CHAPTER FOURTEEN

1.3K 45 0
                                    

Hari ini, gue bakal ke Bandung. Yeay! Kebetulan kakak kelas 12 lagi UN, jadi adik kelasnya yang imut-imut libur deh. Gue menyiapkan barang-barang. Mulai dari beberapa lembar pakaian, peralatan mandi, dan tidak lupa juga.. Snack.

Bandung i'm coming!

Gue meng-update tweet.

Dan balasannya..

@gitacassandra9 :
@zeezimo acie cie ke Bandung! Gue ikutan woi

@ty_bostonn :
@zeezimo gue juga ke Bandung loh haha

Gue membalasnya satu persatu.

@zeezimo
@gitacassandra9 ayo buruan woi haha.

@zeezimo
@ty_bostonn woi UN sana lo haha!

Yep, Boston itu kelas 12, tua ya? Haha.. Makanya Boston udah kayak kakak bagi gue.

-----

"Zee, ayo kita berangkat!", mama memanggilku dari lantai bawah.

"Cuuss!", jawabku sambil membawa koper dan sling bag.

Gue berjalan keluar rumah dan memilih sepatu untuk dipakai. Kayaknya flat shoes bagus nih, gak deh sneakers aja. Sama bawa sepatu olahraga biar bisa jogging. Hehe

Kami akan menaiki pesawat ke Bandung, walaupun lumayan dekat. Tapi, bakal makan waktu yang banyak. Apalagi libur, pasti macet gilak.

Sesampainya di bandara, papa membeli tiket dan kami menunggu di ruang tunggu. Untung gue bawa bantal, jadi bisa tidur deh.

Gakjadi tidur deh, gue update twitter aja.
Bored..

@TitanUtomo
@zeezimo safe flight ya..

Titan tau darimana?! Jangan-jangan dia buntutin gue lagi! Gue melihat kanan kiri, atas bawah, depan belakang. Gaada Titan.

@zeezimo
@TitanUtomo eh tau darimana lo? Lo buntutin gue ya?!

@TitanUtomo
@zeezimo yaelah, lebay lebay..

Bodo amat dah, gue gakmau bales. Gue mau tidur, lagipula take off-nya masih 30 menit lagi.

Tiba-tiba gue berharap kalo Titan datang ngejutin gue, mau nutup mata gue atau gelitikin gue.

Jijik banget sih Zee! Go away pikiran iyuh.

30 menit berlalu, gue beneran ketiduran. Dan Titan gak ada datang ngejutin gue.

Pesawat take off..
Otw Bandung. Yeay.

-----

"Hai kebo, kok lo disini? "

"Maaf sia.. Eh lo.. H-hai. Err", sumpah gilak. Kenapa Titan disinii, "Ma, mama? Ih kok mama sama papa jauh banget sih ah"

"Cie anak mamapapa, kan ada gue"

"Ada lo?! Malah gak tenang hidup gue tau gak!"

"Hahaha.. Tadi gue mau ngejutin lo, tapi lo pules banget. Kasian deh gue liatnya"

"Jadi lo beneran ya buntutin gue!", gue mencubit-cubit lengan Titan.

"Engga.. Gue emang mau ke Bandung"

"Gue mau ke Tr-"

"Trans studio.."

"Ih kok sama sih! Uda ah!"

"Namanya juga jodoh gak kemana.."

Deg.

"Ter se rah", tanpa menunggu jawaban dari Titan, gue memakai earphone dari mp3 dan tidur.

"Bareng-bareng dong", Titan mengambil earphone di telinga kananku. Gue diem aja, pura-pura tidur.

Eh taunya tidur beneran, kebo abis.

-----

"Zee?", seseorang menggoyangkan bahuku, gue mulai membuka mata, "Ngapain lo ada di bahu gue?"

Sontak gue memelototkan mata.

"Enggak! Ih pasti lo nih sengaja!", teriak gue. Gak teriak juga sih, bisa dibilang teriakan yang tertahan.

"Terserah lo. Yang penting kita...", Titan menatapku lalu berpaling ke arah lain, namun arah wajahnya tidak berubah, "... Udah mau nyampe"

Gue turun pesawat, dan mendapati mama dan papa yang sudah menungguku.

Rada kesel sih, tapi gapapa deh. Yang penting trans studio!

-----

Haii! Makasih ya yang masih baca;)
Oh ya, vote and comment!
Jangan lupa share juga ya..
byebye~ ^^

OPERA LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang