1||Sekolah baru.

16 3 1
                                        

Haloo syngku!! Alay nggak sih? Gpp lah ya untuk kalian aja ini. Aku bawa cerita pertama aku nih sobat sobatku. Kalo bahasanya agak kaku blng aja, jgn sungkan yah sobatku tercintah(Duk!)#ditabokparareaders, hehe

Jngn jdi silent readers ya, ga suka#peace

And Happy Reading kawan!! ❤

🍁🍁🍁

Ceklek

Pintu pun terbuka. Tapi tetap tidak bisa membuat si pemilik kamar terganggu.

"Astaga, Dara kamu belum bangun juga!" Ucap Vini, Mama Adara.

Adara hanya membuka matanya sedikit lalu menutupnya kembali, menikmati mimpi indahnya.

Vini mendengus. "Dara!! Bangun nanti kamu telat!!!" Teriak Vini.

"Hm"

"Adara!! Bangun cepet!!!"

Vini menarik selimut anaknya agar terbangun. Adara yang merasa terganggu langsung membuka matanya.

"Apaan sih ma? Dara ngantuk nih" Jawab Adara.

Vini menghela napas, anaknya yang satu ini paling susah bangun pagi. "Adara, liat jam kamu telat nanti".

Adara melirik jam di atas nakas, Adara melotot melihat jam menunjukkan pukul 06.50. Adara langsung bangun, beranjak dari kasur kesayangannya.

"Astaga!!! Mama kok nggak bangunin Dara sih!?"

Adara mondar mandir di dalam kamarnya, paling mencari handuknya entah kemana. Suasana genting gini handuknya masih aja sempet ngilang.

Vini mendelik, "Mama kan udah bangunin kamu dari tadi, kamunya aja yang kebo!" Seru Vini.

"Udahlah ma, Dara paling nih nyarik handuk Dara" Adara pusing, handuknya belum ketemu juga.

Vini menepuk jidatnya sendiri, "Cek coba lemari kamu paling di sana" Kenapa di saat seperti putrinya jadi pikun? Amit amit deh, jangan sampai cucunya begini.

Adara berjalan ke arah lemari, "Oh iya ma, nih handuknya udah ketemu".

Adara langsung berlari ke arah kamar mandi, dan menutupnya dengan kasar.

"Astaghfirullah!! Dara nanti pintunya rusak!!!"

Vini mendengus kasar, melihat putrinya. Lama lama ia kesal sendiri melihat tingkah putrinya. Ia langsung keluar dari kamar anaknya menuju di mana suami dan putranya berada.


🌼🌼🌼

Setelah selesai bersiap siap, Adara segera berlari menuruni tangga dengan cepat. Adara bisa melihat di sana ada papanya, mamanya, dan abangnya.

"Selamat pagi pa, ma, bang" Sapa Adara sambil tersenyum manis.

"Selamat pagi dek, udah telat aja sih adeknya abang" Balas Leonardo Daniel Zello, abangnya Adara.

Adara menoleh dan hanya cengengesan tidak jelas.

"Biasa tuh, adek kamu bangunnya kesiangan mulu sih coba bangunnya agak pagi" Sahut Vini. Sedari tadi menahan kesal di hatinya.

Adara mau protes, langsung di sela sama papanya, "Udah udah, pagi pagi kok udah berantem. Dara cepet berangkat ini hari pertama kamu masuk sekolah lho" Ucap Fadel, Papanya Adara.

I Love You My Ice PrinceStories to obsess over. Discover now