SELAMAT MEMBACA
Hari ini adalah hari pertama Masa Perkenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi semua peserta didik baru. Begitupun dengan Faidhar Ahsa Razeta. Ia merupakan salah satu peserta didik baru tersebut. Ia mendaftarkan dirinya ke SMA terdekat dari rumahnya. Dulu, Ahsa tidak pernah berpikir akan bersekolah di sana. Saat itu Ahsa ingin sekali bersekolah di SMA favorit. Namun, nyatanya semua keinginannya tidak bisa terwujud.
Saat ini, Ahsa sudah berada di sekolah. Ahsa berjalan menuju lapangan di mana semua peserta didik baru berkumpul. Setelah sampai, ia segera bergabung dengan mereka. Tak berselang lama, salah satu guru naik ke atas mimbar lalu memberikan kata sambutan.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh anak-anak. Bapak selaku guru kesiswaan di sekolah ini mengucapkan selamat kepada kalian karena kalian sudah resmi menjadi siswa-siswi di sekolah kami. Saya juga berterima kasih kepada kalian karena sudah mendaftar di sekolah kami. Semoga kalian betah bersekolah di sini. Itu dulu kata sambutan dari saya. Sekian, wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh."
Setelah itu, guru kesiswaan tersebut turun dari mimbar dan digantikan dengan salah satu pengurus OSIS—lebih tepatnya ketua dari organisasi tersebut.
"Assalamualaikum adik-adik. Apa kabar? Oh iya, perkenalkan nama saya Kak Setyo. Kakak selaku ketua OSIS di sekolah ini mengucapkan banyak terima kasih kepada kalian. Kakak ucapkan selamat datang di SMA Elang. Hari ini adalah hari pertama MPLS, jadi kalian nanti masuk ke aula untuk mendengarkan penjelasan dari salah satu guru di sini. Siap?" tanya Kak Setyo dengan semangat.
"SIAAPP!!"
"Sekarang Kakak akan bagi kalian menjadi beberapa kelompok. Setelah itu, kalian ikut kakak-kakak OSIS yang sebelumnya sudah dibagi menuju ke aula, ya."
Kak Setyo menyebutkan nama-nama adik kelasnya agar bergabung menjadi satu kelompok. Tak berselang lama jadilah beberapa kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 35 peserta. Setelah itu, mereka masuk ke aula ditemani oleh kakak-kakak OSIS.
Ahsa yang belum miliki teman pun hanya melihat bangunan yang ada di samping kanan dan kirinya. Berbeda dengan teman yang lainnya. Mereka berbincang dengan temannya.
Tak berselang lama, mereka sampai di aula sekolah. Di situ sudah ada salah satu guru yang duduk dengan tangannya yang sibuk membolak-balikkan kertas yang ada di atas meja.
"Oke adik-adik, kalian sudah berada di aula sekolah ini. Oh iya, perkenalkan ini Bapak Agung—salah satu guru Bahasa Indonesia di sini. Pada kesempatan kali ini Pak Agung akan menjelaskan salah satu materi kepada kalian. Kakak harap kalian mendengarkan penjelasan dari Pak Agung dengan baik-baik. Untuk Pak Agung saya persilakan," ucap Kak Setyo kemudian menuju kursi panitia.
Pak Agung mulai menjelaskan materi dengan diselingi candaan. Tak terasa jam istirahat pun tiba. Semua peserta didik berhamburan keluar untuk mencari kantin. Tentunya untuk mengisi perut mereka yang kosong. Ada juga yang hanya berjalan-jalan melihat bangunan sekolah.
Berbeda dengan Ahsa, ia hanya berada di aula. Ia tak tertarik pergi ke kantin ataupun sekedar jalan-jalan. Ia hanya meminum air putih yang dibawanya dari rumah untuk mengganjal perutnya.
Ahsa menengok ke sebelah samping kanannya. Di sana ada seorang perempuan yang sama dengannya. Ia juga tidak beranjak dari tempat duduknya. Ahsa memperhatikan perempuan itu. Tak disangka, perempuan itu juga menatapnya dengan senyum. Ahsa membalas senyum perempuan itu. Hingga tak disadari, perempuan itu sudah berada di samping Ahsa dan mengulurkan tangannya tanda perkenalan.
"Hai, nama gue Mahdeya Vrana Irdiana. Lo bisa panggil gue Vrana. Gue dari SMP Ganesa," perempuan itu memperkenalkan dirinya pada Ahsa dan disambut baik oleh Ahsa.
YOU ARE READING
2A
RandomFaidhar Ahsa Razeta. Biasa dipanggil Ahsa. Sosok gadis yang baik, peka, dan peduli dengan sesama. Memiliki abang bernama Algis yang hanya beda 2 tahun darinya. Tinggal bersama kedua orang tuanya dan abangnya di rumah sederhana. Suatu ketika takdir...
