11 l War

16 4 5
                                    

🍁Happy Reading🍁

°
°
°
°
°

×××

Kriingg...

Bel sudah berbunyi, tandanya waktu istirahat sudah datang. Ara, Sandra, Ana, dan Dhita masih berada di kelas.

"Kantin nyok, laper nih." Celetuk Dhita sambil mengusap - usap perut dari luar seragam.

"Yaudah yu."

Mereka pun pergi ke kantin. Saat melewati koridor dekat lapangan basket outdoor, Ara melihat ada yang sedang bermain basket dan juga Ara melihat ada sodaranya disana. Ingin sekali ia menghampirinya namun ia urungkan saat mendengar suara teman - temannya yang menyuruh untuk cepat jalan.

Namun berbeda di sisi lain.

Seorang lelaki jangkung, memiliki kulit yang putih, badan tegap, dan netra biru itu sedang latihan basket untuk turnamen yang akan di laksanakan 2 minggu lagi.

"Istirahat." Ucap Galih pada seluruh anggotanya.

Yap. Galih, Gio, Angga, Aldi, dan Erwin sedang latihan basket.

"Pulang sekolah lanjut." Setelah mengucapkan itu, Galih berjalan menuju kantin karena waktu sudah menunjukkan waktu istirahat.

"Woy tungguin ngapa!" Teriak Aldi.

***

"Misi, makanan datang." Seru Dhita sambil membawa nampan berisi makanan pesanan mereka.

"Asikk."

"Eh guys lo semua tau gak, katanya nih ya mau ada murid baru coy." Celetuk Dhita.

"Cowo apa cewe." Kepo Ana.

"Katanya sih cewe. Tapi gue gak tau juga sih, cuman denger - denger dari yang lain."

Semua yang mendengar pun hanya ber 'oh' ria. Dan melanjutkan makannya yang tadi sempat tertunda. Ara yang mendengar ribut ocehan para siswi yang melihat arah pintu masuk kantin dan ternyata kedatangan anggota inti The Black Eagle. Pantas saja.

'Eh ada cogan dateng.'

'Eh ada pacar gue.'

'Aaa Aldi tambah imut aja sih.'

'Galih tambah dingin aja sih.'

'Ka Gio kuuu.'

'Ya Allah nikmat mana lagi yang engkau dustakan.'

'Gila itu keringetnya ya Allah.'

Dan masih banyak ocehan - ocehan yang di lontarkan untuk Galih dan teman - temannya. Pantas saja sejak tadi kantin ramai dengan bisikan para cewe - cewe yang mengagumi anggota inti The Black Eagle yang datang dengan penuh keringat.

"Gak liat meja siapa?" Tanya Galih pada ke empat orang yang duduk di meja yang sudah menjadi ciri khas The Black Eagle dan tidak ada satu orang pun yang berani menduduki meja tersebut. Namun berbeda saat ini.

"Siapa lo ngatur - ngatur kita mau duduk di mana?" Jawab Ana dengan nada songong.

"Gak baca?" Balas Galih sambil menunjuk sebuah kertas yang berisi tulisan 'MEJA INI MILIK THE BLACK EAGLE. JIKA ADA YANG MENDUDUKI TEMPAT INI, KALIAN TIDAK SELAMAT.'

Ana pun hanya ber 'oh' ria dan mengacuhkan orang - orang yang di depannya sambil melihat nya dengan tatapan permusuhan.

"Pindah."

TBE [1] ~ ARAGA (On Going)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang