Terlihat seorang wanita bertubuh ramping dengan pakaian seragam SMA Bangsa Mulia yang nampaknya lebih dari ukuran badannya itu berjalan memasuki area sekolah.
Perempuan tersebut melangkahkan kakinya dengan selalu menampakkan senyum di wajahnya. Wajahnya yang cantik, rambut yang panjang, hidung mancung dan tubuh yang ideal mampu memikat banyak pria di sekolahnya.
Namanya Cantika Nirmala. Ia kini sudah memasuki kelas XI-Mipa. Cantika memang terkenal karena ia memiliki kepribadian yang sopan dan wajahnya pun cantik.
Namun ia tidak pernah melirik mereka atau mengubris mereka yang menyukainya. Karena Cantika sudah memiliki seorang kekasih semenjak dia kelas X.
Lelaki itu adalah Muhammad Bima Pratama. Ia lebih sering dipanggil dengan sebutan Bima.
"Bim, ada Cantika tuh." Ucap salah satu teman Bima yaitu Dimas.
Mendengar ada yang menyebut nama Cantika, Bima dengan cepatnya mendekati Cantika. Mereka memang sekelas, jadi Bima dengan mudahnya bertemu dengan Cantika.
"Can,"
Langkah Cantika berhenti menuju tempat duduknya, ketika mendengar ada yang memanggilnya.
"Mau apa lagi lo?" Jawab Cantika dengan sinis menatap Bima.
"Gak usah sok sinis sama gue!" Bentak Bima ketika disambut dengan wajah sinis Cantika pacarnya.
"Bisa gak sih lo gak usah ngebentak?! Gue cewek Bim, gak pantes bagi seorang cowok sejati buat ngebentak cewek!"
"Banci lo." Lanjut Cantika yang hendak duduk di bangkunya tetapi tangannya di tahan dengan paksa oleh tangan kekar Bima, membuat Cantika meringis kesakitan.
"Bilang apa lo?!"
"Lo, banci Bim!" Jelas Cantika sambil menunjuk wajah Bima.
"Ikut gue!" Titah Bima dan lansung menarik Cantika ke taman belakang sekolah.
Suasana kelas yang tadinya bising menjadi sunyi kala Bima membentak Cantika. Mereka sudah terbiasa akan hal seperti itu setiap harinya.
Mereka tahu bahwa hubungan Bima dan Cantika memang seperti itu. Sering berantem karena hal sepele, dan itu semua karena Bima. Tapi herannya Cantika tetap saja bertahan dengan orang yang seperti itu.
Bima adalah cowok yang tampan, digemari banyak adik kelas dan juga kakak kelas. Tapi di balik ketampanannya Bima adalah sosok yang kasar terhadap perempuan terutama kepada pacarnya Cantika.
Awal-awal mendekati Cantika, Bima bersikap manis, seolah dia adalah pria terbaik yang pernah ada. Tetapi setelah lama berpacaran, Cantika baru menyadari bahwa Bima adalah cowok ter-kasar yang pernah ia temui.
Tetapi Cantika tidak pernah berfikiran untuk mengakhiri hubungannya dengan Bima, karena bagi Cantika, Bima adalah seseorang yang sudah lama Cantika sayangi.
Walaupun sikap kasar yang sering ia terima, ia akan tahan dengan hal itu. Tetapi ia tidak akan tahan jika ditinggalkan seseorang yang ia sayangi kembali. Ia akan rapuh untuk kedua kali. Dan Cantika tidak mau hal itu terjadi.
Dimas selaku teman terdekat keduanya terutama teman dekat Cantika, mengikuti mereka dari belakang. Dimas takut Bima kelewatan dan melukai Cantika.
YOU ARE READING
Memories (COMPLETED)
Teen Fiction[Follow dulu sebelum membaca] [Selesai] Kenangan-kenangan yang pernah dilewati bersamanya dulu, seakan menjadi jalan agar gadis itu tetap mengingatnya. Memori-memori yang tercipta membuat dirinya menjadi orang lain yang harus berpura-pura untuk men...
