Part 18. Cemburu.

102K 6.9K 842
                                    

Setelah kejadian dimana Nisa melihat Serkan kembali berhubungan badan dengan kekasihnya.

Sekarang ia tengah berada di teras mansion ibu mertuannya mengantarkan roti buatannya ya walaupun agak dingin.

"Assalamualaikum bunda." Ucap Nisa saat masuk ke dalam.

"Waalaikumsalam menantu bunda datang. Wahh bawa apa ini" Ucap Bunda

"Nisa bawa roti bun,tadi bikin tapi cuman dikit. Maaf ya bun rotinya agak dingin tadi Nisa mampir ke kantor Serkan dulu nganterin makan siang."
Ya walaupun bukan dia yang makan.

"Ouh ya udah gapapa."

"Tanisa sama Teresanya ada bun?"

"Ada diatas lagi ngerjain makalah."

"Ouh ya udah Nisa ke atas dulu ya bun."

"Iya. Emm Nisa boleh bunda minta Nisa nginap satu malam disini?" Ucap bunda.

"Boleh kok bun,biar nanti Nisa minta izin dulu ya bun sama Serkan."

"Ehh gapapa Nis,Serkan biar bunda aja yang urus."

"Oke deh bund. Nisa pamit ke atas dulu ya bund"

Bunda hanya mengganguk. Nisa berjalan menaiki tangga,sampailah dia di depan pintu warna biru langit di pintu ituada tulisan.

"MASUK HARUS KETUK GA BOLEH LANGSUNG NYELONONG MASUK.
MASUK HARUS NYUCAP SALAM.
MASUK HARUS BERSIHIN TELAPAK SENDALNYA.
SALAM BERSIH
ISTRI CEYE,SELINGKUHAN SEHUN,PACAR JUNGKOOK,GEBETAN TAEHYUNG,PONAKAN OM LEE MIN HO,CUCUNYA KAKEK SIWON,ADEK ANGKAT LALISA MANOBAN,ISTRI SIRI JAEMIN,PACAR HALU JASON WILLIAM WINATA,ADEK KANDUNG ABANG SERKANANDA SARGA MAHENDRA,
TERESA.
MUAHHH"

Nisa yang membacanya hanya geleng geleng.

Tok...tok...tok...

"MASUK AJA GAK DIKUNCI,JANGAN LUPA TELAPAK SENDALNYA DI BERSIHIN."

Nisa membersihkan telapak sandalnya kemudian membuka pintu.

"Assalamualaikum adik ipar." Ucap Nisa sambil tersenyum.

"Waalaikumsalam ehh kak Nisa"

"Wahh tumbenan kalian satu kamar. Lagi apa? Mau kakak bantu?" Ucap Nisa.

"Boleh. Tadi disuruh buat makalah ngumpulnya besok kebetulan Tanisa temennya Teresa. Gimana tuh? Besok ngumpulnya pusing kak." Curhat Tanisa.

"Hahahah yaudah sini kakak bantuin." Ucap Nisa.

Nisa membantu Teresa dan Tanisa membuat makalah. Hingga sore menjelang,mereka bahkan sampai melewati waktu ashar.

Waktu menunjukkan pukul 5.00 PM,Nisa keluar dari kamar Tanisa dan pergi ke kamar Serkan. Di kamar itu ia melaksanakan sholat ashar disana. Setelah selesai,ia membereskan sajadahnya dan mandi. Kebalik mbak.

Setelah selesai ia keluar kamar dengan pakaian santai,celana kulot warna putih,kaos lengan panjang over size warna hitam dan hijab langsung warna cream.

Turun kebawah dan membantu di bawah. Membantu memasak makan malam.

"Assalamualaikum bunda. Nisa bantu ya."

"Boleh. Serkan juga tadi bilang mau makan malam dirumah."

Nisa terdiam sebentar mengingat kejadian tadi siang membuat dirinya sedikit sakit hati.

"Ouh begitu ya bun."

