Persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu~~
Mengingat penggalan lirik itu, membuatku menyelam kesebuah film dimana empat sahabat yang berteman dari saat mereka kecil hingga beranjak dewasa.
Tapi aku sedikit lupa akan filmnya bagaimana, intinya aku menyukai sosok Mikha Tambayong.
Lantaran dia itu TINGGI.
Dan itu film dulu, hingga sekarang aku masih lupa tentang bagaimana nasib film itu sebenarnya, karena diriku yang memang masih bocah dan tak mengerti jadinya filmya aku loncat-loncat hingga endingnya pun aku sungguh tak tahu bagaimana akhirnya.
Tapi sepertinya aku mengalaminya.
Dimana pertemanan yang kudapat membentuk menjadi sebuah persahabatan.
Haa Haa.
Memang tidak ada yang spesial, karena setiap orang juga mengalami yang aku rasakan.
Tapi kadang aku mau berbagi.
Jadi biarku perkenalkan satu persatu sahabatku yang kumiliki dari pertama aku mulai membuka mata.
Walaupun memang tidak penting, tapi tetap saja akan aku perkenalkan mereka satu persatu.
Yang pertama ini bukanlah sosok panutan, bisa dibilang sosok ini begitu freak dan suka bertingkah random.
Sebenarnya aku malas menyebut namanya, tapi berhubung dia adalah teman pertamaku maka akan kukenalkan dia lebih dahulu.
Namanya Agra Bagaskara.
Dia sebenarnya adalah tetanggaku dan tentu teman mainku sejak kecil. Agra itu baik, sosok pahlawan kesiangan yang selalu muncul saat suasana sudah tenang. Tapi tentu Agra tak pernah membantu apapun.
Karena dia sosok superhero yang datang telat.
Yang kedua adalah Andrea Cahyaningtyas.
Sebenarnya aku iri dengan mananya.
Menurutku nama Andrea itu keren walaupun kepanjangannya tidak terlalu.
Dari namanya saja sudah ketahuan kalau dia itu adalah cewek.
Iya, dia adalah teman keduaku saat aku menginjakkan kedua kakiku ke sekolah paud. Entahlah kenapa aku bisa berteman dengannya, karena mama bilang bahwa dulu aku terkenal preman saat kecil dan Andrea adalah salah satu anak kecil yang aku tindas dulu. Tapi berhubung sekarang aku sudah beranjak dewasa lambat laun kami jadi teman dan terjadilah sahabat.
Dan yang ketiga adalah Milan. Orang kedua yang mempunyai lesung pipit di kelompok kami- karena yang pertama adalah aku.
Mayang Sari.
Kadang aku dan Agra suka merepotkannya karena dia yang paling pintar dikelompok kami.
Namanya aslinya Milan Leonard.
Keren kan?
Padahal dia tidak cocok sama sekali dengan nama Milan. Jika kalian ingin tahu kenapa orang tuanya memanggil namanya seperti itu padahal dari mukanya saja sudah sangat terlihat jelas jika dia itu keturunan asia asli bukan barat. Dengan mata agak sipit, kulit putih serta lesung pipit yang terlihat jelas apabila dia tertawa ataupun tersenyum.
Intinya, point plus untuk seorang Milan Leonard adalah manis+pintar.
Dan yang terakhir adalah Tiffanie Albara Mahesa. Dia adalah anak kelas satu-- satu tahun dibawah kami. Sosok adik kelas yang paling nyebelin, bawel juga.
Intinya yang buruk-buruk untuk mendeskripsikan seorang Tiffanie.
Karena adek kelas itu sangatlah bully-able, jadi silahkan dibully.
YOU ARE READING
Best Friend
Teen Fiction[Akan update kembali pada hari senin] Nggak ada yang namanya jaim dalam pertemanan! Walaupun diluar so cool, tetap saja yang namanya teman sejati selalu tahu akan sifat asli masing-masing. Begitupun pertemanku dengan 4 orang lainnya. Walaupun kita...
