Rasa Itu Lagi

29 2 3
                                        

Ya Allah, apa hatiku berdosa? Aku pernah berucap tidak akan mencintainya lagi, tapi apa? Aku ternyata masih mencintainya...


----------oio----------


Di meja, ku lihat ponselku berdering pertanda ada pesan yang masuk...
Benar saja, ku lihat ada satu chat BBM masuk dari sahabatku...

'Udah berangkat belum? Kalo belum, seperti biasa yaa, gue nebeng wkwk'

'Ok. Tunggu gue otw'

Setelah membalas pesannya, aku melihat cermin di lemari pakaianku. Ku lihat jilbabku sudah rapih, tas sekolah pun juga sudah terisi buku-buku untuk mata pelajaran hari ini.

Kunci motorku yang tergeletak di meja pun segera ku ambil, tak lupa hp ku yang masih tetap berada di atas laci ku pindahkan ke dalam saku bajuku.

Ku lihat jam sudah menunjukkan waktu pukul 06.00 Wib. Segera ku nyalakan motorku, sebelum akhirnya aku pergi ke sekolah... seperti biasa aku berpamitan pada ibuku sebelum akhirnya menjemput temanku terlebih dahulu kemudian menuju sekolah.

'Bu, aku berangkat sekolah dulu yaaa'

'Iyaa ati-ati loh. Inget! Naik kendaraan gausah ngebut. Trus jangan lupa belajar yang bener'

Aku pun menaiki motorku, menuju rumah temanku yang mungkin saat ini sedang menungguku. seperti kata ibu tadi, aku mengendarainya pelan.

Sesampainya di rumah temanku, aku turun dari motor dan langsung mengetuk pintu rumahnya, ingin memastikan apakah dia sudah siap, atau justru dia masih seperti biasa dibuat repot dengan tali sepatu dan jilbabnya.

Tak lama, dia pun keluar. Ku lihat, ternyata dia sudah rapi dengan dandanan anak SMA.
Setelah ku rasa temanku sudah siap berangkat, kami pun langsung menaiki motor bebekku dan langsung melaju menuju sekolah

--------------------------oOo------------------------------

Tak terasa, setelah menempuh perjalan sekitar 15 menit, aku dan temanku ternyata sudah sampai di sekolah kami.
Ku lihat, papan nama bertuliskan SMK AL-KAUTSAR

Aku pun langsung memarkirkan motorku di parkiran yang sudah di sediakan oleh pihak sekolah

'Eh gue ke kelas duluan yaaa... trus satu lagi tolong jangan lupa tas gue bawain juga. Makasih yaa sahabatku wkwk BYE....'

Menyebalkan, itulah kebiasaan temanku. Dia selalu menyuruhku membawakan tasnya.
Kadang kesal sih, tapi mau bagaimana lagi? Itu seakan sudah menjadi tradisi dia.

Beberapa saat kemudian, terdengar bunyi bel yang menandakan masuk kelas.
Aku meninggalkan motorku yang sudah tertata di tempat parkir..

Di kelas pun, terlihat teman-temanku sudah berada di tempat duduk mereka.
Sembari menaruh tas, dan menunggu suara salah satu murid yang melantunkan surah Al-Waqi'ah sebelum jam pelajaran di mulai, aku sesekali melihat ke cermin kecil yang dibawah temanku untuk memastikan jilbabku masih terlihat rapih..

Tiba-tiba, aku mendengar suara yang sama sekali tak asing bagiku...

Yaa, suara itu!
Suara yang setiap hari ku dengar bahkan seluruh penjuru sekolah terdengar melantukan ayat demi ayat surah Al Waqi'ah.

'Masyaa Allah suara ini lagi' batinku

Entahlah, hatiku tiba-tiba saja tergetar saat mendengar suara yang sudah lama menjadi kesukaanku.
Rasanya, semakin lama suara itu semakin merdu saat lantunan demi lantunan dia bacakan, mataku terasa panas

Entah, aku tergetar tentang lantunannya atau aku yang memang pernah mencintai dia? Ah sudahlah...

'gausah baper! Baru juga denger suaranya belum liat orangnya lewat depan kelas.

Inget! Kan lu bilang udah gak suka sama dia'

'Apaan sih lu? Siapa juga yg baper'

'Halah... bohong'




Sahabatku ini, sepertinya dia memang sudah paham akan sikap bahkan perasaanku.
Sampai dia tau, bahwa memang aku tetbawa perasaan saat mendengar lantunan merdu ayat demi ayat itu.

Riuh suara kelas masih terdengar mengikuti lantunan ayat demi ayat yang terdengar di soundsystem yang terletak di dinding kelas.

Seiring berakhirnya ayat-ayat itu, suara merdu itu tak lagi terdengar melantunkan ayat demi ayat.

Seorang laki-laki melangkah sesekali ia melirik kelasku dengan tatapan yang benar-benar membuatku seakan bahagia, apalagi saat mata dia tertuju padaku. Oh Ya Allah, entah perasaan apa ini?

'Ya allah sumpah yaa tuh anak... udah ganteng, sholeh, pinter ngaji juga. Idaman banget. Uhhh calon suami gue pokoknya'


Idaman? Terdengar suara temanku yang begitu sangat memuji sosoknya.
Memang benar apa yang dia katakan, laki-laki itu memang pantas di idamkan banyak wanita.

Tapi anehnya, saat mendengar ada orang lain yang begitu memujinya, aku seolah tak terima. Entah cemburu kah ini? Ahh sudahlah



'Kemarin gue bilang loh ke abangnya ahkam... 'bang calon adek ipar nih.. kenalin'

Tapi gue di tolak gaes! kesel gak sih'

'Lagian lu kepedan bgt sih'

'Apa salahnya coba? emang dasar pacar lu aja yang ngeselin'


'Eh tapi nih yaaa...
Ahkam sama fauzan tuh beda. Kalo sih fauzan tuh tengil bandel gimana gitu.. trus dia sih kalo sama siapapun ramah bgt. Tapi sama kok kaya ahkam pinter ngaji juga,
Kalo si ahkam tuh pendiem, kalem tapi sayangnya dia sama cewek terlalu jaga jarak'




4 temanku membicarakan sosok Ahkam.
Yaa Ahkam, dia sosok laki-laki yang sebenarnya sudah sejak lama aku cintai.

Perkataan temanku tentang sosok ahkam dimatanya tadi terus terngiang..
Hatiku seolah merasakan sesuatu yang beda? perasaan yang dulu pernah aku rasakan sebelumnya

Tapi anehnya, kali ini justru sangat dalam meski aku tak tau ini kekaguman atau justru cinta yang kembali hadir?

Ya Allah, apa hatiku berdosa? Aku pernah berucap tidak akan mencintainya lagi, tapi apa? Aku ternyata masih mencintainya bahkan berharap cintanya...

Dilema itu ku rasakan lagi..
Sesak mulai terasa, dibayanganku hanya terlintas sosok Ahkam yang benar-benar membuat fokusku teralihkan

Tuhaaaaaaan mengapa susah sekali membuang perasaan cinta yang sedari dulu tak pernah terbalas ini?


------------------------oOo--------------------

AKHIR TERINDAH (With You To Jannah)Stories to obsess over. Discover now