Selang 20 menit terdengan bunyi mesin mobil. Nisa yang mengetahui Serkan akan pulang dan makan malam dirumah pun segera berlari ke luar rumah.

"Selamat sore tuan Serkan." Sambut Nisa saat melihat Serkan keluar dari mobil dan mendekat ke arahnya.

Sementara Serkan hanya menampilkan wajah dingin dan berdehem.

"Selamat sore,sekretaris Lim. Bagaimana makan siangnya enak?" Tanya Nisa.

Serkan tetap berjalan,tetapi memasang telinga serigala. Nisa dan sekretaris Lim mengikuti dari belakang.

"Enak nona,ya walaupun sudah agak dingin. Terima kasih nona." Ucap sekretaris Lim.

"Sama sama sekretaris Lim,maaf jadi agak dingin. Tadi ada kendala di jalan."

Serkan masih diam dalam jalannya. Hingga percakapan antara sekretaris Lim dan Nisa terus berlanjut,disini dirinya yang punya istri tapi kenapa dirinya seperti jadi nyamuk?

"Ekhemm Aku mau mandi." Ucap Serkan.

"Ouh baiklah. Tunggu sebentar akan saya siapkan,maaf atas keterlambatannya. Sekretaris Lim saya permisi."

Beberapa menit kemudian Nisa keluar dari kamar mandi. "Sudah tuan saya akan siapkan pakaiannya."

"Hmm" Serkan berdehem lalu berjalan melangkah ke kamar mandi.

Menunggu Serkan selesai Nisa mengambil bajunya dan membuka pembicaraan dengan sekretaris Lim.

"Maafkan aku memberimu makanan yang hampir dingin. Sebenarnya makanan itu untuk Serkan tapi kurasa kau tau apa yang terjadi." Ucap Nisa.

"Maafkan saya nona seharusnya saya memberi tahu nona untuk tidak mengantarkan tuan Serkan makan siang."

"Baiklah baiklah tidak apa apa. Jangan menyalahkan dirimu aku sudah terbiasa,apakah kau baik baik saja?" Tanya Nisa.

"Baik nona. Saya akan keluar jika anda butuh apa apa panggil saja saya."

"Saya bukan anak kecil sekretatis Lim."

"Hahahahahahaha jangan anggap aku anak kecil paman." Nisa tertawa bersamaan dengan Serkan keluar dari kamar mandi.

Serkan termenung tangannya terkepal,rahangnya mengeras,matanya memerah. Istrinya tertawa bersama laki laki lain, dirinya cemburu.

Sadar dengan kondisi tubuhnya Serkan segera merubah kondisi tubuhnya. Kemudian dia berdehem keras.

"EKHEMM"

Nisa tergelonjat kaget dan sekretaris Lim langsung pamit. Dengan raut wajah mengatakan "saya permisi nona,lihatlah wajah tuan Serkan selamat menghadapi serigala"

"Ini baju anda tuan" ucap Nisa sambil menyerahkan baju yang dari dari ia pegang.

Serkan berdehem kemudian menerima baju yang Nisa serahkan padanya,tidak sengaja tangannya menyentuh tangan Nisa. Lembut  dan halus itulah yang ia rasakan berbeda dengan tangan Mia.

"Saya akan keluar"

Nisa keluar kamar tanpa Serkan sadari tanganya yang tadi bersentuhan dengan  memegang dadanya. Ternyum sekilas.

Setelah itu ia memakai pakainya. Pilihan Nisa tidak buruk,celana panjang semata kaki warna hitam dan kaus putih dengan bordiran namanya di dada sebelah kiri.

Setelah itu ia turun kebawah disana sudah ada semuanya bahkan Iky dan Kania juga hadir. Dengan letak duduk.

Nisa,Kania,Teresa dan Tanisa di sebelah kiri dan Bunda,Iky sekretaris Lim dan ditengah tengah kosong. Serkan mendekat dan duduk di tengah tengah.

"B E R S A M B U N G 🌚"

Tenang nanti author up satu part lagi.

Terpaksa Menikah (PROSES ..........)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang