•••
Ini hanyalah cerita tak sempurna. Dari masing-masing tokoh yang menyimpan luka.
Dari tokoh yang berusaha menyimpan duka dalam dada ketika kehancuran menerpa. Walau dihadapan Tuhannya mereka tak akan bisa.
Dan berusaha bungkam dari semesta. Walau...
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.
Call me PAI or EPI. Okay?🔥
Pertama-tama aku mau ingetin bahwa apa yang aku tulis ini berdasarkan imajinasi aku sendiri. Dan SEMUANYA FIKSI. Bijaklah dalam membaca. Buang buruknya, ambil baiknya.
Cerita ini genrenya Teenfiction--Spiritual. Aku tulisnya nyantai, jadi kamunya bacanya santuy aja, cukup sabar kalau aku updatenya lama. Okayyyyy?
Mohon maaf apabila ada kesamaan nama tokoh, karakter, atau tempat, sekali lagi, cerita ini aku tulis berdasarkan imajinasiku sendiri.
⚠️⚠️PLAGIAT JAUH-JAUH!!️⚠️⚠️
Aku menulis karena hobby, bukan sebuah tuntutan. So, jika kalian suka dengan apa yang aku tulis, aku berterima kasih, tetapi kalau tidak, aku hargai.
Boleh memberi kritik, saran atau masukan, tapi gunakan bahasa yang sopan, jangan menjatuhkan. Kamu sopan, aku segan.
⚠️ Dan YANG PALING PENTING, jangan membawa karakter/tokoh lain diluar cerita ini, alias yang tidak ada sangkut pautnya dengan cerita ini. Dan ini berlaku tidak hanya di cerita ini saja, aku pikir semua author juga risih apabila ada yang membahas tentang topik yang jauh dari ceritanya.
Jadiiiiii, intinyaaaaaa, jadilah pembaca yang bijak. 🤎🤎🤎
Udah udah itu aja.
Wassalamualaikum
Hoppla! Dieses Bild entspricht nicht unseren inhaltlichen Richtlinien. Um mit dem Veröffentlichen fortfahren zu können, entferne es bitte oder lade ein anderes Bild hoch.