Syakila Nafisa Pratawijaya gadis cantik kelahiran Aceh ini berasal dari keluarga yang berada, dia tidak pernah jatuh hati kepada laki-laki hanya karena rangkaian kata-kata mutiara yang membuat semua orang tergoda.
Menurut dia laki-laki itu hanya pantas dicintai saat sudah mengajak untuk hidup bersama selamanya.
Tak terasa dengan berjalan nya waktu, syakila sadar sudah berbohong pada diri dia sendiri, semenjak orang tuanya memutuskan dia untuk tinggal di Bandung tanah kelahiran ayahnya, syakila sekolah disalah satu SMA yang terkenal di Bandung dan disinilah syakila paham yang namanya mencintai, rasanya syakila menyesal akan ucapan yang pernah keluar dari mulutnya "Aku tidak akan mencintai lelaki, sebelum lelaki itu datang kekeluargaku untuk meminta izin menikahi ku"
Syakila merupakan putri tunggal dari bapak Pratawijaya, seorang dokter bedah yang sangat terkenal di Bandung, bapak Pratawijaya tidak pernah memaksa anaknya dalam hal apapun, beliau sangat bersyukur karena Allah sudah memberikan dua wanita cantik dalam hidupnya dan beliau tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk membahagiakan kedua nya
Dan ibuk Zahra, seorang ibu rumahtangga yang berprofesi sebagai designers, dan beliau mempunyai butik di pusat kota Bandung yang bernama "Zahra fashion", beliau juga sangat sayang kepada putri tunggal nya yaitu syakila, beliau selalu berada di samping syakila saat dia ingin bercerita.
Egy Brasta Alfarezi lelaki keturunan Turki ini mampu membuat gadis cantik bernama Syakila Nafisa Pratawijaya terpesona akan ketampanannya
Dia tidak pernah mengenal yang namanya cinta, karena sikapnya yang terlalu dingin membuat dia tidak membuka mata, dan dia tidak tergoda sedikitpun dengan kecantikan yang diberikan oleh wanita kecuali ibunya.
_____
Happy reading semoga suka😘
STAI LEGGENDO
SYAKILA
Teen Fictioncinta pertama emang sangat sulit untuk dilupakan, tapi semua ini bukan hak kita untuk mengatur takdir yang telah disusun rapi oleh sang maha kuasa. Disaat kita sudah memutuskan untuk mencintai orang untuk yang pertama kalinya, disitu lah kita sudah...
