Not A Wrong Bride (#4 Wiratam...

By Megathorn

1.4M 71.4K 17.7K

[End] Gagal menikah, kehilangan kedua orangtuanya. Sebenarnya kesalahan apa yang telah ia perbuat sampai mend... More

Pembuka
.Prolog.
Not A Wrong Bride || 01. Lamaran
Not A Wrong Bride || 02. After Marriage
Not A Wrong Bride || 03. Honeymoon
Not A Wrong Bride || 04. Belajar
Not A Wrong Bride || 05. Berdebat
Not A Wrong Bride || 06. Rencana
Not A Wrong Bride || 07. Bertemu
Not A Wrong Bride || 08. Hukuman
Not A Wrong Bride || 09. Tuduhan
Not A Wrong Bride || 10. Ayo Cerai
Not A Wrong Bride || 11. Perubahan
Not A Wrong Bride || 12. Bunglon
Not A Wrong Bride || 13. Salah Paham
Not A Wrong Bride || 14. Pesta
Not A Wrong Bride || 15. I Love You
Not A Wrong Bride || 16. Weekend
Not A Wrong Bride || 17. Bawaan Bayi
Not A Wrong Bride || 18. Senang
Penting!
Not A Wrong Bride || 19. Panik
Not A Wrong Bride || 20. Emosi
Not A Wrong Bride || 21. Lemah
Not A Wrong Bride || 22. Menjenguk
Not A Wrong Bride || 23. Kabar Duka
Not A Wrong Bride || 24. Rapuh
Not A Wrong Bride || 25. Ngidam
Not A Wrong Bride || 26. Puding
Not A Wrong Bride || 27. Time's Up
Not A Wrong Bride || 28. Pecel
Not A Wrong Bride || 29. Makan Siang
Not A Wrong Bride || 30. Baby Sister
Not A Wrong Bride || 31. Fakta Baru
Not A Wrong Bride || 32. Perdebatan
Not A Wrong Bride || 33. Panas
Not A Wrong Bride || 34. Ancaman
Not A Wrong Bride || 35. Pilihan
Not A Wrong Bride || 36. Serangan
Not A Wrong Bride || 37. Little Princess
Not A Wrong Bride || 39. Permintaan
Not A Wrong Bride || 40. Cerita
Not A Wrong Bride || 41. Hampir Gila
Not A Wrong Bride || 42. Flashback
Not A Wrong Bride || 43. The Stranger
Not A Wrong Bride || 44. Andil Regan
Not A Wrong Bride || 45. The Mission
.Epilog.
Stuck With Beautiful Princess
Extra Part
Falling for Weird Boss
REZA & ELENA

Not A Wrong Bride || 38. Kacau

25.6K 1.4K 1.5K
By Megathorn

Lo dimana bang? Istri lo dalam bahaya.

Pesan dari Gibran masih dia ingat dengan jelas. Begitupun dengan makian dari adiknya ketika dia bertanya kondisi Elena. Tubuhnya lemas mendengar informasi dari Gibran, meski begitu dia memaksa untuk pergi ke lokasi yang diberitahu oleh Gibran.

Hanya ada ketegangan di wajahnya, berlari dari lobi rumah sakit tanpa peduli dengan mobilnya yang ia tinggalkan, bahkan pintunya tidak ia tutup. Jantungnya semakin berdegup kencang mendengar dimana istrinya berada. Ruang operasi.

Tiba disana, dia melihat Gibran. Adiknya yang baru saja keluar kota pagi tadi, kini sudah kembali malah lebih dulu tahu kondisi Elena. Semakin ia mendekat, semakin jelas wajah Gibran yang terlihat emosi.

Bug!

"Kemana aja lo?" Gibran yang tadinya duduk tiba-tiba saja berdiri dan membogem rahang kakaknya. "Istri lo dalam bahaya, dua saudara lo koma, dan lo lebih milih nemenin perempuan lain?! Emang brengsek lo, Bang!"

