CHAPTER TWO

2.4K 96 1
                                    

Gue dan Titan itu sudah lama, lama banget deket. Ya gue tau, Titan itu cakep. Dan banyak yang suka. Tapi kenapa gue selalu kepikiran soal cewek itu? Emang urusan gue? Aduuh.. Zimo, kenapa lo gini sih!

"Hooaaammm.. Hell yeah, new day again huh?" gue masih ngantuk. Gara-gara mikirin cewek itu, gue gabisa tidur, alhasil? Kantong mata gue menghitam. Omgosh!

Gue melihat jam dinding, masih jam 5. Gue tidur dulu deh.

"Zimo! Bangun gih, udah jam 6 lewat, ini hari Senin loh." mama menggoyang badan gue.

"APA?! ADUH MA KENAPA GAK BILANG DARI TADI?!" gue mengambil handuk lalu lari pontang panting ke kamar mandi.

Seperti biasa, papa sudah menunggu di mobil sambil membaca koran hariannya.

"Eh Zimo, tumben rambutnya di urai?"

"Ikatnya di mobil aja, takut telat." papa mengernyitkan dahinya, seperti berharap putri semata wayangnya menjadi sedikit girly.

-----

Another daily life again. Huah. Gue bosen banget dah sama hari-hari ginian. Sekolah pulang makan tidur.

"Git, hari ini lo ada kegiatan, gak?" tanya gue.

"Ada sih, tapi gak terlalu penting. Emang kenapa?"

"Diving yok?"

"Palelu peang!! Enak banget lo ngajak! Berenang aja gue gabisa!! Ah!" bacot Gita menggema.

"Oke fine, lo gamau kan? Gue ajak yang lain"

-----

"Hai Zee" seseorang menepuk pundak Zimo unyu. Sontak gue menoleh ke arahnya.

Titan.

"Ngg.. Zee? Lo.. Manggil gue?" gue menujuk diri.

"Enggak kok, lo GR banget sih," gue tersenyum kecut, "yaelah gitu aja ngambek. Nanti gak laku loh"

Gak laku? Maksudnya?

"Oh ya, hari ini lo ada acara gak?"

"Rencananya sih mau diving, tapi gaada yang mau..." gue menunduk.

"Wah lo suka diving? Samaan dong? Kalo gitu sama gue aja? Balik sekolah langsung diving, yah?", gue cuma ber-oke ria lalu kami dipisahkan oleh bel tanda masuk.

-----

Gue pengen banget nanya tentang Kayla, tapi ... gue gak kuat.

Hari ini pemilu, karna gue udah ada KTP, tentu saja gue bakal nyoblos.

Di tps, gue bosen banget nunggu. Jadi gue ambil iphone dan cek timeline.

Hai, lagi di tps ya?

-Titan

Tanpa membuang waktu, gue buru-buru membalas smsnya.

Iya nih, lo sendiri?

-Zimora

Iya gue lagi nyoblos bareng Kayla.

-Titan

Deg. Gue merasa..

"Zimora Pantega!", oh giliran gue. Gue gak membalas sms terakhir Titan, yasudahlah.

-----

HEY GUYS!

Jangan lupa vote and comment;)

thank you!:)

OPERA LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang