HAPPY READING!!! 🐻🍯
KRIEETT....
Reta membuka pintu dengan perlahan, agar tak terdengar oleh orang rumah. Reta melangkahkan kakinya dengan sangat hati-hati.
Baru beberapa langkah ia ingin menaiki tangga menuju kamarnya, ia dikagetkan dengan suara seseorang.
"Darimana kamu?" suara dingin itu membuat langkah Reta terhenti, dan menoleh kearah sumber suara.
"Papa?" cicit Reta.
"Jam berapa sekarang hah?!dan darimana kamu?!" bentak Wijaya(Papa Reta).
Reta hanya diam, ia enggan menjawab pertanyaan Papanya.
Wijaya melihat pakaian putrinya itu. Pasti putrinya ikut balapan liar lagi, Wijaya sudah lelah menasihati putri kecilnya ini.
"Kamu ikut balapan liar lagi?!" emosi Papa Reta memuncak, karna putrinya susah sekali dinasihati agar tidak ikut balapan liar. Tetapi putrinya tidak mempedulikannya, dia masih ikut balapan liar tersebut, hingga Papanya kerap dibuat jengkel karna perbuatannya.
Reta hanya menatap Papanya datar, dan masih enggan untuk menjawab.
Wijaya tampak frustasi dengan putrinya itu.
"Ya ampun Reta! sudah papa bilangkan, kamu itu perempuan kenap-" ucapan Wijaya terpotong, karna kehadiran seseorang dari kamar Papa Reta.
"Ada apa mas?" suara yang terdengar menjijikan ditelinga Reta.
"Reta ikut balapan liar lagi, mas sudah capek menasihati dia terus," suara Wijaya melembut.
Sarah(ibu tiri Reta) melihat kearah Reta, dan tersenyum licik.
"Ya ampun Reta, kenapa nggak dengerin nasihat papamu sih nak? kalo kamu kenapa-napa gimana? " ucap Sarah(ibu tiri Reta) dengan nada sok peduli.
"Bacot lo, dasar drama QUEEN!" jawab Reta. Reta jengah dengan perempuan yang satu ini, ia ingin membakarnya hidup-hidup. Ibu tirinya terlalu banyak drama! hingga ia ingin melenyapkannya sekarang juga.
"Retaa!!" Bentak Wijaya.
"Cukup Pa!! Reta capek! Lagian papa mana peduli sama Reta, Papa kan cuma peduli sama sijala*g itu doang!" ucap Reta dan langsung naik keatas.
Wijaya hanya mengusap wajahnya kasar, dia bingung kenapa putrinya tidak bisa menerima ibu tirinya itu.
Reta langsung masuk ke kamarnya, dan menghempaskan tubuhnya dikasurnya yang empuk. Ia capek, capek dengan semuanya. Ia ingin ibunya kembali, ia ingin kehidupannya seperti dulu lagi, tapi tuhan berkehendak lain.
Reta bangun dari kasurnya, ia nampak mencari sesuatu dimeja belajarnya. Dan dia berhasil menemukan benda itu, yah itu adalah album dirinya dengan kedua orang tuanya, saat ibu Reta belum meninggal. Reta perlahan-lahan membuka lembar demi lembar foto mereka, dan disitu tampak ada dua orang dewasa dan satu anak kecil, anak kecil itu berumur sekitar 5 tahunan. Difoto itu mereka tampak tertawa bahagia tanpa ada masalah sedikitpun. Itu foto Reta dan kedua orang tuanya saat liburan di pantai.
Reta kembali membuka lembaran foto lagi, disana ada fotonya dengan ibunya, mereka menggunakan dress yang sama. Dress itu terlihat cantik dikenakan Reta, difoto itu nampak ibu Reta mencium Reta dengan penuh kasih sayang. Tak terasa air matanya lolos begitu saja, ia rindu masa-masa itu.
"Ma, Reta kangen Mama. Mama kenapa tinggalin Reta cepet banget sih? Mama tau disini nggak ada yang peduli sama Reta, aplagi Papa. Papa udah ngga peduli sama Reta lagi ma, Papa hanya peduli sama jala*g itu doang. Reta kesepian disini, Reta ngga punya siapa-siapa lagi." ucap Reta sambil memeluk foto dirinya dengan ibunya.
Reta sangat menyayangi ibunya. Andai waktu bisa terulang kembali mungkin ia melarang ibunya untuk pergi, sebelum insiden kecelakaan maut menimpa ibunya.
-------------------------------------------
Gimana Suka ngga?:")
kalo suka next yahh...
JAN LUPA VOMENTnya man temannn!🐻🍯
YOU ARE READING
MARETA
Teen Fiction(SLOW UPDATE) #1 -Mareta (25/02/20) #5 -Balapanliar (25/02/20) #11 -senyuman (27/02/20) #43 -duka (27/02/20) #73 -icegirl (27/02/20) #98 -senang(27/02/20) #124 -iceboy (27/02/20) #182 -goodboy (27/02/20) #261 -cold (27/02/20) [Note: Terdapat kata-k...
