Ana Zertfalia Anantha, gadis dengan seragam putih biru itu terus saja mengomel tidak jelas. Mood-nya hancur hanya karena dia.
Dia, lelaki gila yang tega mengambil setengah uang sakunya. Padahal Ana sudah berusaha menghemat untuk menyisakan sebagian dari jajannya untuk ia gunakan di saat libur nanti.
"Dasar cowok gak modal. Dia pikir karena dia kakel gitu, jadi seenaknya sama ade kelas? Cih, caranya murahan!"
"Udah, Na, ga usah dipikirin. Duit lu masih banyak di rumah, gak bakalan habis kok. Sekolah ini pun bisa lu beli," ucap Sulis, sahabatnya. Gadis dengan rambut berwarna merah maron itu berusaha menenangkan Ana. Bisa sakit kuping kalau gadis itu terus mengomel.
"Bukan gitu, Lis. Dia gak boleh dibiarin. Ntar malah keseringan. Iya! Duit gue banyak! But, kalau dia malak siswi yang gak punya gimana? Kasian 'kan?"
"Iya, sih." Sulis tidak berani untuk sekedar berkomentar lagi. Cukup diam.
Sedangkan di lain tempat, segerombolan siswa laki-laki sedang tertawa lepas. Kanting milik mbak Intan dijadikan Markas oleh mereka.
Tidak ada yang berani mengusik mereka.
"Ri, lu seriusan ngambil jajan Ana? Si siswi kelas 8 itu, kan?" tanya Aldo, lelaki dengan jambul khasnya.
Iyaps! Ana masih duduk di bangku kelas 8 Smp, sedangkan Ari, lelaki itu sudah memasuki kelas ujian. 9.
"Kantin, yuk," ajak Fara, gadis dengan kacamata bulat itu baru saja tiba di depan mading tempat Ana dan Sulis berada saat ini. Ia tidak tahu apa-apa.
"Diam!" hardik Ana, mood-nya benar-benar rusak. Ditambah lagi kehadiran Fara yang sangat tidak pas.
Bukannya diam, Fara malah terus mengeluarkan suara yang membuat Ana jengah, dan memilih pergi entah kemana meninggalkan dua sohibnya itu.
"Lis, itu si Ana, kenapa?" tanya Fara polos.
Gadis berambut merah itu, memutar bola matanya malas. Dasar siput.
"Kena bencana!" jawab Sulis, asal. Dan, dengan bodohnya Fara percaya dengan jawaban tersebut.
"Hah? Sumpah demi apa Ana kena bencana?" teriak Fara kaget.
"Suara lu kek toa masjid. Mending diam!" Sulis memilih untuk pergi ke kantin, meninggalkan si siput.
Definisi sahabat laknat, wkwk.
"Gue harus bantu apa yah? Apa gue bagi sebagian baju gue ke Ana? Atau, bagi dia makanan? Atau ngasih dia tempat tinggal?" gumam Fara, gadis itu berjalan dengan cepat mencari keberadaan Ana.
"Rumah ana yang segede istana itu kebakar? Atau Ayahnya jatuh bangkrut? Atau komplek perumahan Ana kebanjiran?" gumamnya. Ia terlihat sangat kebingungan. Dasar siput.
——^^——
Bel pulang sudah berbunyi semenit yang lalu. Ana masih saja memasang wajah badmood.
"Na, denger dari Sulis lu kena bencana yah? Gue turut prihatin, yah. Gimana kalau kita ngadain penggalangan dana aja? Pasti banyak kok yang mau bantu lu," ucap Fara dengan senyum manis di bibirnya.
"FARA!" teriak Sulis dan Ana bersamaan.
"Iya, ada apa?" tanya Fara polos, gadis itu benar-benar menyebalkan.
"Oh shit'! Lu anak siapa sih?" geram Sulis.
Sedangkan Ana, memilih untuk segera membereskan peralatan tulisnya. Tak mau lama-lama berdiam diri di kelas, kupingnya bisa koslet mendengar suara tua milik kedua sahabatnya.
"Gue balik duluan, Pak Maman udah nunggu di depan!"
Tanpa menunggu jawaban dari kedua sahabatnya, Ana segera berlari keluar kelas. Meninggalkan dua curut itu saling adu bacot.
Sepeninggalan Ana, sulis memilih diam. Begitupun Fara, walaupun mulutnya memberontak ingin membuka suara. Namun, tetap ia tahan.
"Lis, supir lu jemput kan? Gue nebeng, yah?" Lama membisu, akhirnya Fara membuka suara.
"Rumah lu di depan sekolah aja, maemunah! Ngapain nebeng?"
"Gabut aja, bosen nyebrang jalan mulu," jawab Fara santai, memuat Sulis ingin membuang anak itu ke dalam kolam ikan.
"ALLAHUAKBAR." Sulis memilih pergi, meninggalkan Fara yang kebingungan.
"Sulis, kenapa yah?" batinnya.
Tak mau berlama-lama, gadis berkacamata itu segera berlari keluar kelas. Tak menghiraukan suara umpatan orang, akibat ditabrak dengan sengaja olehnya.
Dasar FARA.
Oke part ini, segini dulu yah wkwkw, maaf pendek huah😭 okeee di part ini kebanyakan dialog Fara sama Sulis, yah?🤣
Itsokay, part berikutnya bakal kita bahas tentang Ari dan Ana. Dua anak manusia yang 'tak bisa akur'(?)
Ini diangkat dari real life yah, wkwk. But, bukan my story, ini cerita hidup temenku😆
Jangan lupa tekan Bintang yah🙏🏻
Komen juga kalau perlu wkwk, apalagi kritik, silahkannn huhu.
Saran cast yah hehe.
Jika ada masukan silahkan Dm ke @ajengdlaa_
KAMU SEDANG MEMBACA
ARIANA [ON GOING]
Teen FictionAna Zertfalia Anantha. Gadis dengan sejuta tanda tanya di dalam hidupnya. Ia harus menerima akan pahitnya kehidupan, akibat harus meninggalkan kedua sahabatnya demi mengikuti kemauan kedua orang tuanya. Gadis bar-bar itu, di masukkan ke dalam asrama...
![ARIANA [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/240358030-64-k632364.jpg)