Part 1

7 1 0
                                        

Happy Reading ❤
Tinggalkan jejak setelah membaca..
Thankyou !

°•°

°•°

°•°

°•°

°•°

°•°

Terlihat seorang gadis sedang berjalan di koridor sekolah dengan wajah yang berseri seri. Siska seorang siswi kelas satu, dengan semangat yang membara melangkahkan kakinya menuju suatu ruangan.

Dia terus memandangi sesuatu yang ada ditangannya, matanya memancarkan kebahagiaan yang tidak bisa dia gambarkan, senyum manisnya pun nampak jelas sejak dia memasuki sekolah tadi.

Seperti biasanya disetiap hari sabtu, Siska akan rela bangun lebih pagi dan datang lebih awal dari pada murid lainnya. Dia sengaja melakukan itu karena satu tujuan, yaitu memberikan surat yang dia tulis sendiri untuk kakak kelas yang di kaguminya.

Suasana yang masih sepi tidak menyurutkan keinginannya, walaupun nantinya surat yang ia berikan selalu berakhir menjadi sampah tapi dia tetap kekeh pada pendiriannya. Dia akan tetap memberikan itu karena dia memang benar benar mengagumi sosok Alda.

Alda adalah cowok populer disekolahnya, perawakan yang tinggi, kulit yang kecoklatan, pupil mata yang hitam pekat dengan alis yang tebal, bibirnya yang tipis dan senyumnya yang manis membuat siapapun yang melihat akan terpesona.

Tapi Siska cukup sadar diri siapa dirinya dengan segala kekurangannya. Dia hanya ingin menyampaikan apa yang ingin dia katakan lewat surat itu, karena dia tidak akan sanggup untuk bicara secara langsung.

Rutinitas ini tanpa ia sadari sudah berjalan enam bulan lamanya, dan dia tahu Alda sebenarnya tidak pernah mencari tahu tentangnya.

Siska hanya terus berjalan hingga sampai pada tujuannya, XII Ipa 1. Belum ada murid yang datang, dia langsung menaruh kertas kecil yang ia sudah tulis semalam di salah satu meja yang berada di kelas itu. Tanpa ia sadari sebenarnya, ada yang memperhatikan nya sedari tadi.

"Selesai juga, tinggal ke kelas !" Ucap Siska tersenyum sendiri.

"Apanya yang selesai ?"

Siska reflek menoleh ke arah suara yang barusan bertanya padanya, karena panik surat yang tadi dia taruh langsung dia ambil kembali dan di remuknya, senyumnya sekarang terganti dengan raut wajah yang tegang.

Alda berjalan mendekati orang yang berada di depannya. Dia langsung berhenti satu langkah di hadapan wanita yang sedang menunduk itu.

"Jadi kamu yang selama ini kurang kerjaan ?" Alda menatap tajam ke arah Siska.

"Gak usah lakuin hal bodoh kayak gitu, gak ada untungnya. Emangnya kamu pikir aku ini apa ? Kalo mau gitu sama orang lain aja ! Ngerti kamu" Alda bicara satu oktaf lebih tinggi dari sebelumnya.

Siska mengangkat kepalanya menatap langsung mata Alda, ini pertama kalinya dia melakukan ini.

"Memangnya kenapa ? Apa salah kak ?" Siska hampir menangis saat ini.

"Gak usah berharap lebih." jawab Alda singkat.

"Aku mengaggumi sosok kakak, aku tahu siapa aku. Aku juga gak akan berharap lebih, aku cuman ngelakuin ini karena aku suka dan aku gak menuntut apapun dari kakak dalam suratku." Suara Siska mulai bergetar menahan tangis.

"Mana ku tahu, aku gak pernah baca surat itu." balas Alda dingin.

Sakit, itulah yang saat ini Siska rasakan. Siska langsung pergi meninggalkan Alda detik itu juga. Alda masih diam di tempat, dia melihat kertas yang di remuk adik kelasnya tadi.

Chicken DinnerStories to obsess over. Discover now