Hembusan nafas kasar terdengar dari Gibran. Pria itu memutar tubuhnya, memunggungi sang Kakak kemudian meraup wajahnya kasar. Ini rumah sakit, ada tiga saudaranya yang dirawat disini. Sebisa mungkin dia harus menjaga emosinya.

"Mau lo apa sih?" Gibran kembali berbalik, menatap Reza yang masih terdiam walau ada luka disudut bibirnya. "Lo nikahin Lena buat apa? Kalau emang lo mau balik sama mantan lo itu, sana! Tapi lepasin Elena, jangan lo jerat dia dalam penderitaan."

"Lo tahu?" Gibran menelan salivanya dengan berat. Tenggorokannya tercekat mengingat penjelasan dokter tadi. "Anak lo, dia udah nggak ada. Dia bahkan nggak diizinin buat lihat dunia ini."

Tubuh Reza limbung, pria itu mundur satu langkah. Wajahnya tampak pias, tidak percaya dengan informasi baru yang ia dapatkan. Anaknya? Bayi dalam kandungan Elena yang sangat ia nanti, sudah tiada?

"Kalau aja lo bisa cepet Bang, mungkin anak lo masih ada. Mungkin Gava sama Bang Galih gabakal koma sekarang."

Gibran kembali duduk, berkali-kali ia menarik nafas agar tidak lebih meledak dari ini. Mengabaikan Kakaknya yang masih shock dan terlihat seperti orang bodoh sekarang. Keluarganya belum tahu, orangtuanya belum tahu jika putra bungsu mereka tengah koma dengan kondisi mengenaskan. Ada beberapa luka tusuk yang didapat oleh Gava. Adik kecilnya, Angelnya belum tahu jika suaminya tengah koma pasca operasi.

Hanya dalam waktu satu hari, keadaan menjadi carut marut seperti ini. Sebenarnya siapa yang menyerang keluarganya ini?

"Lena... Apa kondisinya sangat buruk?" itu adalah kalimat pertama yang meluncur dari mulut Reza. Tak ada niatan untuk membalas semua ucapan Gibran yang menusuk ulu hatinya. Dia kacau, sangat kacau sampai dia sendiri bingung untuk mendeskripsikan perasaannya.

"Ibu mana yang bakal baik setelah kehilangan anaknya?" pandangan Gibran melemah, tidak berapi-api seperti sebelumnya. "Lena akan sangat terpukul setelah sadar nanti."

Benar. Ucapan Gibran tiga hari yang lalu tidaklah salah. Tiga hari dia menunggu istrinya. Menjaga sang istri tanpa peduli dengan apapun lagi. Jika bukan karena paksaan dari orangtuanya, mungkin dia tidak akan makan. Melihat kondisi istrinya, nafsu makannya menurun. Gairah hidupnya seolah hilang dalam sekejap.

Ketika istrinya bangun, wanita itu terlihat sangat terpukul. Tak hanya itu, Elena pun enggan melihatnya. Lebih memilih bersandar pada Gibran ketimbang pada Reza, suaminya sendiri.

Di rooftop rumah sakit, Reza menyandarkan tubuhnya pada pagar pembatas. Menyesap zat nikotin yang sudah lama tak ia rasakan. Hembusan asapnya menguar diudara. Matanya menatap lalu lintas di sekitar rumah sakit dari ketinggian 12 lantai ini.

"Udah malem, entar lo masuk angin, Bang."

Kepalanya menoleh, mendapati Regan yang tengah berjalan kearahnya. Rumah sakit pinggiran kota ini ternyata masih termasuk aset Galih, makanya mereka berdua bisa bebas berkeliaran.

"Gue nggak tahu kalau lo ngikutin jejak Papah," pria yang tengah menyindir kakaknya itu kini sudah berdiri disebelah Reza. Bertumpu pada pagar pembatas sembari menikmati jalanan dibawah sana. "Jangan sampai Mamah tahu, bisa dikunyah lo nanti."

Senyum sinis tersungging di bibirnya. Tidak, dia tidak seperti Rian yang harus berhubungan dengan mantan kekasihnya karena ancaman. Permainan licik Helena membuat Papahnya tak bisa berkutik. Sedangkan kasusnya berbeda, tidak ada ancaman dari Tiffany padanya, melainkan permainan emosi. Wanita itu tahu cara menarik simpatinya.

