prolog

0 0 0
                                        

Karena hari ini hari Minggu seorang gadis cantik berambut panjang di urai dengan Hoodie berwarna Ungu dan celana yang berwarna hitam serta tas Selempang berwarna senada dengan celananya berjalan menuju ruang keluarga, hari ini ia berencana untuk menagih uang bulanannya ke Abang tercintahhnya.

"Bun, aku mau ke Rumah bang Ikky"ujar gadis cantik dengan rambut diurai sebatas pinggangnya.

"Iya, tanya sama Abang kamu yah Bunda nggak bisa datang karena ada arisan sebentar siang"ujar Wanita paru baya yang masih terlihat cantik dengan polesan make up tipis

"Iya deh yang sibuk mah beda yah Bun"celutuk gadis itu dengan nada sindiran.

"Kamu ini anak siapa sih syafiqah??"ucap Wanita paru baya itu kesal dengan sindiran anaknya yang di ketahui bernama Irmayanti Edward

"Anaknya Bunda Irma dong hehe, yaudah aku pergi dulu Bun Assalamualaikum"ucap Syafiqah menyalami Bundanya kemudian masuk kedalam mobil Lamborghini putih miliknya.

Dalam perjalanan menuju rumah abangnya Syafiqah mampir di pinggir jalan saat melihat pedagang kaki lima yang sedang menjual martabat telur.

"Bang Martabak telurnya dua yah"ucap Syafiqah

"Oke neng tunggu sebentar yah"ucap mang Udin

Sambil menunggu pesanannya Syafiqah duduk di kursi yang di sediakan khusus untuk menunggu pesanan. Syafiqah mengeluarkan handphone dari tasnya dan melihat 27 panggilan tak terjawab dari abangnya

"Eh buset kenapa dah dia nelpon gue? Nggak ada kerjaan aja." Ucap Syafiqah heran karena tidak pernah abangnya menelponnya sampai sabanyak ini.

Baru saja Syafiqah ingin menelpon kembali, ponselnya sudah lebih dulu berbunyi dan menampilkan nama Abang Ikky Laknat!Syafiqah segera mengangkat telpon dari abangnya.

"Halo bang lo kenapa?"tanya Syafiqah

"Sya Lo ke rumah gue sekarang perut gue sakit woy" ucap abangnya

"Istri Lo mana??"tanya Syafiqah

"Ke butik, masa gue manggil istri gue yang lagi kerja sih kan kasihan pulang balik jauh pula" jelas abangnya membuat syafiqah mengelus dadanya sabar

"Abang gue yang tercinta, Jarak rumah gue ke rumah lo itu lebih jauh dari pada jarak rumah Lo ke butik" jelas Syafiqah jengkel dengan sikap abangnya yang selalu menyuruhnya seenak jidatnya.

"Yaelah Lo kan gak ada kerjaan, mending sini dah rawat Abang ganteng Lo ini, mana si kenzy nangis lagi, nyuruh gue temenin main kan kepala gue ikutan sakit Sya" Tujuan Syafiqah tadi memang ke rumah abangnya tapi dia hanya ingin meminta uang kenapa malah di suruh jagain abangnya di tambah ponakannya yang sangat menjengkelkan arghh melelahkan sekali, ia menghembuskan nafas berat mendengar ucapan abangnya, mau bagaimana pun Syafiqah tidak bisa menolaknya demi mendapat uang jajan bulanan dari abangnya.

Syafiqah memang di berikan uang jajan setiap bulan dari abangnya untuk Syafiqah tabung, Sedangkan uang yang di berikan oleh Ayah dan Bundanya dia pakai untuk bersenang-senang.

"Iya iya gue ke sana sekarang" putus Syafiqah

"Nah dari tadi kek, gue tu-"

Belum sempat Abangnya melanjutkan ucapannya Syafiqah lebih dulu mematikan teleponnya.

"Aishh ngeselin banget sih tuh Abang! Oke sabar Syafiqah orang sabar di sayang cogant" ucap Syafiqah sambil mengelus dadanya sabar.

"Nih neng pesanannya, 60 ribu yah neng" ucap mang Udin sambil menyodorkan kantong plastik berisi martabak

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 06, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

MemoryWhere stories live. Discover now