4 tahun yang lalu...
Shahira baru saja duduk di bangku SMP, dan ini minggu kedua ia bersekolah di SMP Tunas Bangsa.
Shahira sedang menunggu Ayah Azzam menjemput dirinya di Halte Bus dekat sekolahnya. Bel pulang sudah berbunyi sejak 1 jam yang lalu, tetapi Ayah Azzam tak kunjung menjemput nya juga.
"Aduhh, Ayah kemana ya? Kok udah jam segini belum datang juga" Shahira mulai gelisah, kala langit sudah mulai bewarna abu-abu tapi Ayah Azzam tak kunjung memunculkan tanda kedatangannya juga.
Tanpa ia sadari, di ujung jalan sana ada 2 laki-laki berbadan besar, mereka berdua berjalan menghampiri Shahira yang berada di Halte Bus.
"Sendirian aja Neng?" tanya salah satu preman tersebut.
Shahira menunduk takut, tangan nya sudah mengeluarkan keringet dingin dan jantungnya berdebar kencang dan sangat cepat.
"Ikut Abang yok, kita seneng-seneng" Shahira menggeleng takut.
"Udah lah bos, langsung bawa aja" ucap Kawannya preman itu.
Tangan Shahira di tarik oleh preman itu, tetapi dengan sekuat tenaga ia menolaknya dan terjadilah tarik menarik antar mereka.
Tiba-tiba saja motor sport datang dan memberhentikan motornya itu di depan Halte Bus tersebut dan melepaskan helm full face yang di kenakannya.
Seorang remaja laki-laki bertubuh tegap dan gagah menghampiri ketiga manusia yang sedang tarik menarik itu.
"Lepasin tangan kotor lo berdua dari tangan cewek itu" Ucap remeja laki-laki tersebut.
Kedua preman itu tampak ke takutan melihat remaja laki-laki ini dan melepaskan tangannya dari sang cewek dan berlari sampai terpirit-pirit. Entah apa yang membuat mereka berdua ketakutan seperti itu, padahal remaja ini hanyalah bocah ingusan yang masih duduk di bangku kelas 8 SMP.
Kaito berjongkok di hadapan Shahira, ia memegang tangan Shahira tetapi langsung di tepis oleh nya.
"Lo gapapa?" Shahira menggeleng.
"Gue Kaito, nama lo siapa? Gue anterin lo pulang ya?"
"A-aku nunggu disini aja soalnya Ayah aku mau jemput aku"
"Nanti lo kenapa-kenapa lagi, udah mau hujan juga. Gue anterin pulang ya?"
Shahira melihat ke arah langit yang sudah gelap gulita itu, ia juga melihat jam yang berada di tangannya. Sekarang sudah menunjukkan pukul 17.30 tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa Ayahnya akan menjemput nya.
"Yaudah, aku mau di anterin kamu pulang" Kaito tersenyum tipis, mereka berdua bangun dari posisinya masing-masing dan berjalan menuju ke arah motor sport milik Kaito.
Kaito naik terlebih dahulu, sementara Shahira ia diam saja. Jujur ia bingung bagaimana cara menaiki motor ini
"Kenapa diem? Buruan naik udah mau hujan"
"Emm, K-kak s-sebenernya aku ga tau cara naiknya gimana" ucap Shahira menunduk malu.
Kaito mengulurkan tangannya kepada Shahira. "Pegang tangan gue"
Shahira menggeleng kuat. "Bukan muhrim Kak"
Kaito menghelas nafasnya. "Tapi ini darurat, cepetan ga? Gue tinggalin ini nanti"
YOU ARE READING
Cinta Seorang Wanita Santri [TERBIT]
Teen Fiction[Series pertama Warrior] ❗Di larang memplagiat/menjiplak cerita saya, kalo ada yang ketahuan memplagiat/menjiplak cerita saya berurusan sama Allah❗ *** "Aku seneng deh bisa ketemu sama kakak" "Aku juga...
![Cinta Seorang Wanita Santri [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/294605895-64-k759852.jpg)