"Fany bilang dia pernah hamil anak gue."

Regan yang masih menikmati indahnya malam terkejut mendengar penuturan tiba-tiba kakaknya. Hubungan Tiffany dan Reza berapa tahun lalu, sedikit banyak dia sudah mengetahuinya. Sekretaris Reza yang memiliki wajah manis dan karakter seperti adik bungsu mereka, ternyata bisa menarik perhatian Reza. Pantas saja dulu Reza berniat menikahi perempuan itu, hubungan mereka memang sudah terlalu jauh.

"Terus anak kalian?"

"Keguguran."

Mata Reza terpejam, bukan karena merasa sakit hati atas fakta jika dia hampir memiliki anak dengan Tiffany akan tetapi sudah tiada. Awal mendengarnya, ada pemikiran buruk yang melintas di kepalanya. Dia sedih, namun tidak berkepanjangan, malah dia merasa lega karena anaknya dan Tiffany telah tiada. Karena jika dia memiliki anak dengan perempuan lain, walaupun itu dari masalalunya, dia tidak yakin Elena bisa menerimanya.

"Penyerangan pada Kak Lena dan Gava, ada beberapa orang yang gue curigai." Regan memilih mengganti topik ketimbang terus membahas mantan kekasih Kakaknya. Dia heran, kenapa mantan selalu saja membayangi hidup kita. Walau begitu dia bersyukur karena diterima kembali oleh Clara, mantannya dulu. Akan tetapi mantan-mantannya yang lain juga kerap muncul dalam hidupnya. Membuat dia menghadapi ujian hidup kembali. Bedanya, dia tidak seperti kakak tertuanya ini. Benar kata pepatah, orang pendiam lebih berbahaya.

"Lesmana?"

Tebakan Reza diangguki oleh Regan, walau keluarga itu bukanlah satu-satunya orang yang dia curigai. "Penolakan lo bekerja sama, sama mereka, bikin ego mereka tersentil." Regan menjeda ucapannya. "Sebelum nama keluarga kita naik, Lesmana sudah ada diatas. Bisnis yang merambah ke politik, mereka meminta dukungan dari kita agar Prayuda lolos menjadi presiden. Bukan hanya kita, banyak orang yang menjadi incaran mereka. Dan sudah menjadi rahasia umum jika Lesmana adalah orang-orang yang anti untuk disinggung."

Prayuda Cakra Lesmana, putra sulung dari Tirta Lesmana yang menjadi ketua partai dan digadang-gadang akan mencalonkan diri sebagai presiden di tahun depan. Lesmana memang sangat ambisius, setelah cakarnya menguasai bisnis di Indonesia, mereka juga merambah dunia politik. Benar-benar berambisi menguasai negara ini.

Helaan nafas lolos dari Regan. Jika memang Lesmana pelakunya, maka musuh mereka berat kali ini. "Lo fokus ke istri lo aja dulu, Bang. Gava sama Bang Galih juga sudah berangsur membaik."

Disela kekacauan ini, dia masih bisa tersenyum karena penuturan adiknya ini. Jika dulu dia yang selalu membantu dan menjaga adik-adiknya, kini berbeda. Mereka lah yang membantunya, bahkan tidak meninggalkannya setelah melakukan kebodohan ini.

"Lo juga nggak perlu cemas tentang Vika, nanti dia juga bakal maafin lo kalau Bang Galih bantu bujuk."

Ya, Revika --adik bungsunya-- marah besar ketika mendapati kondisi suaminya koma pasca operasi. Ibu dari Ken itu shock mendapat kabar tiba-tiba tersebut. Revika tidak menyalahkan Galih yang menolong Elena --walau keduanya mempunyai hubungan dimasalalu-- namun sikap Kakak tertuanya yang membuat dia marah. Penjelasan dari Gibran membuat Revika bersikap sinis pada Kakak pertamanya itu.

