurang apa anak kita? Cantik, pintar, apa-apa bisa. Banyak yang iri tuh ibu punya anak semanut dia, masakannya enak. Ibu-ibu ngantri jadi mertua dia" Tangan Rengganis tak bisa diam kala berbicara "Ini memang keluarganya aja yang kurang ajar, nyarik-nyarik celah anakku padahal anakku udah sempurna. Jangan nangis lagi, udah besar kamu itu seharusnya tau mana yang harus ditangisin, seharusnya kamu juga bersyukur, laki-laki pecundang memang bakalan mundur dengan sendirinya. Memang tuhan itu adil, kamu akan dapat yang lebih baik dari itu, ibu yang jamin"
KAMU SEDANG MEMBACA
JUST MINE
RandomPernikahan Jasmin yang sudah direncanakan beberapa bulan lagi gagal, keluarga calon mempelai pria tidak merestui karena Jasmin merupakan anak pelakor - kata mereka. Kemudian ibu Jasmin menyodorkan pria-pria untuk dijodohkan, disaat bersamaan ada adi...
