menunggu sesuatu yang ngga pasti itu emang menyakitkan tapi entah kenapa gue tetap ngelakuin hal tersebut..
-lexa
____
Graledian High School(GHS), merupakan salah satu sekolah terbesar di surabaya. Memiliki fasilitas yang wow dengan harga spp yang wow juga, terbagi menjadi 5 jurusan yaitu ipa, ips, kesenian, kaligrafi, dan bahasa asing. Memiliki 2 ekskul utama yaitu basket dan bela diri, serta 3 ekskul lainnya yaitu, marchingband, renang, sepak bola.
Mempunyai kantin dengan standar kehigienisan yang tinggi, asrama yang tidak wajib ditinggali dan pastinya siswa-siswa di sana merupakan orang berstatus tinggi. Satu kata MENAKJUBKAN
Pagi menjelang siang, bel lonceng istrahat berbunyi dan para siswa/i berjalan menuju kantin. Hari ini cuacanya bagus, seperti perasaan lexa
"Lexa hari ini kita nginap di asrama yuk" ucap ara sambil membawa nampan yang berisi beberapa makanan
"hmm kayaknya gak bisa deh, hari ini gue ada janji sama malvin" tolak lexa dengan halus
"EEEH? LO UDAH JADIAN SAMA MAL-- umphh" belum selesai ara bicara mulutnya udah duluan disumbat oleh lexa
"iiiihh lo jangan keras keras ngomongnya, gue belum jadian tapi masih dalam 'tahap' jadian, semua itu membutuhkan waktu"
"hehe maaf, tapi kenapa malvin mau ketemu sama lo? diakan gak suka berurusan dengan wanita"
"malvin emang gak mau, gue yang paksa dia--"
"wah lexa lo udah mulai barbar ya sekarang"
jtak
lexa menjitak kepala ara
"Jangan potong pembicaraan orang, itu ga baik" sinis lexa, dia sangat tidak suka jika pembicaraannya dipotong. Itu menyebalkan
"m..maaf ya, gue hanya penasaran aja"
"jangan ulangi lagi, Well alasan gue ngajak malvin keluar karena ada tugas kelompok yang belum kami selesaikan" lexa menjawabnya dengan tersenyum kecil
"hah? tugas kelompok? kok gue gak tau sih?"
"tugas itu diberikan minggu lalu, dan minggu lalu lo gak datang"
"terus gue?"
"ibu guru ngasih lo keringanan, jadi lo gak perlu kerja" jelas lexa
Lexa segera mengangkat mampannya kemudian pergi meninggalkan ara yang masih diam mencerna perkataan lexa
"jadi lexa maksa malvin untuk kerja kelompok bareng, dan malvin setuju. gue gak kerja tugas karena di kasih keringanan. Kenapa lexa bisa satu kelompok dengan malvin? dan apa kelompoknya hanya terdiri dari dua orang saja?" sudahlah ara tidak mau memikirkan itu semua, dia tidak ingin stress karena memikirkan perkataan sahabatnnya itu, intinya dia ngga usah kerja tugas. Dan akan fokus ke 'rutinitas'nya
16:30(cafe)
Wanita itu telah sampai di tempat janjian tapi ia sama sekali tidak menemukan keberadaan malvin. Padahal dia sudah tepat waktu, apa malvin lupa? pikirnya. Karena merasa risih masuk ke dalam lexa memutuskan untuk menunggu malvin di depan cafe
17:00
Dia sudah menunggu selama 30 menit tapi yang di tunggu belum juga datang, lexa sebenarnya bisa menelphone malvin tapi ia enggan melakukan hal itu, kata buku yang pernah dia baca "jangan pernah menelphone gebetanmu duluan karna kamu akan menyesalinya" ia mengikuti paduan buku itu. Sepuluh menit berlalu dan lexa memutuskan untuk pulang
"lexa?"
"malvin?" baguslah, setelah hampir satu jam menunggu akhirnya pejuangan dia tidak sia-sia
"lo nungguin gue?"
"yaa emang siapa lagi!" batinnya berteriak
"haha iya, tadinya gue mau pulang karena lo nggak kunjung datang tapi sekarang lo udah datang"
"lo nunggu dari jam berapa?" ucapnya berbasa basi
"se..sesuai janji kita"
Malvin tak menjawab, ia hanya memperhatikan lexa dari kepala hingga ujung kaki. Hal itu membuat lexa salting, apa ada yang salah dengan stylenya?