"Kak Lena marah sama Kakak?" dilorong rumah sakit sebelum Reza memutuskan ke rooftop dia sempat bertemu dengan si bungsu. "Mungkin saja Kak Lena tahu, kalau suaminya lebih mentingin perempuan lain ketimbang istrinya sendiri, makanya dia nggak mau lihat Kakak." kata-kata Revika terdengar begitu tajam, juga tatapannya walaupun sedikit kontras dengan wajah adiknya itu.

"Vika nggak habis pikir, kenapa Kakak masih aja perhatian sama orang yang nggak punya hubungan apapun sama Kakak." Revika kecil kini sudah bermetamorfosa menjadi Revika yang sudah bisa memarahi Kakaknya sendiri. "Menurut Kakak, kalau Vika yang ada diposisi Kak Lena sekarang, apa yang bakal Kakak saranin buat Vika?"

Ucapan dari adik bungsunya masih ia ingat dengan jelas. Untuk ketiga kalinya, dia kembali membakar batang rokok baru. Regan sudah kembali, ada istri dan putrinya yang menunggu dirumah. Menghela nafas, asap rokok menguar diudara terbuka. Jika saja dia bisa menyelamatkan anaknya, pasti dia juga akan merasakan hal yang sama seperti Regan.

Menurut Kakak, kalau Vika yang ada diposisi Kak Lena sekarang, apa yang bakal Kakak saranin buat Vika?

Ucapan si bungsu kembali berputar dikepalanya. Jika Revika yang ada diposisi Elena, apa yang akan dia lakukan? Apa yang akan dia lakukan melihat adiknya dipermainkan oleh suaminya sendiri?

Memang apalagi selain memisahkan keduanya?

🍁🍁🍁🍁

TO BE CONTINUE

Halo semuaaaaa

Aku up cepet guys, niatnya mau nanti malem tapi biasanya susah sinyal. Daripada up tengah malem takut ketiduran juga. Kasihan kalian kena PHP entar wkwk.

Fyi ya, aku itu belum punya draft banyak. Jadi jangan minta alur kedepannya gimana ya, entar otak gue makin ambyar😭. Terus nanti kalau tiba-tiba ada perubahan ya mohon dimaklumi. Kayak misal udah nyampe part 41 terus aku rombak dari part 39 gitu, kadang pas nulis suka ganyambung. Bingung sendiri akutuh sama otak aku:(. Terus kalian gaboleh sebel sama aku, sebelnya sama Reza aja.

Tau gak? Setiap nulis ini aku tuh sering banget dengerin lagu reckless, kayak pas gitu buat Lena. Ngenes banget emang idup tuh orang. Miris saya liatnya.

Btw, buat bonus up yg kedua aku minta 1,5k komen🤣🤣. Jadi sekitar 2 hari lagi ya, kalau targetnya terpenuhi tapi wkwk.

Selamat olahraga jari semua. Santai aja, gausah ngebut-ngebut amat. Gada batasan waktu kok.

Dah ya, Jangan lupa vote juga. Makasih para readers tercinta! See you....

Ini lapak buat marahin si Bapak Reza. Kasian banget si ganteng dimarahin terus:(

Continue Reading

You'll Also Like

4M 82.7K 22
(SUDAH DITERBITKAN) "Ibra aku punya syarat kalau kamu mau menikah denganku. Aku nggak mau hamil, aku masih mau melanjutkan karierku dulu, karena saat...
449K 18.9K 30
[ BOOK 2] ( SELESAI ) ❝Dulu ku pikir dalam hidup hanya akan berlabuh di satu hati dan berhenti di satu dermaga saja. Namun ketika kapal itu tersesa...
2.6M 230K 42
Di usia yang nyaris kepala tiga, Terra masih tidak mengerti tujuan hidupnya apa. Selama lima tahun terakhir, dia merasa tidak ada yang berubah, waktu...
142K 6.6K 50
Yumna merasa sial sudah menikah dengan Oksa. Sejak awal pernikahan ini hanya didasari keputusan gegabah saja. Yumna menelan kepahitan atas keceroboh...
Wattpad App - Unlock exclusive features