Menjalin sebuah hubungan persahabatan yang panjang, memberikan peluang besar dalam merubah tingkah laku serta gaya hidupmu. Mencari seorang sahabat yang benar-benar memberikan energi positif terhadap hidupmu sangatlah sulit. Jika kamu menemukan itu ada dalam sajabat-sahabatmu maka jangan pernah kamu melepaskan ikatan itu.
Persimpangan lampu merah dengan letak yang strategis ditengah lalu lalangnya kota, terdapat sebuah cafe yang bergaya campuran dengan perpaduan jiwa serta emosi yang mampu menarik hati pengunjung. Biasanya pengunjung cafe mencari sisi diri mereka sendiri yang ada dalam cafe tersebut. Merasakan bahwa arsitektur yang dipancarkan melalui desain cafe sesuai dengan jati diri mereka. Merasakan kenyamanan dan kedamaian.
"Selamat datang di cafe princess, selalu baik dalam cinta, keluarga, dan persahabatan. Mau pesan apa mbak?", Kata-kata itu selalu menjadi penghalau galau dan menjadi sumbangan motivasi bagi pengunjung. Bahkan pengunjung yang selalu datang berkunjung seperti sudah hafal betul dengan mantra cafe princess itu.
"Mmm saya pesan kue brownis coklatnya dua mbak, terus kopi Gayo asli satu, tambah milk shake choco satu!", Pengunjung berbaju gelap dengan kardigan orange bercelana jeans panjang tampak bersemangat betul pagi itu.
"Dengan senang hati, kamu pengunjung pertama aku pagi ini, aku kasih tambah plus buat kamu, mau kan?", Gea berbisik keras kepada pengunjung yang terlihat masih muda itu, anak kuliahan sepertinya.
"Benar kak?, Alhamdulillah. Tidak sia-sia tadi pagi ga jadi bimbingan skripsi.", Katanya tampak antusias sekali.
"Oke, kamu pilih aja ya! Nanti aku anter!", Kata Gea mengacungkan jempolnya.
Anak kuliahan tadi berlalu menuju ruangan kesukaannya. Ruangan dengan desain keberanian, tangguh dalam prinsip. Didinding terlihat banyak tulisan motivasi tentang ketangguhan seorang perempuan yang mandiri. Ada samsak dan gambar orang sedang karate. Jiwa orang perempuan yang mandiri sangat cocok di ruangan itu.
"Hari ini, Salma dikasih izin aja dia. Terlalu santai dalam persiapan nikahan. Gua aja dulu kalang kabut. Harus ini itu." Gea nampak gusar di meja orderan menatap Kayla tengah mempersiapkan pesanan pengunjung.
"Dia sepertinya lagi di butik, kan hari ini dia ga tugas jaga cafe. Kamu beb, hahahaha aku masih ingat betapa lucunya kamu pas nikah hahaha", Kayla memegang kram perutnya. Ingat kisah Gea yang panik hingga keringat dingin pas acara akadnya.
"Beruntung lu beb, gua sama Salma ga bisa datang pas akad lu!", Gea nyengir masam melihat Kayla yang masih menahan tawa.
"Tapi gua beruntung beb, jadi nikah sama kang abdi. Alhamdulillah", ucap syukur Gea memegang dada seolah merasakan kebahagiaan begitu dalam didadanya.
"Alhamdulillah, aku kesana ya beb!", Kayla berlalu menuju meja pesanan pengunjung.
"Pesanan datang mbak, silahkan menikmati. Berdua ya? Cieeeee", Kayla berlalu sebelum mendapat jawaban dari pengunjung beruntung pagi itu.
Tak lama kemudian, teman pengunjung datang membuka pintu. Seorang perempuan sebayanya. Teman seperjuangan sepertinya. Kemudian mereka hanyut dalam perbincangan mereka. Paling juga masalah tugas akhir skripsi mereka.
Kayla dan Gea sudah sangat paham betul dengan itu. Mereka sudah melewati masa-masa perjuangan itu.
ESTÁS LEYENDO
Cafe Princess
Ficción GeneralKisah 3 perempuan tangguh dalam menjalani kehidupan, terjebak dalam lingkaran cinta, keluarga, dan persahabatan. Mendirikan sebuah cafe sebagai tempat curahan hati, limpahan keluh kesah, sebagai pelepas penat dalam pergulatan kehidupan mereka, menca...
