Hari ini adalah hari pertama Ghaitsa masuk sekolah setelah libur kenaikan kelas. Tapi ada yang berbeda kali ini, Ghaitsa akan masuk ke sekolah baru nya.
Setelah keputusan orang tua Ghaitsa yang ingin menetap kembali ke tanah air ini setelah lama tinggal di negeri orang.
"Hai mama ku tercinta cantik banget pagi ini" masih pagi tapi Ghaitsa sudah menggoda sang ibu yang lagi asik mengoleskan selai kacang pada roti sang ayah.
"Kamu ini sa bisa aja,sudah cepat sarapan nanti kamu bisa telat berangkat nya" kata Tiara mama Ghaitsa mengingat kan nya.
Berangkat sekolah kali ini Ghaitsa sangat antusias sekali di karna kan dia sudah tidak sabar untuk satu sekolah dengan teman semasa SD nya yaitu Kanaya dan Luca.
"Rajin rajin ya sayang belajar nya" kata Dimas ayah Ghaitsa mengingat kan gadis remaja kesayangan nya itu.
"Iya papa ku tercinta"Ghaitsa menyalim sang ayah dan langsung keluar dari mobil.
Ternyata sekolah nya masih sunyi di karena kan emang masih jam setengah tujuh.Ghaitsa akhirnya memutuskan untuk berkeliling di sekolah baru nya ini sambil menunggu kedua teman nya yang kata nya masih di jalan.
"Wah ganteng banget tu cowok pagi pagi udah bikin mata seger aja" kata Ghaitsa sambil melihat cowok yang sedang asik bermain dengan bola basket nya itu.
Tiba tiba hp Ghaitsa berbunyi ternyata ada panggilan telpon dari Kanaya yang mengatakan bahwa dia sudah sampai dan menanyakan dimana keberadaan Ghaitsa.
"Ternyata disini Lo kirain kemana"kata Kanaya yang baru saja duduk di samping Ghaitsa. "Masuk kelas aja yuk sambil nungguin Luca" Ghaitsa dan Kanaya pun akhirnya memutuskan untuk menunggu Luca di kelas saja karna emang itu anak suka banget ngaret kalau Dateng ke sekolah.
........
Pagi ini Adalric memutuskan untuk datang cepat,entah lah biasa nya dia jarang sekali datang jam segini bahkan belum ada satu pun dari ke tiga sahabat nya yang menapak kan diri disini.
Karna bosan akhirnya Adalric memutuskan untuk bermain basket di lapangan hitung hitung menghilangkan kebosanan di pagi hari.
Dari jauh Adalric melihat ada cewek yang tumben tumbenan nya sudah berkeliaran di sekolah jam segini,tapi entah lah Adalric kan baru kali ini datang pagi pagi begini Mungin saja itu cewek emang udah sering datang jam segini.
.........
"Ya ampun Ghaitsa gua kangen banget sama lo sumpah" tiba tiba saja Luca datang dan langsung berteriak dengan suara cempreng nya itu.
"Ih Luca gua kaget ya ampun" kata Ghaitsa yang kaget karena teriakan dari Luca sedang kan Kanaya sudah biasa mendengar Luca terik teriakan begitu.
"Hehe ya maaf sa reflek gua nya" Luca menggaruk kening nya yg tidak gatal itu sambil duduk di samping kiri nya Ghaitsa.
Sedang asik bercerita cerita dan anak anak pun sudah mulai ramai di dalam kelas ya karna sebentar lagi akan masuk jam pertama belajar mengajar.
Hari ini semua kelas merasa happy karna tidak ada upacara seperti biasa nya. Mungkin saja guru ada rapat atau apa,mereka pun tidak tahu.
"Pagi buat semua yang cantik yang jelek diam aja" tiba tiba Bian datang dan langsung membuat semua orang termasuk Ghaitsa dan kawan kawan nya melihat ke arah sana.
Adalric melihat ke arah Ghaitsa sekilas dan langsung duduk di bangku nya di ikuti dengan Ario dan Kai.
Lain dengan mereka bertiga Bian malah menghampiri Kanaya yang sudah biasa jadi bahan godaan Bian setiap hari. Mereka sudah maklum dengan sifat sahabat nya yang satu itu berbanding terbalik dengan Adalric si cowok yang cuek dan irit ngomong.
"Dek nay hari ini ada pr gak?" Kata Bian tepat di depan meja Kanaya dan Ghaitsa.
"Gak ada!" Jawab Kanaya ketus. Dia sudah biasa di goda oleh cowok satu ini yang biasa dia panggil cowok buaya darat.
"Dih galak bener neng lagi dapet ya" katanya sambil mencolek dagu Kanaya sebelum pandangan nya berpindah pada sosok cewek yang berada di samping kanaya.
"Ih apaan sih Lo colek colek,udah sana sana jauh jauh Lo dari gua" Bian pun langsung pergi dan duduk di dekat Adalric.
Kelas pun akhirnya di mulai dan sesi perkenalan diri Ghaitsa pun tadi banyak dapat sambutan baik dari teman teman sekelas mereka.
"Yo cakep juga ya tu anak baru" bisik Bian tepat di telinga Ario sambil melirik ke arah orang yang di maksud nya. Ario pun hanya menanggapi dengan gumaman.
...........
13:30
Sekolah sudah lumayan sunyi di Karna kan jam pulang sekolah sudah terjadi 30 menit yang lalu dan teman teman Ghaitsa pun sudah pulang sedari tadi.
Saat ingin berjalan ke halte Ghaitsa melihat cowok yang sama saat di lapangan basket dan kelas nya tadi,tapi kali ini cowok itu seperti sedang berseteru dengan wanita yang dilihat dari gaya nya seperti nya bukan anak sekolah.
Saat ingin naik ke angkutan umum yang sudah datang Ghaitsa sempat bertatap mata dengan si cowok itu. Namun cepat cepat Ghaitsa memutuskan kontak mata mereka.
"Duh kok gua salting ya cuma di liatin doang" kata Ghaitsa yg sudah duduk di dalam angkutan umum itu sambil memegang dada nya.
.........
Sampai di rumah Adalric langsung masuk ke kamar dengan wajah yang sulit di artikan.
"Kenapa sih harus dia?" Adalric sudah putus asa dengan apa yang ia dan gadis nya itu alami.
Adalric pun memutuskan untuk mandi supaya pikiran nya sedikit tenang. 10 menit Adalric di kamar mandi kini pun dia terlihat lebih segar dari pada yang tadi.
Sebelum tidur Adalric melihat hp nya terdapat banyak notif grup chat yang isi nya para sahabat nya tadi. Oh ternyata mereka membahas cewek yang baru masuk tdi.
Karna tidak tertarik Adalric memutuskan untuk tidur saja dari pada menanggapi obrolan tidak jelas dari sahabat sahabat nya itu yg menurut nya tidak penting.
maaf kalo ada typo wkwk
YOU ARE READING
Ghaitsa Auriga
Teen FictionTerimakasih ya sudah mau jadi bagian dari perjalanan remaja ku dan menjadi bagian dari proses pendewasaan ku. Ini cerita dari 2020 iseng nulis nya tapi berhenti gitu aja karna males ngetik buat bikin kelanjutan nya hahahahaha di tambah karna ga ada...
