PROLOG

197 48 9
                                        

SELAMAT DATANG DI STORY OF SAVANNA
DISINI KALIAN AKAN MENJADI SAKSI
BAGAIMANA PERJALANAN HIDUP SOSOK SAVANNA.
---------------------------------------
Hatiku tak sekuat kelihatannya. Yang dihantam tapi tak terluka. Karena aku hanya manusia, yang tak akan kuat. Ketika hatinya dihantam seribu derita.
---------------------------------------

"Satria, kenapa kamu ngajak aku ketemuan malam-malam gini?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Satria, kenapa kamu ngajak aku ketemuan malam-malam gini?." Ucap savanna.

"Sebelumnya aku minta maaf. Aku rasa hubungan kita cukup sampai disini aja." Ucap satria dengan nada tegas.

"Ma... maksud kamu apa?, kamu mau kita putus." Ucap savanna masih syok dengan penuturan satria.

"Aku mau kita putus. Aku udah gak ada kecocokan lagi sama kamu. Aku udah bosen dengan hubungan ini. Mending kita akhiri aja semua." Ucap satria tentu saja membuat hati savanna terluka. Tetapi dengan kuat savanna menahan tangis dan menyembunyikan kesedihannya.

"Kenapa kamu tiba-tiba minta putus satria. Perasaan kita gak pernah ada masalah. Harusnya kalau aku ada salah sama kamu. Kamu bilang sama aku." Ucap savanna berusaha tegar.

"Gak ada yang salah dari kamu. Tapi akhir-akhir ini rasa sayang aku hilang. Aku udah gak ada rasa sama kamu sav."Ucap satria.

"Aku hargai keputusan kamu. Aku minta maaf kalau aku ada salah sama kamu. Aku harap kamu dapat pengganti yang lebih baik dari aku." Ucap savanna menampilkan senyum manisnya.

"Aku minta maaf sav. Tapi apa kita tetep jadi teman seperti sebelumnya."Ucap satria.

"Tentu dong, memang kita ditakdirkan untuk berteman. Walau hubungan kita udah berakhir. Tapi pertemanan tetap harus dijalin." Ucap savanna menahan sakit.

"Kalau gitu gw antar lo pulang yah, sav. Ini udah malam gak baik buat lo." Ucap satria.

"Gak perlu, gw udah pesan taksi kok habis ini dateng. Kalau gitu gw pergi dulu yah. Bye...."Ucap savanna lalu pergi tanpa menunggu balasan satria. Ia pergi begitu saja tanpa memperdulikan satria. Jujur saja hatinya sangat sakit. Bagaimana bisa satria memutuskannya dengan alasan yang tidak begitu jelas.

"Taksi...."Ucap savanna. Taksi itu berhenti, lalu savanna pun masuk ke taksi tersebut.

"Ke perumahan xxx pak."Ucap savanna.

"Baik mbak."Ucap supir taksi.

Selama perjalanan savanna menangis. Sebenarnya ia tak mau menangis. Hanya saja hatinya begitu sesak. Ia tak mau lemah karena cinta. Tetapi sakitnya sangat dalam. Ketika savanna sudah menerima satria apa adanya. Menerima satria yang di cap sebagai bad boy. Tetapi sekeras apapun kita berjuang. Jika takdir berkata lain. Kita sebagai manusia bisa apa.

"Mbak, sudah sampai." Ucap supir taksi.

"Ah... iyah. Ini pak uangnya, terima kasih."Ucap savanna sambil menghapus air mata di pipinya.

Akhirnya savanna tiba di rumahnya. Tetapi ada hal ganjal yang membuat savanna penasaran. Terdapat suara ribut di dalam rumahnya. Tanpa pikir panjang savanna pun berlari masuk ke dalam rumahnya.

"Papa stop!!!" Ucap savanna yang menghentikan aksi papanya yang ingin menampar mamanya. Ia pun berlari memeluk sang mama.

"Papa, apa-apaan. Kenapa papa mau mukul mama." Ucap savanna.

"Papa udah gak tahan sama mama kamu. Papa mau cerai dari mama kamu." Ucap papanya membuat savanna terkejut.

"Apa? Kenapa pa, kenapa? Apa maksud papa mau ceraikan mama. Mama salah apa sampai papa mau cerai kan mama." Ucap savanna.

"Udah sayang, biarkan papa kamu melakukan sesukanya."Ucap mama savanna, yang membuat savanna tidak terima.

"Gak ma, aku gak terima kalau papa tiba-tiba ceraikan mama tanpa sebab."Ucap savanna.

"Papa mau ceraikan mama kamu. Karena papa mau menikah dengan perempuan yang telah melahirkan anak papa."Ucap savanna membuat savanna terkejut.

"Maksud papa? Papa selingkuh, iyah pa. Papa tega selingkuh di belakang mama. Sampai papa punya anak lain. Papa jahat, savanna benci papa." Ucap savanna tak tahan menahan air matanya.

"Papa gak peduli, mulai sekarang mama dan papa sudah resmi berpisah. Sekarang kamu tinggal pilih mau ikut mama atau ikut papa!" Ucap Rahman membuat savanna sakit. Ia harus memilih dari kedua orang yang ia sayangi.

"Papa jahat! Savanna mau tinggal sama mama. Savanna benci papa, benciii...."teriak savanna dengan memukul dada rahman, membuat rahman naik pitam.

"Dasar anak kurang ajar! Berani-beraninya kamu teriak di depan papa."Ucap rahman menarik rambut savanna.

"Rahman... lepasin anak aku. Kamu boleh nyakitin aku. Tapi kamu jangan pernah nyakitin anak aku. Lepas rahman...."Ucap ratna berusaha melepaskan putrinya.

"Arrghhh... lepasin pa."Ucap savanna berusaha melepaskan diri.

"Dengar yah, silahkan kamu pilih mama kamu. Mulai malam ini silahkan kalian berdua angkat kaki dari rumah ini. Karena aku kasihan dengan kalian. Kalian boleh bawa mobil yang aku beri untuk savanna."Ucap rahman lalu melemparkan kunci mobil ke savanna.

"Udah sayang, lebih baik kita pergi dari sini." Ucap ratna lalu menuntun anaknya.

Sesampai dikamar savanna, savanna segera mengemasi barang-barangnya. Dengan air mata yang terus mengalir. Savanna berusaha kuat untuk mamanya.

"Sayang sudah selesai, ayo kita pergi sekarang. "Ucap ratna.

"Nyonya, non bi yanti mau ikut kalian saja. Bi yanti lebih baik tinggal sama kalian. Bi yanti gak peduli, yang penting bibi sama nyonya dan non sava." Ucap bi yanti. Bi yanti adalah pembantu savanna. Ia bekerja dari papa dan mamanya menikah sampai savanna sudah 18 tahun. Tak heran mereka sangat dekat. Bi yanti sudah dianggap seperti saudara sendiri.

"Yasudah, ayo kita pergi." Ucap ratna mereka pun pergi dan memasuki mobil mereka. Mereka pun pergi menuju rumah baru yang akan di tempati.

*****

HalloooooAku harap kalian suka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hallooooo
Aku harap kalian suka.
Jangan Lupa Vote

Story of SavannaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang