1.OPENING

6 1 0
                                        

Siapa yang udah siap kawal EXECUTE sampai ending????

Yuk absen sesuai jam baca kalian yukk!!

Happy reading:3

Play : 7 Rings


GADIS yang rambutnya dikucir kuda itu mengetuk-ketukan jarinya di meja sangat lama. Tubuhnya bersandar di tembok terbawa suasana karena angin yang berhembus sudah seperti menghipnotis. Dengan gerakan slowmotion Yolanda menyalin materi pelajaran sejarah yang di tulis Bu Sari didepan.

"Cepetan nulis, nanti ketinggalan gigit jari lo di suruh bersihin perpustakaan sama Bu Sari." Peringat cowok berambut ikal di sebelahnya. namanya Romeo tapi panggil saja Omen.

Jangan tanya kenapa, karena emang Yola juga enggak tau asal muasal sapaan itu. Dia cuma ngikutin suruhan Omen sendiri.

"Biasa, sengaja dia mah biar enggak nulis." Sahut Riko, cowok yang duduk dibelakangnya.

Yola berdecak kemudian menatap keduanya malas, "berisik lo pada, nyinyir mulu idupnya udah kayak emak-emak komplek."

"Lo emang paling engga bisa dikasih tau kalo soal kebaikan, La. Setan lo udah kebanyakan."

Omen mengangguk setuju dengan ucapan Riko, tak lama kemudian toyoran kencang mengenai kepala keduanya.
"sok iye lo pada, Bentaran lagi juga kumat!" Sungut Elsa ngegas.

"ELSA..!! ROMEO..!! RIKO..!! YOLANDA..!! STOP BERCANDA, CEPAT TULIS MATERINYA,"

mendengar teguran itu sontak keempatnya kembali fokus pura-pura menulis dengan khusyuk.

"La, malem ini lo free kagak?" Tanya Omen.

"Palingan tanem nanas baru buat rumah patrick." Jawab Yola bercanda.

"Patrick mah Batu anjing, batu!" ralat Omen lumayan ngegas.

Yola tertawa kecil, "santai bang, santai. ngomongnya gausah pake otot. nanti turun bero kasian lo, mana masih muda,"

"Terserah."

"Dih, kardun, Ngambekan lo kayak cewek," Ejek Yola.

Obrolan kecil itu mampu membuat Riko yang duduk dibelakang Yola terkikik geli. "Gausah ngambek, Om. Muka lo gak ada serem-seremnya, yang ada horornya kayak orang nahan berak."

"Panggil yang lengkap anjing Omen ya Omen jangan Om Om gue masih bujang." Omen mendelik kesal saat teman-temannya justru terkikik. "Bully aja gue bully sepuas lo pada, gue mah baik gapernah dendaman." Ketus Omen.

"Et deh jangan baper lo di becandain gituan, tau sendiri temen lo kalo ngomong ga pernah pake bismillah," lerai Elsa sambil mengelus bahu Omen dari belakang.

"Meskipun banyak benernya juga," lanjut Elsa.

"Kampreetttt lo pada!!!" Balas Omen diikuti tawa ketiga temannya yang sudah tak terbendung.

"Oke, oke, stop.." lerai Yola menghentikan tawa ketiganya, takut-takut kepergok nggak nulis kan BAHAYA!

"Mau ngajak gue kemana?" Tanya Yola.

"Club."

"Mau ngapain anjir, kepala gue aja sekarang masih pengar gara-gara kebanyakan minum semalem. Untung Elsa masih sadar jadinya dia yang anterin gue balik."

Elsa mengangguk setuju, "Lagian lo pada kalo ngasih minum nggak kira-kira. Tahu besoknya masih sekolah!"

Omen menyengir kemudian mengangkat jarinya membentuk peace "dalangnya ya yang duduk di pinggir elu, Sa."

EXECUTETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang