Prolog

121 15 5
                                        

Seorang gadis duduk dibalkon kamarnya dengan menatap bintang yang bertaburan dilangit. Ditemani angin malam membuat udara sekitar terasa dingin saat mengenai kulit mulusnya.

Gadis itu menatap kosong bintang bintang dan sesekali meneteskan air mata tanpa ia sadari. Raganya mungkin ada ditempat tapi pikiran dan jiwanya sedang ada ditempat yang tidak semestinya. Ia memikirkan hal hal yang membuat dirinya merasa tuhan itu tidak adil,mengapa jalan hidupnya harus semenyedihkan ini?

Tidak dianggap bahkan dibenci keluarga sendiri adalah hal yang sangat menyakitkan. Bahkan ia sendiri tak tau mengapa keluarganya tega,apa alasannya?

Sedang asik bergelut dengan pikirannya,ia menangkap suatu benda yang jatuh dari langit,"bintang jatuh?" gumamnya.

Dari yang pernah ia dengar jika kita meminta sesuatu saat ada bintang yang jatuh dari langit maka permintaannya akan dikalbulkan,apa itu benar ataukah hanya mitos?

Entahlah tak ada yang tau,percaya tidak percaya iapun meminta sesuatu dan berucap dalam hati sambil memejamkan matanya "Tuhan aku hanya ingin dicintai dan disayangi seperti seorang anak pada umumnya itu saja aku mohon."

"Semoga saja semuanya menjadi nyata" gumamnya lalu menghapus jejak air matanya dan tersenyum masam.

Setelah itu ia berdiri dan memilih masuk kedalam kamarnya untuk merebahkan dirinya agar segera terlelap dialam mimpi.

•••

Alooha🙌🏼
This is my first work hope u like🖤
Jangan lupa votenya ya suyung😗

AffectionWo Geschichten leben. Entdecke jetzt