[18] So Tasteless

92 39 59
                                    



































♡♡♡


























"Seokjin Oppa?" Tanya Sowon sedikit kaget setelah melihat Seokjin yang tengah terduduk di sofa yang berada di ruang tamu rumahnya itu. Setelah tadi seorang pelayan datang ke kamarnya dan memberitahukan kedatangan Seokjin padanya.

Seokjin menoleh, ia langsung beranjak dari duduknya tepat saat Sowon tiba dihadapannya. Seokjin menatap Sowon dari atas rambut hingga ujung kaki, membuat Sowon sedikit heran padanya.

"Wae?" Tanya Sowon kemudian dengan wajah yang datar.

"Kau baik-baik saja, kan? Apa yang terjadi saat malam Kau pulang?  Apa ada sesuatu yang buruk? Ayo jawab!" Pertanyaan beruntun keluar dari mulut Seokjin yang membuat Sowon menyiritkan kedua halisnya.

"Apa yang Kau katakan? Oppa ada perlu apa kesini?" Sowon mencoba sedikit mengalihkan pembicaraan Seokjin.

"Jangan berbalik bertanya, Aku sedang bertanya padamu." Kata Seokjin dengan sedikit suara lantang agar Sowon tak terlalu berbelit. Sowon terdiam mendengar itu, ia tersenyum samar saat Seokjin lagi-lagi melakukan hal seperti ini padanya.

Melihat sepupunya itu yang terdiam membuat Seokjin mengehela nafas pendek, mengingat kejadian sebelumnya di villa.

"Argh, mianhe-yo... Aku tidak—"

"Ani-yo, Oppa tak perlu meminta maaf. Waktu itu perasaanku sedang kacau, eung." potong Sowon yang langsung terduduk begitu saja diatas sofa begitu juga dengan Seokjin, terduduk lagi ditempatnya tadi.

Seokjin memeluk Sowon singkat. "Baiklah, kalau begitu coba ceritakan padaku. Jangan membuat orang yang sayang padamu khawatir," pinta Seokjin setelah melepas pelukannya itu dengan tangan yang memegangi satu tangan Sowon.

Sowon melirikkan pandagannya pada wajah Seokjin lalu ia menceritakan kejadian yang menimpanya malam itu, tanpa ada yang terlewatkan.

Ditengah ruang tamu yang sepi, hanya terdengar suara detik dari jarum jam dinding yang terus bergulir ke kanan. Dua Kim itu tengah berbincang dengan seriusnya, argh maksudnya Seokjin yang serius mendengarkan cerita dari sepupunya itu.

Taehyung menghela nafas panjang sebari menyenderkan punggungnya pada bangku mobil, memejamkan kedua matanya. Tiba-tiba ada tangan yang mengusap lembut bahu kirinya, walau tak terlalu jelas tapi terasa.

"Kau akan segera mendapatkan jawabannya," bisik Jungkook tepat pada telinga Taehyung, kepalanya memaksa untuk menyelip diruang antara kursi dan jendela mobil.

Mendengar itu membuat Taehyung mengherjap kaget seketika setelah mendengar bisikan itu, kepalanya pun langsung menoleh kearah belakang dan mendapati Jungkook yang sedang tersenyum lebar disana.

"Kau?! Aku pikir hantu yang sedang berbisik tadi!" pekik Taehyung yang langsung membuat Jimin si tukang roasting pun menegakkan duduknya. 

"Hantu! Ouhh, hantu. Tolong buat Taehyung positive thinking, bisikanlah berbagai macam nasehat padanya!" seru Jimin dengan gerakan tangannya itu, membuat Suga yang sedang asyik membaca pun mendegus kesal karena suaranya yang lumayan lantang. 

Backstreet Idol Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang