Bagian Sembilan

45 4 0
                                    


"Biasa aja " ucap Rafael datar , karena pintu mobilnya hampir penyok karena dorongan keras dari salsa saat menutup pintu .

Yah karena salsa menutup pintu mobil rafael dengan kesal pakek banget , lalu pergi meninggalkan Rafael tampa sepatah kata pun .

Rafael yang menyaksikannya hanya bisa tersenyum samar bahkan orang tidak akan tau kalau ia tersenyum .

"Dasar aneh tapi unik "batin Rafael .

Rafael pun pergi maninggalkan halaman rumah salsa yang begitu luas .

Semetara salsa masuk ke dalam rumah lalu menutup pintu rumah dengan kasarnya , lalu berjalan dengan menghentakkan kakinya ke lantai dengan kerasnnya .

Bi maryam yang melihatnya hanya bisa mengeleng kan kepala , karena ia tau bahwa saat ini putri dari tuannya sedang marah dan bi maryam memilih untuk diam saja .

Salsa masuk ke dalam kamar dan menutup pintunya rapat rapat .

"Argghhhh!!! Salah apa gue tuhan harus ada diposisi ini!!! " ucap salsa dengan dramatisnya dan muka yang dibuat se-memelas tapi malah terlihat cuty .

"Udah sal sabar sabar ini cuman setinggan ga lebih sal " ucapnnya untuk menenangkan dirinya sendiri .

Ting

Tiba tiba bendah pipi salsa yang berada didalam tas berbunyi menandakan ada notif masuk .

Tangan mungil salsa pun menggambil benda pipih tersebut dan ia membuka aplikasi hijau di dalamnya .

Jasmin si toa :
Salsa besok maen yukk gue bosen nih , besok gua dirumah aloneee 😁

Salsa :
Dasar jomblo :v

Jasmin si toa :
Ihh hahad lo , ayoh besok kita nonton bareng 2 curut itu , okeyy cantiqqq 😇

Salsa :
Yaudah ayok 🙄

Jasmin toa :
Oke zeyeng , besok jam 4 sore gua sama 2 curut jemput lo

Salsa:
Ye.

Jasmin si toa :
Yaudah dadah mbak jutek met malem , moga mimpiin Babang Rafeal 😂

Seketika setelah membaca pesan tersebut membuat mood salsa turun karena jasmin menyebut nama yang terkutuk baginnya .

Salsa :
GA USAH SEBUT ITU NAMA .

Salsa pun membuang hanphone nya ke kasur dengan kasar seakan tidak peduli bila benda tersebut pecah atau rusak .

Entah kenapa ia menjadi kesal saat orang orang menyebut nama Rafael , karena baginnya itu membawa sial baginya.

Salsa pun menggambil baju piyama dilemarinya dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti dress nya dengan piyama .

10 berlalu salsa keluar dari kamar mandi menggenakan piyama putih polos , dan ia langsung menghempaskan tubuh nya ke atas kasur empuk lalu memejamkan mata indahnnya .

🌻🌻🌻

Sementara Rafael melajukan motor sport nya membela jalan kota bandung yang tengah berawan dan seperti pertanda hujan akan turun , tapi itu bukan halangan bagi Rafael .

Rafael dengan hoodie hitamnnya , melajukan motor dengan kecepatan diatas rata rata , itu sudah biasa baginnya justru itu memberikan kesenangan tersendiri seorang Rafael , aneh bukan .

Motor Rafael sampai disebuah taman dan disebelahnnya ada sebuah telaga cantik . Rafael duduk di sebuah bangku ditepi telaga , lalu memasang earphone ditelingannya .

"Rasa apaan ini , kenapa gue selalu nemuin kedamaian dan kebahagiaan saat natap mata biru lo . Seumur hidup gue gak pernah ngerasain rasa yang kayak gini aneh nya ." Batin Rafael .

" Kenapa gue , kenapa ???" Batin Rafael yang begitu bingung .

Rafael menatap kerlipan bintang diatas langit yang mulai tertutup awan mendung .

Drttt drttt drttt

Tiba tiba ditenggah lamunannya hp Rafael berbunyi tanda ada yg menelfon dan tertera nama Bryan di atas nya . Rafael pun menekan tombol merah , tapi sepertinya abannya itu belum meyerah dan trus menelfoninnya .

Rafael pun menggangkat terlfon tersebut dengan ogah ogahan .

"Ngapain si lo bambang" ucap Rafael datar sambil menempelkan hpnya ke telinga nya .

"RAFAEL LO KEMANA AJA INIH UDAH JAMM DUA SUBUHH LO KOK GAK PULANG KE RUMAH LOO LUPA JALAN PULANG , ATOO LO KE CLUB !!!" Teriak bryan yang bisa membuat gendang telinga siapapun pencah . Rafael pun spontan menjauhkan hpnya dari telinganya .

"Iyh ini otw pulang" ucap Rafael dengan santai nya .

" LO UDAH BILANG ITU DUA JAM YANG LALU TAPI LO GAK PULANG JUGA !!!" Ucap bryan yang sudah se-tara dengan ibu yang memarahi anaknya .

"Yang ini beneran "

"Okey gua tungguh dirumah kalo dalam waktu 10 menit lo gak juga dateng gua aduin loh ke mama sama papa !!! Paham !!!" Ucap Bryan dengan ancaman .

"Ye" ucap Rafael datar lalu menekan tombol merah di hp nya .

Rafael pun beranjak dari duduknya dengan malas nya , tapi bila ia tidak pulang maka besok akan ada omelan yang lebih dasyat lagi .

Rafael melajukan motornya dengan kecepatan yang bukan untuk orang biasa .

Hai kaliann 😁
Moga suka dengan episod ini
Jangan lupa voteee 😇




Dia Si Es Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang