CHAPTER NINETEEN

1.2K 41 0
                                    

"Sshh.. Boston lagi tidur", gue mengintip dari kaca pintu.

"Udah masuk aja", Titan memegang gagang pintu.

"Jangan dulu", sontak gue menahan tangan Titan. Kami berpandangan, lalu gue melepas tangan.

Titan tetap bersikeras ingin masuk, yaa gue gak bisa nahan lagi kan?

"Hey", mereka ber-high five.

Lah tadi Boston tidur..

"Sakit apa bro?", tanya Titan.

"Tabrakan doangg. Haha", tabrakan dibilang doang? WHAT?!

"Oh, cepet sembuh bro. Gue cabut", mereka ber-high five lagi.

"Cuma gini doang?", gue menaikkan sebelah alis.

"Ya iyalah, jadi gimana?", Titan menaikkan sebelah alisnya. Gue menaikkan bahu dan mengalihkan pandangan ke Gita.

-----

"Boston..", gue mengaduk-aduk bubur untuk Boston, "Boston waktunya makan siang"

Ih, kebo banget ni anak.

"Boston!", gue menggoyangkan bahu Boston, "Boston lo jangan main-main ya"

Boston pasti main-main, Gita yang ngeliat mulai panik, "Zimo? Boston kok.."

Gue melihat monitor alat pacu jantung.. Normal.. Ya setidaknya tidak menandakan kematian.

"Panggil dokter aja deh Zee", ucap Gita khawatir.

"Yakin lo? Kalo nanti Bostonnya main-main gimana? Kita nanti di kena marah", jawab gue, sesekali melirik Boston.

"Daripada gini terus?", gue cuma bisa pasrah. Membiarkan Gita keluar kamar memanggil suster atau dokter.

-----

"Pak Boston... Koma..", ucap seorang suster dengan polosnya.

"HAH?!", teriak gue melengking.

"Sus, KOK BISA?!", teriak Gita tak kalah melengking.

"Tenang ya.. Ini rumah sakit", suster itu menutup telinganya, "Seharusnya Pak Boston sudah di operasi kemarin, ini karena keterlambatan operasi"

"Jadi gimana dong, sus?", mata gue mulai berkaca-kaca.

"Kita tunggu sampai Pak Boston sadar, lalu baru melakukan operasi", jelas suster itu seraya memeriksa alat infus, "Baiklah, saya pamit dulu ya"

Suster itu pergi..

Gue memandang Gita yang sudah menangis dari tadi. Gue memeluk Gita, menepuk-nepuk punggungnya.

"Baru aja di tinggal Titan se-jam. Udah gini aja", gue mengelap air mata yang terus jatuh.

"Ya sudahlah kita tunggu saja", Gita menundukkan kepalanya.

-----

3 jam sudah berlalu, tapi Boston tak kunjung bangun. Jujur, gue takut.

"Boston? Please bangun.. Boston, kali ini aja gue minta lo nurutin kemauan gue", gue memegang tangan Boston, "Gue janji, kalo lo bangun.. Gue bakal ada di samping lo setiap waktu"

Gue menutup mata, mengharap ada keajaiban.

"Zee?", gue terbelalak, dan membuka mata.

Ternyata suara Gita.

"Zee lo ngapain?", Gita menaikkan sebelah alisnya, "Oh iya, 2 jam lagi Boston bakal operasi.."

"Tapi kalo dia belum bangun gimana?", gue menyerngitkan dahi.

"Gue udah bangun kok"

"Boston?!", gue memeluk Boston.

"Akhirnya Boston, lo sadar juga..", Gita mendekati Boston.

"Sebenarnya lo koma atau enggak sih? Cepet amat?", gue mengernyitkan dahi.

"Emang lo mau gue lama-lama komanya? Eh? Gue koma?"

"Udahlah, yang penting lo udah sdar. OiyaTon, 2 jam lagi lo harus operasi", sambung Gita.

"Operasi apaan?", Boston mengernyitkan dahi.

"Operasi kepala kan?", gue menaikkan sebelah alis.

Tiba-tiba seorang suster datang..

"Pak Boston sudah sadar ya? Baguslah. Kalau begitu, kita harus bersiap-siap. Pak Boston harus di cukur dulu rambutnya sebelum operasi", kata suster.

"Operasi apaan sih? Mau dibotakin?! Ogah!", Boston mengelak.

"Boston, lo itu sakit! Jadi lo harus operasi. Jangan sok seterong deh", gue menggoyangkan bahu Boston.

"Seterong apaan sih, yang jelas gue gak mau operasi. Titik"

"Udahlah Boston, lo mau cepet sembuh kan? Turutin aja apa yang di sarankan rumah sakit", tambah Gita.

"Oke, gue mau operasi", gue lega banget sumpah, "Asal lo mau jadi pacar gue"

WHAT?! GUE?!

"Kok g..gue sih?", gue menunjuk diri sendiri.

"Ya jadi siapa? Lo mau kan gue operasi", Boston itu rada bangke memang.. Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.

"Yaudah! Terserah lo, lagipula gue udah terlanjur janji sama lo"

" Janji?", Boston menaikkan sebelah alisnya.

"Gaadaaaaa....", gue mengalihkan pandangan.

Akhirnya Boston mengangguk ke arah suster dan suster pun memindahkan Boston ke suatu tempat.. Yeah..

-----

HOLA!!

Jangan lupa gurlz vote comment and share~~

OPERA LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang