Emp(a)tPuluhEn(a)m

316 28 0
                                    

Jungkook terbangun saat ponselnya tak ada henti-hentinya untuk bergetar seolah memaksanya untuk segera mengecek benda persegi itu dengan segera. Ia pun mengusap matanya dengan malas dan mendapati Haneul yang telah tak berada di sampingnya. Pakaian-pakaian yang semalam berserakan di lantai pun nampaknya telah dibereskan oleh wanita itu.

Fokusnya pun terahlikan saat ponselnya kembali bergetar. Ia pun melihat siapa yang dengan santainya mengganggu tidurnya di hari yang masih sepagi ini.

Keningnya pun menyengrit bingung saat mendapati nama Min Seonha disana.

Masalah macam apa lagi ini yang siap mengganggu ketenangannya.

"Yeoboseyo" sahut seseorang di seberang sana yang tanpa Jungkook perlu berpikir pun ia sudah tau jika itu pasti Min Seonha.

"Apa maumu?" Ucap Jungkook to the point tanpa mau berbasa basi lagi. Jenis wanita seperti Seonha bukanlah seseorang yang baik jika diajak berbicara terlalu lama.

"Calm dude" terdengar suara lainnya dari seberang dana dengan kekehan yang terdengar tak kalah jahatnya.

"Siapa kau?! Katakan apa maumu!" Bentak Jungkook. Meskipun ia baru bamgun bebeeapa menit yang lalu, kesabarannya itu mendadak hilang seketika. Bahkan kini darahnya telah mendidih hanya karena seorang Min Seonha dan pria yang ada di sampingnya itu.

"Oh kau melupakanku? Jeoneun Jeonsan ibnida" dan setelahnya lagi-lagi sebuah kekehan terdengar dari ujung sana.

"Aku tidak butuh basa basimu! Cepat katakan apa yang kau mau!" Kesal Jungkook.

"Aku? Aku ingin kau hancur" sahutnya kemudian di iringi dengan sebuah tawa jahat. Jungkook yang telah muak pun segera memutuskan sambungan telepon secara sepihak.

Kini fokus pria itu hanya tertuju pada satu hal, dimana keberadaan istrinya itu?

Tanpa menunggu waktu lagi akhirnya Jungkook pun segera bangkit dari kasurnya dan mengenakan pakaiannya yang terletak di lemari.

"Haneul-ah?"

"Haneul-ah?"

Jungkook pun mengelilingi seisi rumah dan masih saja tidak mendapati keberadaan Haneul. Pukul tiga dini hari. Ini masih terlalu pagi untuk Haneul pergi untuk berbelanja maupun berlari pagi.

Perasaan resah pun mulai menghantui pria itu. Dirinya pun segera mengambil ponselnya guna menghubungi ponsel istrinya itu. Namun baru saja dirinya menempelkan ponsel pada telinganya, matanya justru tidak sengaja menangkap keberadaan ponsel Haneul di atas meja.

Tidak sampai disitu saja, Jungkook pun menelepon seseorang yang menjadi dugaan utamanya sebagai tempat kemana Haneul pergi.

"Yeoboseyo?"

"Yeoboseyo, Jae hyung"

"Ada apa Jungkook-ah? Kenapa kau meneleponku sepagi ini?"

"Hyung, apakah Haneul berada di sana?" Tanya Jungkook takut-takut karena jika melihat cara Jaehyung berbicara, pria itu jusrtu seolah tak mengerti apa-apa.

"Eoh? Apa maksudmu? Kenapa kau memanyakan Haneul kepadaku? Bukannya dia sedang bersamamu?" Tanya Jaehung berturut-turut menampakkan kekhawatirannya.

Kakak mana yang tidak khawatir jika adiknya tiba-tiba menghilang di hari yang bahkan masih subuh.

"A-aku tidak tahu, aku bangun dan tiba-tiba tidak lagi mendapati Haneul di rumah"

"Neo paboya! Cepat cari dia, aku tidak mau dia kenapa-kenapa!"

"Baik hyung"

Tepat setelah sambungan telepon terputus, tubuh Jungkook merosot begitu saja ke lantai.

"Haneul-ah, apa lagi ini?"

"Jangan tinggalkan aku chagiya"

Jungkook pun terus bergumam sembari berdoa sebelum akhirnya ia segera beregas menyiapkan diri untuk mencari istrinya itu.

"Apapun yang terjadi, jangan tinggalkan aku chagi"

NEVER ENDING ●JjkTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang