Dara tidak pernah mengharapkan hidup di antara dua pria dingin yang selalu membuat jantungnya berdetak lebih cepat setiap saat. Dua pria yang sama-sama berkuasa dalam dunia bisnis.
Arzan Kinza Ravindra, pria dingin dengan sejuta pesona dalam dirinya...
Oops! Această imagine nu respectă Ghidul de Conținut. Pentru a continua publicarea, te rugăm să înlături imaginea sau să încarci o altă imagine.
Oops! Această imagine nu respectă Ghidul de Conținut. Pentru a continua publicarea, te rugăm să înlături imaginea sau să încarci o altă imagine.
Oops! Această imagine nu respectă Ghidul de Conținut. Pentru a continua publicarea, te rugăm să înlături imaginea sau să încarci o altă imagine.
Karena sebentarlagicerita "My Love" akan selesaijadiakumemutuskanuntukmembuatceritabaru!!! Eh, gimanadengancastnya? gantengapaenggak?😄😄
Happy Reading!😊
Oops! Această imagine nu respectă Ghidul de Conținut. Pentru a continua publicarea, te rugăm să înlături imaginea sau să încarci o altă imagine.
Mata bening Dara kini mulai berkaca-kaca saat tangannya ditarik paksa oleh Melvin ke dalam sebuah rumah mewah dengan arsitektur Eropa modern. Melvin Anjello Cetta, pria blasteran antara Indonesia dengan Inggris. Namun, sepertinya darah Inggris sang ayah terlalu kental dalam tubuhnya hingga ia tidak terlihat seperti orang Asia pada umumnya.
Dara tak habis pikir akan mendapatkan perilaku sekasar ini dari Melvin, pria yang baru dikenalnya beberapa bulan lalu. Selama ini Melvin selalu bersikap ramah dan lembut kepadanya. Namun, kali ini rasanya sifat asli Melvin telah keluar.
"Tanganku sakit," rintih Dara sambil terus meronta untuk melepaskan genggaman tangan Melvin yang terasa semakin kuat. Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Melvin hingga pria itu berbuat kasar kepadanya.
"Lepaskan tanganku, Melvin!" teriak Dara ketika menaiki tangga dengan lantai yang terbuat dari marmer berkualitas tinggi.
Melvin tetap pada pendiriannya, ia sama sekali tidak mendengarkan rintihan kesakitan Dara. Kali ini ia sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi ketika harus melihat Dara tengah berpelukan dengan pria lain.
Dengan susah payah Dara terus mengimbangi langkah besar Melvin yang terus menariknya hingga ke lantai dua dari rumah mewah itu. Dara tidak tahu rumah ini milik siapa, tapi ia menduga jika rumah mewah ini adalah milik Melvin.
Melvin menghentikan langkahnya tepat di sebuah pintu besar dan membukanya. Dengan keras ia mendorong tubuh Dara hingga terjatuh di pinggir ranjang.
"Aww," rintih Dara kesakitan. Matanya menatap ke sekeliling ruangan yang ternyata kamar dari Melvin. Kamar dengan nuansa maskulin dapat ia rasakan. Dinding yang berwarna hitam dengan motif batik dari goresan cat berwarna putih. Sebuah lemari besar berdiri dengan kokoh di depan ranjang dan menempel ke dinding.
Pandangan Dara kembali terarah pada Melvin yang terlihat tampan saat mengenakan celana denim dan kaos hitam yang dibalut dengan jaket tebal. Kini ia dapat melihat dengan jelas kemarahan dari Melvin. Rahang yang mengeras dan tatapan tajam yang mengintimidasi.
"Apa salahku? Mengapa kamu tiba-tiba bertindak kasar seperti ini?"
Melvin menarik sebelah sudut bibirnya dengan tatapan sinis. "Kamu tanya salahmu apa, hm?"
"Selama ini aku selalu bersabar dengan tingkah lakumu yang seperti pelacur."
"Apa katamu? Pelacur?" tanya Dara dengan keras. Dadanya terasa sakit ketika Melvin mengatakan sebutan kotor itu. "Tingkahku seperti apa yang bisa membuatmu mengatakan kata kotor itu?"
Dara mulai bangkit dari ranjang dan berjalan ke arah pria yang tengah menatapnya tajam. "Ah, sekarang aku sadar jika kamu itu memang pria brengsek seperti yang diberitakan oleh media selama ini."
"Ya, Melvin Anjello Cetta, pemilik Cetta Group yang brengsek dan selalu bertindak kasar kepada semua wanita. Bahkan ia selalu berganti-ganti wanita setiap malamnya."
Dara menarik sebelah sudut bibirnya, "Apa aku benar Tuan Melvin yang terhormat?"
Tanpa menunggu jawaban dari Melvin, ia segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar bernuansa dingin itu. Namun, belum sempat ia melangkah tangannya sudah ditahan oleh Melvin.
"Lepas!" sentak kasar Dara hingga tangannya terlepas dari genggaman tangan Melvin. Dara kembali melangkahkan kakinya ke arah pintu dengan air mata yang mulai keluar.
"Satu lagi, mulai hari ini jangan harap aku mau bertemu denganmu lagi," ucap Dara tanpa menoleh ke belakang.
Hatinya benar-benar hancur ketika mendengar sebutan yang diberikan Melvin kepadanya. Dengan air mata yang terus berlinang, Dara semakin mempercepat larinya agar ia bisa segera keluar dari rumah pria brengsek itu.
"Dasar pria brengsek," umpatnya dalam hati.
Oops! Această imagine nu respectă Ghidul de Conținut. Pentru a continua publicarea, te rugăm să înlături imaginea sau să încarci o altă imagine.
Yeee, inibaruawallho!!! Masih akan tambahserulagipokoknya. Jadi stay terus ya kelanjutanceritaini!!!