PROLOG

139 61 37
                                        

Ini awal dari semua kisah kita.
.
.
.

Kamu itu seperti pelangi yang datang setelah hujan,pelengkap di kehidupanku.

Kamu itu seperti udara yang selalu dibutuhkan semua makhluk-Nya untuk bertahan hidup, sangat penting dan berharga bagiku.

Kamu itu seperti pagi dengan matahari yang ditemani semburat jingga nya , begitu indah dan istimewa untukku.

Kamu itu takdir untuk akhir dari perjalanan hidupku.

Namun, nyatanya itu salah.

Kamu hanyalah semu belaka yang diciptakan sebagai bagian pelengkap perjalananku.

Kenyataannya kamu hanyalah bagian bukan ujung dari perjalananku, bagian indah yang tak pernah ku lupakan dengan sejuta luka di dalamnya.

Kamu hadir dengan sejuta harapan membawa senyuman yang begitu indah membuatku perlahan jatuh dengan sendirinya menikmati indahnya senyum manismu.

Perlahan namun pasti kamu jugalah yang menusuk ku menghancurkan semua harapanku merusak semua kepercayaanku merubah takdir indah kita menjadi takdir yang begitu sadis.

Meninggalakanku dengan luka yang amat dalam, meninggalkanku dengan goresan yang amat perih.

Kamu yang membuat rainbow menjadi grey, merusak semua keindahan warna warni itu menjadikannya abu abu penuh dengan luka pilu.

Kemudian kamu datang kembali,dengan senyuman yang begitu manis seperti sebelumnya bedanya kamu sekarang mengemis untuk memulai nya lagi.

Memintaku agar memberikan kepercayaanku kepadamu kembali.

Tapi, Tak semudah itu sayang. Memberikan kepercayaan kepadamu kembali? Bukankah itu sama saja ingin membuat diriku hancur untuk kedua kalinya?

Memintaku agar memberikan kesempatan kedua untukmu?

Apakah aku harus menerimanya?

Memberikan kesempatan kedua untukmu kemudian kamu menemukan celah untuk menghancurkan ku kembali.

Tidak semudah itu sayang.

Bukankah memberikan kesempatan kedua dan kepercayaan kepada dia yang sudah melukaimu itu tidak semudah yang kau bayangkan,sayang?

Tapi biarkan perjalanan ini yang menjadi saksi apakah 'aku dan kamu' bisa kembali menjadi 'kita'

Biarkan takdir yang menentukan jalannya biarkan alur yang mengaturnya. Kita tinggal menjalani dan menikmati akhirnya.

Kamu adalah awal yang menjadi akhir dari perjalananku?

Kamu kah ujung dari cerita dan perjalanan indah yang penuh dengan kenangan tragis ku ini?

.
.

.

-vnhdyh©2021

|GARAGA|Histórias para pegar e não largar. Descubra agora