"ikut gue"
Bukannya masuk ke dalam kafe malvin malah mengajak lexa ke suatu tempat
"pelan pelan malvin. ka..kaki gue sakit"
Malvin mengabaikan lexa dan terus berjalan, ia seakan-akan tidak peduli dengan lexa. Dan disinilah mereka, minimarket bahkan author pun tak menyangka kalau malvin akan mengajak lexa ke minimarket
"lo tunggu di sini" dia mendudukan lexa di kursi kemudian masuk ke dalam
Lelaki itu keluar sambil membawa, minuman dingin, snack, dan handplast. Tunggu mengapa ia membawa benda itu? lexa sama sekali tidak mengerti. Dan ia semakin tidak mengerti ketika malvin berlutut di depannya
"eeehh malv lo ngapain" lexa menghentikan tindakan malvin
"diam dan turuti gue"
Dia membuka higheels lexa dan menempelkan handplast di belakang kakinya. Ini aneh, tak biasanya malvin bersikap begini. Dia tak pernah menunjukan sikap seperti ini didepan wanita, lexalah orang pertama yang diobati oleh malvin
Lexa sendiri? dia terdiam membeku sambil mengigit bibirnya, rasanya ia ingin berteriak tapi tak bisa. Senang, bahagia, gembira semua itu menyatu di dalam diri lexa sepertinya ia menjadi orang paling beruntung hari ini. Ooh ayolah jangan bohong jika gebetan kalian memperlakukan kalian seperti itu kalian pasti akan seperti lexa kan?
"udah selesai, kenapa pakai highheels sih? Lo kan tomboy"
lagi, lexa menjadi sangat bahagia lagi. Malvin mengetahui tentang dirinya dan itu adalah hal yang langkah
"siapa bilang gue tomboy?" elaknya, padahal memang kenyataan kalau lexa itu tomboy. Tapi sikap tomboynya hanya ia tunjukkan ketika di rumah saja
"lo kan jago bela diri" balasnya kemudian duduk di depan lexa
"gue jago bela diri bukan berarti gue tomboy" lagi lagi lexa mengelak
"oh" balas malvin singkat,padat, dan jelas
"awww" keluh lexa ketika malvin menyodorkan minuman kaleng itu ke pipinya
"muka lo merah banget, pasti karena nungguin gue tadi"
Blush
Bukannya baikkan, muka lexa malah tambah memerah. Kali ini bukan karena cuaca yang panas tapi karena perlakuan yang baru saja malvin lakukan
"Ga usah, muka gue emang gini" lexa menepiskan tangan malvin dengan halus
Setelah lima menit akhirnya wajah merah lexa menghilang
"oh ya kerja kelompok kita gimana?" lexa membuka pembicaraan setelah beberapa menit diselimuti keheningan
"gue akan kerjain sendirian"
"gak bisa gitu dong, kita ini kelompok"
"kalau gitu besok lo datang di rumah gue"
Ucapnya kemudian meninggalkan lexa sendirian(lagi).
"sebenarnya apa yang salah dengan pria itu? apa dia salah minum obat? kenapa perlakuannya hari ini berbeda."
_____
Halooo~~
After long timee, finallyyyy😭 ngga nyangka bakal buat cerita ini, tadinya mau fokus ke cerita bangtan aja tapii karena belum ketemu ide jadi iseng buat cerita ini. Oh iya tenang aja, karakter lexa ini penggemar berat bts kok jadi kedepannya bakal ada cerita tentang bts(ga mau panjang lebar lagi karna ini sebenarnya udah spoiler shshsh) oke sekian
Semoga kalian meyukainya dan jangan lupa untuk votenya💛
TBC👑
YOU ARE READING
TimeLuv
Teen Fiction[First story- romance] Kau memerlukan berapa lama untuk jatuh cinta? _______ Lexa, wanita biasa yang jago bela diri jatuh cinta kepada malvin, pria arogan dan sangat dingin terhadap wanita. Apakah lexa akan berhasil mendapatkan hati malvin? Baca hin...
