Seorang murid cowok dengan rambut acak-acakan dengan wajah dinginnya memasuki kelas XI IPA 3 Nevan, panggilan cowok itu di sekolah ini. Seorang ketua geng terkenal di sini.
Tujuan nya pergi ke kelas ini yaitu untuk mencari seseorang yang sudah berani-beraninya mencari masalah dengan gengnya.
"MANA YANG NAMANYA VARO?!" teriak Arav. Salah satu teman Nevan yang juga ikut bergabung dalam geng yang diketuai nya.
"Gue!!!" salah seorang siswa laki-laki dengan seragam acak-acakan itu maju ke hadapan Nevan dan teman-temannya. "Ada apa?"
"Ikut gue!" Perintah Nevan dengan menarik kerah baju seragam Varo keluar kelas. Cowok itu kemudian memojokkan Varo kedinding koridor.
Tanpa banyak basa-basi, Nevan langsung meninju bagian rahang Varo dengan garang sehingga membuat nya jatuh kelantai.
"HABISIN AJA DIA VAN!!! MASUKIN RUMAH SAKIT DAH!!!" Teriak Gibran, salah seorang teman Nevan yang begitu mendukung.
"IYA HAJAR TERUS BANG!!! JANGAN KASIH KENDORR!!!!" Ben berucap lebih heboh.
Nevan semakin gencar untuk menghabisi Varo. Berkali-kali cowok itu memukuli bahkan perut Varo hingga cowok itu tak berdaya dan terduduk lemas dilantai.
"Am...pun gue...ud..ah..." belum habis kalimat Varo lagi-lagi Nevan menghujani nya dengan pukulan.
Memang seperti itu sifat nya. Kalau sudah ada yang berani main-main dizona nya pasti tidak akan ada kata ampun untuk orang itu.
"WOII!"
Teriakan itu berhasil membuat Nevan menghentikan pukulan nya dan menoleh ke sumber suara, begitu pun teman-temannya.
Seorang cewek dengan kupluk hitam dan rambut tergerai sebahu, berdiri di depan mereka. Dari penampilan nya sudah kentara sekali kalau dia bukan cewek feminim yang selalu jaga image di depan anak cowok.
"Lo semua banci apa?!" bentaknya karena jarak mereka yang cukup jauh.
"Siapa lo emang ngatain kita kayak gitu?" tanya Ivan sarkas.
"Manusia lah. Belo apa mata lo?" jawab cewek itu santai.
"Lo mau cari gara-gara sama kita? Mending lo pergi yang jauh sana dari hadapan kita-kita," ujar Ivan yang mulai terpancing emosi.
"ngapain juga gue mau cari gara-gara ama para banci. Buang waktu!"
"Maksud lo apa?! Dateng-dateng bilang kayak gitu?!" Gavin yang sedari tadi diam kini mulai emosi.
Nevan masih tenang di tempat nya. Cowok itu terus menatap lurus-lebih tepatnya menatap cewek gila itu.
"Apa?! Lo gak terima gue sebut banci?" tanya cewek itu masih santai.
"Udah kita pergi aja," perintah Nevan membuat teman-temannya menoleh.
"Tapi Van, tuh cewek ngajak ribut kita! Gak bisa dibiarin! Bisa hancur harga diri kita!" Ivan semakin garang kini.
"Biarin aja tuh cewek. Ntar juga nyesel sendiri udah berani ikut campur urusan kita," ucap Nevan memandang cewek di depan sana dengan tatapan nyalang.
Kalau Nevan sudah bicara seperti itu maka tidak ada seorang pun yang boleh menentang nya. Nevan berjalan di samping cewek itu dengan tatapan sinis. Tapi cewek itu sendiri? Boro-boro natap balik. Dia malah berjalan lurus untuk membantu Varo berdiri.
Adara Fredella Ulani.
Nama itu yang tak sengaja Nevan tangkap dari name tag yang tertera di seragam putih cewek itu. Dan nama itu yang akan menjadi incaran Nevan selanjutnya. Karena dia sudah berani ikut campur urusan geng nya.
YOU ARE READING
Gletser
Teen FictionRaymond Nevan Mulin. Sesosok murid laki-laki dengan kenakalan tingkat dewanya. Sering membuat ulah setiap hari nya, walau ia seorang anak kepala sekolah, hal itu tidak berpengaruh dengan sikap bandelnya sekalipun. Meski begitu, banyak orang yang men...
